<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="http://ejournal.upnjatim.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-05T03:17:35Z</responseDate>
	<request from="2020-05-03" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3488</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:36:17Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PELAPISAN KAIN DRYFIT DENGAN TETRAETILORTOSILIKAT (TEOS) DAN NONACOSANEDIOLS</dc:title>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Setiajie, Moch Yos; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Nofianto, Moh; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dipcoating; ekstrak daun teratai; hidrofobik; nonacosanediols; TEOS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nanosilika dan Nonacosanediols adalah material yang digunakan untuk menghasilkan permukaan hidrofobik. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik kain dryfit setelah pelapisan nanosilika dan nonacosanediols dari ekstrak daun teratai menggunakan katalis asam, mengetahui  komposisi TEOS dan ekstrak daun teratai terbaik dalam pelapisan kain serta menghitung pertambahan sudut kontak air. Dilakukan 3 proses yakni proses pembuatan larutan TEOS, pembuatan larutan ekstrak, dan dipcoating kain dalam larutan. Pembuatan larutan TEOS dilakukan dengan menambahkan etanol 10ml  dengan  variasi TEOS 1ml; 3ml; 5ml; 7ml; 10ml kemudian distirer selama 10 menit. Proses pembuatan larutan ekstrak daun teratai dengan memaserasikan daun yang telah dipotong kecil dengan n-heksana selama 24 jam. Larutan TEOS dan ekstrak dengan variabel 0,5ml; 1ml; 1,5ml; 2ml; 2,5ml; dicampurkan lalu ditambah aquadest 10ml dan HCL hingga  pH 2 untuk membentuk larutan pelapis. Larutan pelapis yang terbentuk digunakan untuk dipcoating kain lalu dikeringkan. Analisa sifat hidrofobik kain dengan metode MC/MR dan sudut kontak air menunjukkan kondisi terbaik pada sampel ke-5 (dengan TEOS 10ml + ekstrak daun teratai 2,5ml) menghasilkan material dengan MC/MR terendah sebesar 6,14%; 5,78% dan sudut kontak 150º. Karakterisasi SEM menunjukkan penambahan larutan TEOS dan ekstrak daun teratai dapat meningkatkan kekasaran permukaan dan komposisi kimia yang semakin nonpolar  sehingga meningkatkan sifat hidrofobik kain. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3488</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3488</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3488</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 34-40</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3489</identifier>
				<datestamp>2022-11-05T11:39:32Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN GUGUS FUNGSI PADA ADSORPSI ZAT WARNA MENGGUNAKAN PASIR SUNGAI</dc:title>
	<dc:creator>Setyopratomo, Puguh; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Srihari, Endang; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Agustryanto, Rudy; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Hudin, Muhammad Tan’im Nur Alam; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Sihombing, Ricardo; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adsorpsi; gugus fungsi; pasir sungai; zat warna</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Konsumsi zat warna sintetik sangat besar karena biasa digunakan di berbagai jenis industri seperti  industri tekstil, kosmetik, makanan, kertas, karpet dan plastik. Keberadaan zat warna tersebut di lingkungan yang berasal dari limbah cair dapat membahayakan kesehatan manusia. Penelitian ini menguji kemampuan pasir sungai dalam mengadsorpsi zat warna. Digunakan pasir sungai dengan pertimbangan ketersediaan yang melimpah dengan harga yang sangat murah. Lima jenis zat warna diuji pada penelitian ini yang terdiri dari 2 macam  zat warna cationic yaitu methylene blue dan basic blue, dan 3 macam zat warna anionic yaitu methyl orange, acid blue, acid violet. Adsorpsi dilakukan secara batch pada suhu dan tekanan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi dan persen removal pada adsorpsi zat warna cationic lebih tinggi disbanding zat warna anionic.  Adanya gugus hidroksil, dan alkil pada pasir sungai yang dapat terdisosiasi menjadi bermuatan negatif menimbulkan terbentuknya ikatan etlektrostatik yang kuat antara pasir sungai dan zat warna cationic. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3489</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3489</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3489</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 41-45</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2840</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T22:28:20Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARI BERBAGAI MACAM PATI BIJI BERAS DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN</dc:title>
	<dc:creator>Pitaloka, Nidya</dc:creator>
	<dc:creator>Wibisono, Dimas Aryo Bramantyo</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kasein; kitosan ; edible film</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan plastik untuk pengemas makanan yang tidak sesuai dapat memicu rusaknya jaringan tubuh manusia bahkan memicu kanker. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan plastik berbahan dasar gas alam dan minyak bumi. Hingga saat ini, bahan tersebut masih digunakan namun mulai dikurangi kuantitasnya karena tidak ramah lingkungan serta berpotensi mengganggu kesehatan. Salah satu inovasi plastik yang dapat diterapkan yaitu plastik dari bahan organik yang dapat dimakan (Edible Film). Pengembangan bahan edible film diantaranya adalah senyawa polimer dari tumbuhan seperti pati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi terbaik dalam pembuatan edible film menggunakan berbagai macam biji beras dengan rasio pemberian kasein dan kitosan cangkang udang. Pati yang digunakan berasal dari biji beras putih, biji beras merah, biji beras hitam, biji beras ketan putih dan biji beras ketan hitam. Biji beras yang telah dihaluskan disaring dengan 100 mesh dan dilakukan pengadukan bersama kasein, kitosan dan gliserol untuk menjadi edible film. Studi pembuatan edible film dilakukan dengan variasi jenis biji beras dan variasi penambahan kitosan : kasein dengan rasio = 20:4, 25:4, 30:4, 35:4, 40:4 dalam gram. Pengujian menunjukkan semakin tinggi kandungan kitosan dan amilosa pada pati, akan meningkatkan nilai Tensile Strength (TS) edible film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible film terbaik didapatkan dari pati beras ketan putih dengan variasi kitosan 1,25 gram. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2840</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2840</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2840</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 1 - 9</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2841</identifier>
				<datestamp>2022-02-06T01:04:35Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS MEMBRAN KITOSAN UNTUK PEMISAHAN ION PB DALAM LIMBAH CAIR</dc:title>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma</dc:creator>
	<dc:creator>Nikmah, Shokhibatul</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Garin Rifdah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Filtrasi; Kitosan; Limbah B3; Membran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah cair industri yang mengandung logam berat berbahaya seringkali dibuang ke badan sungai secara langsung, sehingga dapat mencemari air sungai. Upaya pengolahan limbah cair industri perlu dilakukan untuk mengurangi kandungan logam berat di dalamnya. Salah satu cara menurunkan kadar logam Timbal (Pb) dalam limbah cair adalah dengan cara menggunakan membran dengan komposisi kitosan, zeolit dan larutan PVA (Polyvinyl Alcohol). Penelitian ini bertujuan dapat membentuk serta mengetahui kemampuan membran dengan komposisi kitosan, zeolit dan PVA dalam proses filtrasi ion Timbal (Pb) dalam limbah cair. Metode penelitian ini menggunakan proses pembuatan membran kitosan dengan teknik inversi fasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran terbaik diperoleh pada variable kitosan: zeolit: PVA 2gr:1,5gr:30ml. Memiliki nilai fluks terbesar yaitu sebesar 323,809 L/m2.jam yang dapat memfiltrasi limbah PbNO3 dari kadar Pb awal sebanyak 12239,7 mg/L hingga menjadi 7520,4 mg/L dan diperoleh nilai rejeksi sebesar 38,5573%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2841</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2841</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2841</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 10 - 14</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2842</identifier>
				<datestamp>2022-02-06T00:54:34Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS PENENTUAN DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) DI KABUPATEN MUSI RAWAS (MURA)</dc:title>
	<dc:creator>Sefentry, Aan</dc:creator>
	<dc:creator>Masriatini, Rully</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">instalasi pengolahan lumpur tinja; kabupaten musi rawas; limbah tinja; tanki Imhoff</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Instalasi Pengolahan lumpur tinja (IPLT) merupakan bangunan pengolahan khusus lumpur tinja sebelum dibuang ke lingkungan atau badan air. Pengolahan lumpur tinja bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Tersedianya perencanaan desain sistem IPLT di kabupaten Musi Rawas yang menyeluruh untuk jangka pendek, menengah dan panjang yang ditinjau dari pertumbuhan jumlah masyarakat. Dari data yang didapat Jumlah proyeksi penduduk yang akan dilayani pada tahun 2026 sebanyak 65.623 jiwa maka di pilih Alternatif II yaitu Pengolahan Lumpur Tinja Dengan Jumlah Jiwa &amp;lt; 100.000. Berdirinya IPLT ini direncanakan di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. Sistem pengolahan yang akan diterapkan untuk IPLT Kabupaten Musi Rawas direncanakan terdiri dari Tangki Imhoff dengan dimensi panjang 2 m dan lebar 1 m, Kolom Anaerobic panjang 19 m, lebar 9,5 m, Kolam Fakultatif dengan panjang 32 m dan lebar 16 m,, kolam Maturasi panjang 46 m dan lebar 2 3m. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2842</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2842</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2842</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 15 - 21</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2843</identifier>
				<datestamp>2022-02-06T01:25:38Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TEH HIJAU BUBUK DARI DAUN ASHITABA MENGGUNAKAN PROSES SPRAY DRYING</dc:title>
	<dc:creator>M, Endang Srihari</dc:creator>
	<dc:creator>Lingganingrum, Farid Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Ashitaba , spray dryer, maltodekstrin,antioxidant</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Agar daun Ashitaba dapat disimpan dalam waktu yang lama dan mudah dikonsumsi, maka dibuat dalam bentuk bubuk ekstrak teh hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan massa daun ashitaba dan volume pelarut (air) yang terbaik, mengetahui suhu udara inlet pengeringan yang terbaik, serta mengetahui konsentrasi bahan pengisi maltodekstrin terbaik berdasarkan uji organoleptik, kadar air, viskositas, kadar antioksidan, bulk density, solubility, dan wettability. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu : Penentuan perbandingan massa daun ashitaba dan volume pelarut (air) yang terbaik dalam ekstraksi daun ashitaba. Kedua, penentuan suhu udara inlet pengeringan ekstrak daun ashitaba yang terbaik dengan spray dryer. Sedangkan ketiga adalah penentuan konsentrasi maltodekstrin dalam ekstrak daun ashitaba yang terbaik berdasarkan analisa organoleptik, kadar air, bulk density, wettability, solubility, dan kadar antioksidan. Kesimpulan yang diperoleh adalah perbandingan massa daun ashitaba terhadap pelarut air yang tebaik adalah 1 : 5 dengan kadar air 98,9%. Suhu udara inlet spray dryer adalah 170oC dengan penambahan 1,5% maltodekstrin DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2843</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2843</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2843</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 22 - 28</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2845</identifier>
				<datestamp>2022-02-06T01:52:41Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR TEPUNG TERIGU DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN TURBO YEAST</dc:title>
	<dc:creator>Bachtiar, Sofi</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningtiyas, Retno</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Ni Ketut</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bioetanol; fermentasi; hidrolisis; limbah cair tepung terigu; turbo yeast</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebutuhan akan tepung terigu di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, menyebabkan industri tepung terigu meningkatkan kapasitas produksinya sehingga jumlah limbah yang dihasilkan juga semakin meningkat, solusi adalah dengan mengubah limbah cair tepung terigu menjadi produk bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomassa yang mengandung komponen pati atau selulosa. Bahan yang digunakan untuk pembuatan bioetanol dalam penelitian ini yaitu limbah cair tepung terigu serta ragi yang digunakan yaitu Alcotec 48 Turbo Yeast. Pada penelitian pembuatan bioetanol dari limbah cair tepung terigu dengan proses fermentasi menggunakan Turbo Yeast akan menghasilkan suatu bioetanol yang akan dianalisis kadar alkoholnya menggunakan refraktometer alkohol. Kandungan glukosa limbah cair tepung terigu setelah proses hidrolisis sebesar 11% (v/v). Hasil terbaik pada proses fermentasi yaitu pada kadar turbo yeast 10% dan berlangsung pada hari ke 5 yang menghasilkan kadar bioetanol sebesar 37% (v/v). Setelah dilakukan proses optimasi hasil dengan metode Response Surface Methodology (RSM) menggunakan aplikasi Minitab 17 didapatkan kadar turbo yeast optimum sebesar 11.6569% dan waktu optimum fermentasi 5 hari dihasilkan kadar alkohol sebesar 37.2073%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2845</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2845</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2845</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 29 - 34</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2846</identifier>
				<datestamp>2022-02-11T12:33:38Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PRODUKSI GARAM INDUSTRI DARI GARAM RAKYAT</dc:title>
	<dc:creator>Redjeki, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>., Iriani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Garam Industri, Garam rakyat, JAR Test</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan panjang pantai 99,093 km, luas laut 3.257.357 km², dimana hasil garam seharusnya cukup melimpah. Kendala yang dihadapi negara Indonesia adalah hanya sebagian laut/pantai yang dapat menghasilkan garam. Hampir 90% garam di Indonesia berasal dari garam rakyat yang kadar garamnya hanya sekitar 84%, dan ini hanya bisa digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga. Untuk dapat memproduksi garam farmasi atau industri, Indonesia membutuhkan garam dengan persentase kandungan garam yang lebih banyak, padahal kebutuhan garam untuk industri dan farmasi cukup menjanjikan. Oleh karena itu perlu dicari inovasi teknologi untuk dapat menjadikan garam rakyat menjadi garam sesuai standar industri yaitu sekitar 99%. Dalam larutan garam yang diambil dari laut kandungan garamnya mengandung NaCl dan senyawa lain antara lain magnesium, kalsium, dan kalium. Proses peningkatan kadar NaCl hingga 99% sesuai standar garam industri dapat dilakukan dengan cara menurunkan kadar air dan garam lain yang terkandung dalam larutan (MgSO4, CaSO4, CaCl2, MgCl2). Tujuan Penelitian tahun adalah melakukan proses JART Test untuk mengetahui penambahan reagen NaOH dan Na2CO3 yang terbaik dalam pengendapan bahan kimia yang ditambahkan pada proses penghilangan garam selain NaCl dari garam rakyat. Variabel penambahan reagen: 5%, 10%, 15%, 20% berlebih kondisi stokiometri. Penambahan reagen Na2CO3 dan NaOH diperoleh hasil terbaik pada penambahan berlebih 20%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2846</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i1.2846</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 35 - 38</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4117</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:41:13Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KINERJA ANODA TUMBAL Al DAN Zn DALAM MENGENDALIKAN LAJU KOROSI BAJA ASTM A36 DI LINGKUNGAN NaCl 3,5%</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Isni; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Asrori, Nur Moh Faiz; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Natania, Kenangkana; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sacrifical anode; corrosion rate; cathodic protection</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Baja merupakan salah satu bahan utama yang banyak digunakan dalam industri. Ketahanan dan umur  pakai baja sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, salah satunya adalah lingkungan aqeous yang dapat  menyebabkan terjadinya kerusakan baja karena peristiwa korosi. Penanggulangan korosi dapat dilakukan  dengan beberapa metode, salah satunya yaitu metode proteksi katodik, dengan cara memperlakukan struktur  baja yang diproteksi sebagai katoda. Aplikasi dari metode proteksi katodik yang dilakukan pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh temperatur terhadap kinerja anoda tumbal Al dan Zn dalam  mengendalikan laju korosi baja ASTM A36 di lingkungan NaCl 3,5%. Penelitian dilakukan dengan variabel  temperatur pada rentang 30℃ sampai dengan 70℃, menggunakan anoda tumbal Al dan Zn di lingkungan  NaCl 3,5%. Analisa hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan metode potensio dinamik. Hasil analisa  diperoleh anoda tumbal terbaik dalam mengendalikan laju korosi adalah alumunium yaitu dengan nilai ratarata efisiensi penurunan laju korosi anoda sebesar 99,99754 %, sedangkan anoda tumbal zinc sebesar  99,993%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4117</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4117</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4117</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 1-6</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3043</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:56:14Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TINJAUAN NILAI FLUKS PROSES REVERSE OSMOSIS TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI GULA DALAM AIR LEGEN</dc:title>
	<dc:creator>Redjeki, Sri; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur 
Jalan Raya Rungkut Madya No. 1, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Wahyu Ajis</dc:creator>
	<dc:creator>Isriawan, Achmad Romzy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air legen; gula; membran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nira adalah cairan yang mengandung glukosa yang diperoleh dari batang tanaman seperti tebu, bit, sorgum, mapel, atau getah tandan bunga dari keluarga palma seperti aren, kelapa, kurma, nipah, sagu, siwalan dan sebagainya. Nira palma secara umum dalam bahasa Jawa dikenal sebagai legen. Legen dari aren mengandung gula antara 10 – 15%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai fluks terhadap peningkatan konsentrasi gula dalam air legen dengan bantuan membran reverse osmosis. Rancangan penelitian menggunakan alat membran berupa reverse osmosis dengan variabel peubah yang ditetapkan konsentrasi awal legen: 5 %, 7 %, 9 %. Volume umpan: 2000 ml, dan untuk variabel peubah yang dijalankan menggunakan gaya dorong (∆P) (psi): 60,70,80; waktu operasi (menit): 30, 60, 90, 120, 150. Hasil penelitian terbaik nilai konsentrasi gula dalam air legen yaitu yang tertahan pada membran paling tinggi pada ∆P = 60 psi, waktu pemisahan 150 menit, adalah sebesar 7,71 %, dan nilai konsentrasi gula dalam air legen pada permeat paling rendah yakni pada ∆P = 80 psi saat waktu pemisahan mencapai 150 menit sebesar 0,67%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3043</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3043</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3043</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 39-45</dc:source>
	<dc:language></dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3044</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:55:44Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN MAGNESIUM SILIKAT UNTUK ANODA BATERAI LITHIUM BAHAN BAKU AMPAS TEBU</dc:title>
	<dc:creator>Vlany, Dorist; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur 
Jalan Raya Rungkut Madya No. 1, Gunung Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Puspita, Dilla</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecilia</dc:creator>
	<dc:creator>Priyono, Slamet</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ampas tebu; baterai lithium; bittern</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Banyaknya konsumsi gula menimbulkan limbah ampas tebu yang tinggi. Ampas tebu memiliki kandungan silika yang tinggi berbentuk amorft. Tujuan dari penelitian ini mengkaji performa baterai lithium dengan material anoda magnesium silikat yang terbuat dari limbah garam dan ampas tebu serta mengetahui morfologi dari magnesium silikat. Prosedur dari penelitian ini adalah ampas tebu difurnace 600oC kemudian diekstraksi mengunakan NaOH selanjutnya dilakukan proses pencampuran sumber karbon yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan slurry, pembuatan lembaran (coating) dan proses pembuatan coin cell. Peubah yang dijalankan sumber carbonnya yaitu berasal dari gambut dan dextrose. Hasil penelitian menunjukan bahwa magnesium silika dapat bereaksi dengan lithium untuk mengetahui performa elektrokimia dilakukan pengujian Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), Cyclic Voltammetry (CV), dan Galvanostatic Charge–Discharge. Hasil elektrokimia yang terbaik adalah dextrose dibanding gambut dengan hasil CV 1,1709 V; 2,1359 V; dan 2,7502 V, hasil EIS yang didapat 850,6 Ω dan hasil Charge–Dischargenya 29 mAh/g volt.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3044</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3044</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3044</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 46-52</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3045</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:55:03Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI SUPERKAPASITOR</dc:title>
	<dc:creator>Reza, Mutia; Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Kalimantan, Kalimantan Timur Jalan Soekarno Hatta KM 15, Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Kalimantan Timur 76127, Indonesia, (0542) 8530801
(4)Program Studi Teknik Kimia Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia.</dc:creator>
	<dc:creator>Ernawati, Lusi; Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Kalimantan, Kalimantan Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pusfitasari, Memik Dian; Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Kalimantan, Kalimantan Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sylvia, Novi; Program Studi Teknik Kimia Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Noor, Aulia Helida</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Leonardo Gregorius</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">karbon aktif; karbonisasi; kulit pisang; superkapasitor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Superkapasitor merupakan teknologi penyimpanan energi yang menjanjikan dan bisa berasal dari biomassa. Biomassa yang berperan sebagai kapasitor dipreparasi menjadi karbon aktif (KA). Salah satu biomassa yang dapat dijadikan superkapasitor dari hasil karbonisasi yaitu kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karbon aktif yang dapat diaplikasikan sebagai superkapasitor yang telah dimodifikasi menggunakan aktivator pada masing-masing variasi suhu karbonisasi yaitu 250, 270, 290 dan 310°C selama 30 menit. Dilanjutkan dengan pengaktivasian karbon aktif (KA) menggunakan aktivator NaOH, H2SO4, H3PO4 dan ZnCl2. KA yang telah diaktivator melalui pengujian SEM sebagai tahap awal menentukan karbon aktif yang memiliki potensi sebagai superkapasitor untuk selanjutnya dilakukan pengujian XRD, FTIR dan LCR meter. Nilai kapasitansi tertinggi diperoleh sebesar 47,4  F pada KA yang diaktivator menggunakan NaOH dengan suhu karbonisasi 270°C. Adapun nilai kapasitansi terendah diperoleh sebesar 6,52  F pada KA yang diaktivator menggunakan H2SO4 dengan suhu karbonisasi 310°C. Berdasarkan hasil yang diperoleh ini, maka aktivator yang memberikan hasil terbaik bersifat basa yaitu NaOH dan suhu karbonisasi yang efektif digunakan yaitu 270°C dengan kombinasi beberapa variasi yang telah dilakukan.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3045</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3045</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3045</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 53-60</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4118</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:41:57Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERUBAHAN KADAR AIR BAHAN DAUN JERUK PURUT TERHADAP EKSTRAK DAUN</dc:title>
	<dc:creator>Sarosa, Aji Hendra; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Luthfi Kurnia; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Asyikaputri, Devia Ellya; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Rayhan, Hilmy; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhadianty, Vivi; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Nirwan, Wa Ode Cakra; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Hapsari, Safrina; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Bayu, Ardian Indra; Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kadar air; komponen; pengeringan; rendemen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perlakuan awal tanaman, terutama kadar air mempengaruhi hasil ekstrak minyak atsiri, salah satunya  pada minyak daun jeuk purut. Metode vacuum drying pada pengeringan daun jeruk purut dengan kadar air  15% menghasilkan rendemen tertinggi yaitu 1,222% dan kadar sitronelal 64,31%. Pengeringan daun pedada  dengan oven pada suhu 50℃ menghasilkan rendemen tertinggi yaitu 28,79%. Penelitian ini menggunakan  daun jeruk purut yang divariasi kadar air (60-70%; 30-40%; 10-20%) menggunakan oven vacuum pada suhu  50℃; tekanan ±12,3 Kpa. Proses ekstraksi secara soxhletasi dengan solven methanol, n-heksan, dan etil asetat,  serta menggunakan metode destilasi dengan uap air. Hasil ekstrak diukur rendemen dan pengujian GC-MS.  Hasil perhitungan diuji ANOVA untuk mengetahui perbedaan hasil perlakuan. Rendemen tertinggi ekstrak  daun jeruk purut pada kadar air 60-70% dengan pelarut metanol yaitu 58,63%. Rendemen tertinggi pada  kadar air 30-40% dengan pelarut etil-asetat sebanyak 30,99%, dan kadar air 10-20% dengan pelarut nheksana sebanyak 27,41%. Rendemen tertinggi pada distilasi uap yaitu pada kadar air 10-20% sebanyak  1,1833%. Hasil analisis ANOVA yaitu terdapat perbedaan yang nyata antar variabel kadar air dan pada  interaksi antara jenis pelarut dan kadar air, tetapi tidak terdapat perbedaan yang nyata antar variabel jenis  pelarut. ANOVA untuk metode distilasi uap yaitu terdapat perbedaan yang nyata antar variabel kadar air.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4118</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4118</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 7-14</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1647</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:42:04Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRIMETIL BORAK DENGAN ACTIVATED ALUMINA SEBAGAI PENYERAP AIR</dc:title>
	<dc:creator>Widari, Nyoman Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Rasmito, Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Ikhwan, Munirul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Trimetil borak banyak digunakan sebagai aditif dalam cairan hidrolik dan pelumas, pengawet kayu,katalis polimerisasi, dalam proses pengelasan bersih, dan sintesis organik Proses produkasinya menggunakanbahan baku seperti tingkal, asam borak, borak oxida dan metanol. Tujuan dari penelitian ini adalah memberiinformasi agar mendapatkan produk trimetil borak dalam jumlah maksimal dengan metode reaksi methanollangsung yaitu mereaksikan secara langsung antara asam borak dengan metanol dengan rasio mol asam borakdibanding metanol adalah 1:6, 1: 9, 1:12 , 1:15 dan 1: 18 pada suhu operasi 70°C, 80°C, 90°C, tekanan 1atmosfer, lama proses 8 jam tanpa menggunakan katalis yang mana larutan dalam reaktor disirkulasi melewatibahan penyerap air berupa activated alumina berbentuk granul. Hasil proses reaksi dianalisa kadar trimetilboraknya dengan metode titrasi. Dari hasil penelitian menunjukkan konversi bahan baku asam borak palingtinggi terjadi pada reaksi dengan rasio mol asam borat dibanding metanol yaitu 1:15 dengan suhu reaksi 80°Cdidapatkan hasil 68.6 %.Kata kunci : activated alumina.; asam borak; methanol;trimetil borak DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1647</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/1647</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1647</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA; 1-4</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3046</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:54:25Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BIOCHAR DARI CANGKANG BIOMASSA DENGAN PROSES KARBONISASI</dc:title>
	<dc:creator>Siswati, Nana Dyah; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur
Jalan Raya Rungkut Madya No.1 Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60249, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Nur Laily</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, Dinda Mahdiyyah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biochar; karbonisasi; limbah cangkang biomassa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah cangkang biomassa dapat dimanfaatkan sebagai biochar. Cangkang kluwak dan cangkang karet merupakan limbah pabrik rempah, dan limbah perkebunan. Kedua cangkang tersebut mengandung selulosa dan lignin yang merupakan parameter penting dalam pembuatan biochar. Pada penelitian ini, pembuatan biochar dilakukan dengan proses karbonisasi. Variabel yang diuji adalah suhu (200°C, 250°C, 300°C, 350°C) dan waktu karbonisasi (30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit) pada masing-masing cangkang biomassa. Cangkang biomassa terlebih dahulu dianalisa kandungan selulosa dan lignin dengan metode Chesson, kemudian biochar cangkang biomassa dianalisa dengan metode Fixed Carbon untuk mengetahui kadar carbon, abu, air dan volatile matter. Hasil terbaik dari penelitian ini yaitu pada suhu 350°C dan waktu 45 menit. Pada cangkang kluwak didapatkan kadar carbon 92,380%, kadar abu 1,246%, kadar air 3,650% dan kadar volatile matter 2,724%. Pada cangkang karet didapatkan kadar carbon 87,362%; kadar abu 4,956%; kadar air 1,158% dan kadar volatile matter 6,524%. Hasil kadar biochar pada kedua cangkang biomassa sesuai dengan SNI yaitu kadar minimal 65%, kadar abu maksimal 15%, kadar air maksimal 10%, dan kadar volatile matter maksimal 25%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3046</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3046</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3046</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 61-66</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4119</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:42:48Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONDISI PROSES DELIGNIFIKASI TERHADAP SIFAT FISIS TISU DARI JERAMI PADI</dc:title>
	<dc:creator>Suseno, Natalia; Prodi Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Adiarto, Tokok; Departemen Kimia, Universitas Airlangga</dc:creator>
	<dc:creator>Haryanto, Vincentius; Prodi Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Farandi, Raditya; Prodi Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Masui, Gloria Tifany; Prodi Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Ivony, Felia Azzahra; Prodi Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">delignifikasi; lignin; pulp; selulosa; tisu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembuatan tisu pada penelitian ini menggunakan serat dari jerami padi sebagai sumber selulosa,  dimana dilakukan proses penghilangan lignin dua tahap dengan cara melakukan pemasakan serat jerami padi  dengan proses soda menggunakan konsentrasi larutan NaOH 4%-10%, pada suhu 60°C-90°C selama waktu  (1-1,5) jam. Tisu hasil delignifikasi dianalisa untuk mendapatkan pengaruh variabel kondisi proses  delignifikasi terhadap komposisi kimia (selulosa dan lignin) dan sifat fisik tisu yang dihasilkan, antara lain  meliputi kekuatan tarik, daya serap air, dan kemudahan hancur. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah  mendapatkan kondisi optimum proses delignifikasi terhadap komposisi kimia dan sifat fisik tisu yang  dihasilkan. Hasil percobaan menunjukkan semakin tinggi konsentrasi dan suhu delignifikasi akan  meningkatkan kandungan selulosa dan menurunkan kandungan lignin. Kandungan selulosa tertinggi adalah  76,20%, kandungan lignin terendah adalah 0,39%, ketahanan tarik tertinggi adalah 3,034 N/mm2 , daya serap  air tertinggi adalah 118 mm. Semua tisu hasil percobaan mudah hancur oleh air. Kondisi proses terbaik adalah  delignifikasi dengan konsentrasi NaOH 8% dan suhu 80°C  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4119</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4119</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 15-20</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1648</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:44:06Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENAMBAHAN OKSIDATOR TERHADAP SIFAT PENYALAAN BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA</dc:title>
	<dc:creator>Siswati, Nana Dyah</dc:creator>
	<dc:creator>Guntoro, Hanif Kurniawan</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Naufaldy Wira</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tempurung kelapa merupakan limbah perkebunan yang banyak mengandung karbon, sehingga dapatdimanfaatkan untuk bahan briket yang mempunyai nilai kalor cukup tinggi, namun sulit untuk penyalaan awal.Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis dan konsentrasi oksidator yang ditaambahkan pada brikettempurung kelapa agar memiliki sifat penyalaan yang cepat. Briket dibuat dengan metode pirolisis pada suhu5500C. Jenis oksidator yang digunakan adalah KMnO4, KNO3, KClO3, NaNO2, dan K2Cr2O7. Konsentrasioksidator yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%., kemudian ditambahkan perekat sebesar 5%berat dan dicetak. Selanjutnya briket dikeringkan dan dianalisa nilai kalor, kadar air, kadar abu, waktupenyalaan, lama pembakaran, dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besarkonsetrasi oksidator, sifat penyalaan briket arang tempurung kelapa semakin cepat, tetapi kualitasnya menurun.Penyalaan tercepat diperoleh pada penambahan oksidator KMnO4 konsetrasi 20% dengan waktu penyalaan 10detik, laju pembakaran 0,0016gr/det, nilai kalor 5603,26kal/g, kadar air 7,26%, dan kadar abu 5,24%.Kata kunci : briket, oksidator, tempurung kelapa DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1648</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/1648</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1648</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA; 5-9</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3047</identifier>
				<datestamp>2022-06-09T01:30:13Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN SARI TEBU (Saccharum officinarum) DALAM MENGHASILKAN BIOETANOL MELALUI PROSES FERMENTASI</dc:title>
	<dc:creator>Soeprijanto, Soeprijanto; Departemen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Keputih, Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60117, 031-5947274</dc:creator>
	<dc:creator>Mellina, Arin Pashadiera</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzia, Raihana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bioethanol; proses hidrolisis; Saccharomyces cerevisiae; sari tebu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan konsumsi energi yang semakin meningkat. Salah satu alternatif sebagai substitusi bahan bakar minyak adalah bioetanol. Sari tebu adalah cairan berwana coklat kehijauan hasil penggilingan batang tebu dan berpotensi menjadi bahan baku pembuatan etanol biofuel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi nutrient dan yeast Saccharomyches cerevisiae terhadap produksi etanol dari sari tebu melalui proses fermentasi dan untuk mengetahui kadar etanol optimum dalam produksi etanol dengan penambahan variasi nutrient dan yeast Saccharomyches cerevisiae. Prosedur pembuatan bioetanol dengan bahan baku sari tebu dimulai dengan hidrolisis menggunakan HCL 1N, lalu fermentasi gula reduksi menjadi bioetanol dengan menambahkan berbagai variasi nutrient dan yeast Saccharomyches cerevisiae. Selanjutnya untuk pemurnian bioetanol dilakukan proses distilasi pada suhu 78-80°C selama 8 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya variasi penambahan nutrient dan yeast Saccharomyches cerevisiae memiliki dampak yang kurang signifikan terhadap kadar etanol. Sedangkan untuk kadar etanol optimum pada proses fermentasi 3 hari dicapai dengan menggunakan penambahan 0,5% Nutrient + 0,2%Yeast yaitu sebesar 10,46%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3047</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3047</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3047</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 67-72</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1649</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:45:33Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENAMBAHAN POLIMER EVA/VEOVA PADA WATERPROOF CEMENT TERMODIFIKASI</dc:title>
	<dc:creator>Septianingrum, Ayu Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmala, Elisya Dianty</dc:creator>
	<dc:creator>Yulandri, Cory Melyati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">EVA/VeoVA merupakan polimer yang dimodifikasi dengan mortar tahan air yang ramah lingkungan.EVA/VeoVA adalah polimer dengan penambahan ethylene vinyl acetate (EVA) dan versatic acid (VeoVa).EVA mempunyai sifat softness dan fleksibilitas, mempunyai material dengan sifat kemurnian dan kehalusanbaik sehingga dengan penambahan EVA dalam campuran mortar dapat meningkatkan ketahanan terhadapair. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pembuatan Polymer Modified Waterproof Mortar(PMWM) dan untuk mengetahui pengaruh polymer EVA/VeoVa pada penambahan mortar semen. Variabelrasio PMWM (Polymer Modified Waterproof Mortar) menggunakan semen portland dengan rasio materialyaitu rasio pasir/semen 1:3; 1:3,5 dan EVA/VeoVA 1:3; 1:1; 3:1. Prosedur yang digunakan pada percobaanini adalah persiapan dan pengujian sample dengan melakukan uji kuat tekan selama 3,7,dan 28 hari, ujisudut kontak, uji XRF dan uji SEM. Dari penelitian ini didapatkan hasil uji kuat tekan terbaik pada variabelperbandingan semen/pasir silika 1:3 dengan polimer EVA/VeoVa 1:1 sebesar 32,68 MPa, pada uji sudutkontak mendapatkan hasil sesuai dengan literatur yang distandartkan yaitu 95° yang menunjukkan bersifathidrofobik (menolak air), pada uji permeabilitas pada variabel perbandingan semen/pasir silika 1:3 denganpolimer EVA/VeoVa 1:1 sebesar 4 cm. Sedangkan untuk uji XRF pasir silika mendapatkan hasil kandunganterbesar yaitu SiO2 sebesar 91,11%, pasir silika digunakan sebagai bahan pengisi pada mortar.Kata kunci: mortar, polimer, semen portland, waterproof DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1649</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/1649</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1649</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA; 10-15</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4120</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:43:45Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAKSI KULIT PISANG SERTA APLIKASINYA PADA PRODUKSI TAHU</dc:title>
	<dc:creator>Anisa, Hida Arliani Nur; Program Studi Biologi, Jurusan Sains, ITERA</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Myra Wardati; Program Studi Teknik Kimia, Politeknik TEDC</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aktivitas antioksidan; etanol; metanol; tahu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit pisang mengandung senyawa kimia yang bersifat antioksdian diantaranya flavonoid, alkaloid,  tannin, steroid, dan triterpenoid. Adanya kandungan antioksidan ini memungkinkan kulit pisang diekstrak  untuk dijadikan sumber antioksidan tambahan bagi bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  tingkat kekuatan antioksidan ekstrak kulit pisang sebagai antioksidan alami hasil maserasi dari berbagai jenis  pelarut (air, metanol, dan etanol) yang ditambahkan pada produksi tahu. Tahap pertama penelitian dengan  pembuatan ekstrak kulit pisang menggunakan pelarut air, etanol, dan metanol. Tahap kedua dilakukan  pengujian antioksidan ekstrak kulit pisang. Tahap ketiga produksi tahu dengan kombinasi ekstrak kulit pisang  pisang pelarut etanol dan metanol dengan variasi konsentrasi 0%, 2%, dan 4%. Tahap kelima pengujian  aktivitas antioksidan tahu terfortifikasi ekstrak kulit pisang. Metode yang digunakan untuk mengetahui  aktivitas antioksidan melalui metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryl Hidrazil). Hasil analisis aktivitas  antioksidan kemudian digunakan untuk menentukan kekuatan antioksidan (IC50). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa nilai aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada ekstrak kulit pisang hasil maserasi menggunakan  pelarut etanol yakni 70,24% dengan nilai IC50 72,99 dan termasuk ke dalam golongan antioksidan kuat,  sedangkan nilai antioksidan tertinggi pada tahu yakni dengan penambahan ekstrak kulit pisang pelarut  metanol konsentrasi 4% pada masa simpan 0 hari pada suhu ruang. Penggunaan ekstrak kulit pisang dapat  meningkatkan nilai aktivitas antioksidan, meskipun terjadi penurunan dari hari ke hari.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4120</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4120</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 21-27</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1650</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:48:50Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADSORBSI LOGAM BERAT TEMBAGA (CU) DENGAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG KUPANG PUTIH</dc:title>
	<dc:creator>Darmawan, Fairus Rifki Priangga</dc:creator>
	<dc:creator>Nurentama, Fitrian</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati, Titi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan pencemaran logam berat pada lingkungan sangat berbahaya. Salah satu alternatifpengurangan logam berat dalam limbah industri yaitu menggunakan adsorben dari kitosan cangkangkupang putih. Penelitian bertujuan untuk menentukan kondisi optimum kemampuan pengikatan logamberat tembaga oleh kitosan cangkang kupang putih yang meliputi massa adsorben dan waktu kontakkitosan terhadap tembaga saat adsorbsi dan mengetahui daya penyerapan kitosan cangkang kupangputih terhadap tembaga. Pada penelitian ini digunakan variabel massa kitosan 0,7 ; 1 ; 1,3 ; 1,6 dan 1,9(gram), dan waktu adsorbsi 20, 40, 60, 80, dan 100 (menit). Tahapan pada penelitian ini yaitu persiapanbahan, isolasi kitin dari cangkang kupang putih, deasetilasi kitin menjadi kitosan, pembuatan sampellarutan tercemar logam berat Cu, dan adsorbsi Cu dalam larutan CuSO4 oleh kitosan cangkang kupangputih. Adsorben kitosan ini memiliki luas permukaan sebesar 770,960 m2/g mampu menyerap Cu denganbaik hingga 99,41794 % pada waktu kontak 100 menit dengan menggunakan adsorben kitosan sebanyak1 gram.Kata kunci:adsorbsi, kitosan, logam berat DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1650</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/1650</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1650</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA; 16-21</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4121</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:44:46Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK KUALITAS BIOCHAR DARI LIMBAH BATANG UBI KAYU DENGAN PROSES PIROLISIS</dc:title>
	<dc:creator>Redjeki, Sri; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Achyar; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Dwitama, Santa Kristi; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">batang ubi kayu; biochar; pirolisis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ubi kayu biasanya diolah menjadi tepung atau bahan pangan setelah dipanen, namun bagian batang  dari ubi kayu ini hanya termanfaatkan sebanyak 10% dari tinggi total batang yang dapat ditanam kembali,  sisanya menjadi limbah. Limbah batang ubi kayu berpotensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai biochar karena  memiliki kadar C yang tinggi sehingga dapat menyediakan lingkungan yang baik bagi mikroba tanah dan  banyak manfaat lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat biochar dari limbah batang ubi kayu sesuai  dengan SNI dan juga sesuai sebagai syarat pembenah tanah. Kualitas biochar ini dapat diketahui berdasarkan  karakteristiknya, yakni kadar air, abu, zat mudah menguap, dan karbon. Pada penelitian ini digunakan proses  pirolisis dengan hasil yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari variasi kondisi operasi terhadap  karakteristik kualitas biochar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu dan suhu pirolisis  sebesar 30;45;60;75;90 menit serta 250;300;400;450˚C dan diperoleh kondisi yang relatif baik pada suhu  400˚C selama 75 menit yaitu: kadar karbon sebesar 72,43%; kadar abu 8,85%; kadar air 1,64%; dan kadar  volatile matter 17,07%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4121</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4121</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4121</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 28-32</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1651</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:49:39Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PUPUK MULTINUTRIENT BERBASIS SILIKA DARI LIMBAH GEOTHERMAL SLUDGE DENGAN PROSES ASIDIFIKASI</dc:title>
	<dc:creator>Wahyudi, Bambang</dc:creator>
	<dc:creator>Muljani, Srie</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sintesis pupuk multinutrien berbasis silika telah berhasil dilakukan. Pupuk multinutrien adalah pupukyang megandung lebih dari satu nutrient yang dihutuhkan tanaman seperti kalium, nitrogen dan fosfor.Pembuatan gel Si-K-N dan Si-K-Pdilakukan dengan pengasaman larutan kalium silikat menggunakan asamnitrat dan asam fosfat pada rentang pH 5,6,7,8 dan 9. Ekstraksi silika dari geothermal sludge dilakukanmenggunakan laruran kalium hidroksida (KOH) untuk mendapatkan larutan kalium silikat (K2SiO3). Hasilpeneltian menunjukkan bahwa produk yang sesuai dengan standar pupuk adalah pupuk K-Si-N pada pH 5dengan konsentrasi 33,4% K dan Si 18,01. %. Elemen N tidak sesuai dengan standar karena konsentrasi hanya6,55%. K-Si-P Pupuk yang memenuhi standar pada pH 5 dengan konsentrasi K 27,5% dan Si 13,61%. ElemenP tidak sesuai dengan standar yaitu 20,41%. Spektra IR menunjukkan bahwa produk pupuk mengandungkelompok silanol (Si-OH), siloxane (Si-O-Si), kelompok senyawa nitrogen, dan senyawa fosfat.Kata kunci : asidifikasi; fertilizer; geothermal sludge; multinutrien, silika DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1651</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/1651</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1651</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA; 22-27</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1652</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:51:18Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADSORPSI LOGAM Fe DALAM MINYAK NILAM MENGGUNAKAN KITOSAN SISIK IKAN</dc:title>
	<dc:creator>Manalu, Nadia Kresentia</dc:creator>
	<dc:creator>Presetyo, Dimas</dc:creator>
	<dc:creator>Widodo, Laurentius Urip</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak nilam merupakan komoditas ekspor yang besar untuk indonesia. Namun kualitas minyaknilam di indonesia masih sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya logam Fe yangterdapat di dalam minyak nilam. Salah satu cara mengurangi kadar logam Fe tersebut yaitu, menggunakanadsorben kitosan. Kitosan dibuat dari sisik ikan mujair yang telah melewati tiga tahap proses yaknideproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Kitosan yang terbentuk kemudian ditambahkanke dalam 200 mlminyak nilam dengan variasi 1%,2%,3%,4%, dan 5% ke dari berat minyak nilam. Kemudian dilakukanproses pengadukan dengan suhu pemanasan dijaga pada 400C dengan variasi waktu 30,45,60,75, dan 90menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan proses adsorpsi yang paling baik pada penambahan kitosan 5%dengan waktu pengadukan 90 menit yaitu dengan kadar Fe dalam minyak nilam sebesar 5.83 mg / Kg.Kata kunci: , adsorben kitosan; logam Fe; minyak nilam; sisik ikan DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1652</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-10-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/1652</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1652</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA; 28-31</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3048</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:53:03Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ARANG AKTIF SERBUK KAYU JATI MENGGUNAKAN AKTIVATOR H3PO4 DAN MODIFIKASI TiO2</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Lestari Sriani; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur
Jalan Raya Rungkut Madya No.1 Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60249, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Afuza, Diki Sany</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniati, Ely</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arang aktif; asam fosfat; titanium dioksida; kayu jati</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Arang aktif ialah material arang yang memiliki pori-pori yang luas permukaannya besar sehingga sering dimanfaatkan. Tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan serbuk kayu jati dengan menggunakan aktivator H3PO4 dan modifikasi titanium dioksida. Proses yang digunakan dalam pembuatan arang aktif serbuk kayu jati menggunakan proses pirolisis. Serbuk gergaji ditimbang dengan rasio berat awal sebesar 200 gram, 300 gram dan 400 gram. Proses aktivasi arang aktif serbuk kayu jati dilakukan aktivasi secara kimia dan tanpa aktivasi. Pada proses aktivasi kimia arang aktif yang didapatkan dari proses pirolisis direndam dengan menggunakan agen aktivasi asam fosfat dengan rasio konsentrasi yaitu sebesar 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Setelah dilakukan proses aktivasi menggunakan asam fosfat, kemudian dilakukan modifikasi atau penambahan titanium dioksida dengan rasio perbandingan (4:1). Penelitian ini memberikan hasil optimum pada berat awal 200 gram dengan konsentrasi sebesar 15% didapatkan kadar air sebesar 8,75% dan kadar abu sebesar 15,84%. Hasil uji EDX diperoleh penyusun komponen kimia arang aktif ialah arang (C) sebesar 22,27% berat, Oksigen (O) sebesar 33,26% berat, Alumunium (Al) sebesar 0,93% berat, Silikon (Si) sebesar 2,01% berat, Fosfor (P) sebesar 3.12% berat dan Titanium (Ti) sebesar 38,4% berat. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3048</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3048</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3048</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 73-79</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4122</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:45:31Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADSORPSI LOGAM TIMBAL PADA LIMBAH CAIR ARTIFISIAL MENGGUNAKAN ARANG AKTIF ECENG GONDOK</dc:title>
	<dc:creator>Andarista, Fanny Feby; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Huda, Mukhammad Miftakhul; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Dewati, Retno; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adsorpsi; arang aktif; eceng gondok; limbah artifisial; logam timbal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meningkatnya pembangunan di bidang industri menyebabkan peningkatan jumlah limbah cair yang  dihasilkan. Salah satu polutan berbahaya yang terkandung dalam limbah cair adalah logam berat Timbal (Pb).  Mengingat bahaya yang diakibatkan oleh logam timbal, maka dilakukan upaya untuk menurunkan kadar logam  timbal dengan proses adsorpsi. Eceng gondok merupakan tumbuhan yang sering dianggap sebagai gulma,  namun memiliki kandungan selulosa yang tinggi yaitu sebesar 60%. Dalam penelitian ini, eceng gondok dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan arang-aktif, dimana arang aktif tersebut digunakan sebagai adsorben dalam proses-adsorpsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan arang aktif eceng  gondok dalam mengadsorpsi logam berat timbal pada limbah cair artifisial. Pada proses pembuatan arang  aktif, eceng gondok dikarbonisasi pada suhu 300°C selama 30 menit. Arang kemudian diaktivasi dengan Zink  Klorida guna meningkatkan kemampuan penyerapan. Proses adsorpsi dilakukan dengan menambahkan arang  aktif ke dalam limbah cair artifisial dengan variabel massa adsorben 1, 2, 3, 4, 5 gram dan waktu pengontakan  30, 60, 90, 120, 150 menit. Hasil analisis metode Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) diperoleh persentase  penyerapan timbal terbaik yaitu sebesar 99,99% pada penambahan massa adsorben 4 gram dengan waktu  pengontakan 150 menit. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar massa adsorben dan waktu pengontakan  maka semakin tinggi persentaseppenyerapan timbal.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4122</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4122</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4122</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 33-39</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3049</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:52:21Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN INHIBITOR NaNO2 SEBAGAI PENGENDALIAN LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL DALAM  LINGKUNGAN NACl 3,5%</dc:title>
	<dc:creator>Juanda, Muhammad; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur
Jalan Raya Rungkut Madya No.1 Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60249, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Nadia Luthfi</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Dwi Hery</dc:creator>
	<dc:creator>Sani, Sani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">inhibitor; korosi; natrium nitrit; stainless steel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Korosi merupakan kerusakan material dari reaksi kimia antara logam dengan lingkungannya. Peristiwa korosi banyak ditemukan serta menimbulkan kerugian bagi sektor industri dan kemerosotan perekonomi negara. Dampak akibat korosi cukup besar meliputi biaya tambahan produksi, perawatan, perbaikan sampai menurunnya efisiensi peralatan yang mengakibatkan pembengkakan biaya dan menurunnya devisa negara. Pencegahan korosi dapat dilakukan dengan penambahan inhibitor korosi. Pengendalian korosi yang tepat dapat mengurangi kerugian yang terjadi akibat korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi inhibitor natrium nitrit yang terbaik dalam mengendalikan laju korosi pada stainless steel tipe 201, 304 dan 316L dalam lingkungan NaCl 3,5 %. Penelitian ini dilakukan dengan metode polarisasi potensiostat dengan variasi konsentrasi larutan natrium nitrit sebesar 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm dan 700 ppm. Pada penelitian ini didapatkan hasil terbaik dengan penambahan konsentrasi natrium nitrit sebesar 500 ppm memberikan laju korosi pada SS 201 sebesar 0,0854 mpy dengan efisiensi inhibitor sebesar 57,4770%, pada SS 304 laju korosi sebesar 0,0470 mpy dengan efisiensi inhibitor sebesar 68,1758% dan pada SS 316L laju korosi sebesar 0,0046 mpy dengan efisiensi inhibitor sebesar 81,3854. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3049</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3049</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3049</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 80-86</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3050</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:51:30Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARBON AKTIF DARI LIMBAH DAUN JATI MENGGUNAKAN AKTIVATOR LARUTAN KOH</dc:title>
	<dc:creator>Hydhayat, Yusril Wahyu; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur
Jalan Raya Rungkut Madya No.1 Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60249, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Rifai, Much Agung Sarifudin A</dc:creator>
	<dc:creator>Sani, Sani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">activated carbon; potassium hydroxide; pyrolysis; teak leaves</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun jati belum banyak dilirik kegunaannya dan sebagian besar menjadi limbah padat. Limbah daun jati ini merupakan bahan yang berpotensi sebagai pembuatan karbon aktif karena mempunyai kandungan lignin+10%, selulose+28%, dan karbon organic+50%. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentarsi activator serta waktu perendaman yang terbaik terhadap mutu atau kualitas karbon aktif daun jati. Selain itu, juga sebagai bahan alternatif pembuatan adsorben untuk keperluan berbagai industri. Proses pembuatan karbon aktif ini dimulai dengan memotong-motong daun jati hinggga ukurannya mengecil. Kemudian limbah daun jati dipirolisis dengan temperatur 300ᵒC selama 5 jam. Kemudian kabon didinginkan pada suhu kamar sekitar 28ᵒC. Setelah dingin, karbon dihancurkan dan diayak menggunakan ayakan 60 mesh. Karbon diaktivasi menggunakan KOH dengan variasi konsentrasi 0,5M; 1M; 1,5M; 2M;2,5M dengan waktu perendaman selama 12, 16, 20, 24, dan 28 jam. Setelah melewati proses aktivasi, selanjutnya dilakukan filtrasi dan penetralan pH dengan mencuci menggunakan aquadest, diikuti dengan pengeringan menggunakan menggunakan oven selama 2 jam. Hasil terbaik yakni karbon aktif yang diaktivasi oleh KOH 2,5M dan waktu perendaman selama 20 jam dengan daya jerap terhadap iodine sebesar 774,151 mg/g, kadar air 7,0879%, kadar abu 33,2343%, kadar zat mudah menguap 35,3788% dan karbon terikat 24,299%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3050</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3050</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3050</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 87-92</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5072</identifier>
				<datestamp>2025-05-24T10:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PREPARATION OF CALCIUM-POTASSIUM-PHOSPHORUS  (Ca-K-P) AS A MATERIAL FOR SOIL AND PLANT IMPROVEMENT USING THE PRECIPITATION METHOD</dc:title>
	<dc:creator>Muljani, Srie; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Matovanni, Maudy Pratiwi Novia; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pertiwi, Beta Cahaya; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Novanto, Satria Agung; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Yulia S, Putri Arysanti; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Calcium carbonate; fertilizer; potassium hidroksida; precipitation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kalsium karbonat (CaCO3) merupakan material yang banyak terdapat di Indonesia, baik dalam bentuk batuan maupun dalam berbagai jenis limbah cangkang kerang. Penelitian ini memanfaatkan batuan CaCO3 sebagai sumber CaO untuk pembuatan komposit kalsium-kalium-fosfat (Ca-K-P) dengan metode presipitasi. Komposit Ca-K-P dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah masam, perakaran dan kualitas tanaman karena adanya unsur kalsium (Ca), kalium (K) dan fosfor (P). Unsur fosfor merupakan hasil reaksi kimia antara CaCO3 dengan asam fosfat encer (H3PO4) membentuk larutan kalsium fosfat. Proses presipitasi terjadi ketika larutan KOH ditambahkan ke dalam larutan Kalsium Fosfat hingga mencapai tingkat keasaman pada kisaran pH 3 – 11. Suhu sintering pada kisaran 400 – 700℃. Pada pH 10 dan suhu kalsinasi 600℃, diperoleh komposisi produk berupa kalsium oksida (CaO) sebesar 44,60%, kalium oksida (K2O) sebesar 6,65% dan fosfor (P2O5) sebesar 38,58%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-03-02</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/5072</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5072</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 2 (2025); 26-31</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3051</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:50:48Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KINETIKA REAKSI TRANSESTERIFIKASI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS CaO MODIFIKASI</dc:title>
	<dc:creator>Angelia, Diny; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur
Jalan Raya Rungkut Madya No.1 Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 60249, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Permatasari, Geby Prestasindi Winda</dc:creator>
	<dc:creator>Redjeki, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biodiesel; minyak jelantah; transesterifikasi; kinetika; CaO modifikasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Berkurangnya ketersediaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi mendorong manusia untuk menciptakan inovasi dalam bidang energi baru dan terbarukan seperti salah satu contohnya yaitu pembuatan biodiesel dari minyak yang bersumber dari nabati ataupun lemak hewan. Biodiesel yang berasal dari lemak hewan atau minyak nabati memiliki harga yang lebih mahal. Produksi biodiesel dengan harga lebih terjangkau dapat dilakukan dengan menggunakan minyak jelantah. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui suhu serta waktu yang optimal untuk pembuatan biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis CaO modifikasi dan untuk mengetahui kinetika reaksi transesterifikasi dalam produksi biodiesel. Minyak jelantah dalam penelitian ini didapatkan dari limbah rumah makan PT. Onsu Pangan Perkasa outlet “Geprek Bensu” di daerah Rungkut, Surabaya. Minyak jelantah yang didapat terlebih dahulu dilakukan pretreatment. Minyak jelantah hasil pretreatment kemudian di atur pada suhu 40, 45, 50, 55, 60°C dan dicampur dengan larutan metoksid kemudian diaduk pada variable waktu 20, 30, 40, 50, 60 menit. Biodiesel yang didapat kemudian didiamkan, dimurnikan, dan dipisahkan dengan kandungan air di dalam centrifuge. Pada hasil penelitian didapatkan konversi terbesar, yaitu 21,94% pada suhu dan waktu reaksi yaitu 60°C dan 60 menit. Kadar methyl ester total sebesar 98,16%. Reaksi transesterifikasi biodiesel dari minyak jelantah memakai katalis CaO modifikasi sesuai dengan orde satu semu. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3051</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3051</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3051</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 93-100</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4123</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:46:22Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENAMBAHAN ION KALSIUM PADA KRISTALISASI STRUVITE DARI URINE MANUSIA</dc:title>
	<dc:creator>Perwitasari, Dyah Suci; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Saputro, Erwan Adi; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rizquallah, Izal Daffa; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Dimas Ilham; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kasium; P2O5; struvite; urine</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ion kalsium pada pembentukan  Kristal struvite yang dapat digunakan sebagai pupuk dengan pengaruh suhu dan perbandingan molar Struvite  adalah kristal putih secara kimia dikenal sebagai magnesium amonium phosphat hexahydrate  (MgNH4PO4.6H2O). Pupuk struvite dari limbah urine mempunyai keunggulan dari segi ekonomi, karena biaya  produksi pupuk struvite ini jauh lebih murah dan mudah dibandingkan dengan pembuatan pupuk lainnya,  bahkan pertumbuhan, biomassa, dan kandungan klorida tanaman sedikit lebih tinggi jika menggunakan pupuk  urine. Pembuatan struvite ini menggunakan magnetic strirrer dengan perbandingan molar Mg:PO4:Ca dan  suhu sebesar 30°C, 35°C, dan 40°C. Hasil terbaik dari penelitian ini yaitu dengan perbandingan molar  Mg:PO4:Ca 1:1:0 pada suhu 40°C dengan kadar P2O5 sebesar 46,2%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4123</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4123</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4123</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 40-43</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3052</identifier>
				<datestamp>2022-06-08T06:49:30Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENINGKATAN NILAI KALOR BRIKET BLOTONG DENGAN PENAMBAHAN PELEPAH PISANG DAN MOLASE</dc:title>
	<dc:creator>Maulidian, Okta; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur
Jalan Raya Rungkut Madya No.1 Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur 
60249, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Putri Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecillia</dc:creator>
	<dc:creator>Widodo, Laurentius Urip</dc:creator>
	<dc:creator>Edahwati, Luluk</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">briket; blotong; pelepah pisang; molase</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Blotong merupakan limbah biomassa dari industri gula tebu pada stasiun pemurnian nira. Blotong memiliki kandungan karbon yang cukup tinggi sehingga berpotensi untuk dijadikan bahan bakar. Blotong juga mempunyai kadar abu yang cukup tinggi, sehingga perlu ditambahkan bahan lain yang dapat mengurangi kadar abu pada blotong sehingga dihasilkan briket dengan kualitas yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan briket blotong dengan baik serta untuk menentukan komposisi briket terbaik dengan menambahkan pelepah pisang dan perekat molase pada briket blotong sehingga didapatkan nilai kalor terbaik pada briket blotong. Variabel yg digunakan adalah komposisi blotong:pelepah pisang dengan perbandingan (90:10); (80:20); (70:30); (60:40); (50:50) dan konsentrasi perekat (5%; 10%; 15%; 20%; 25%).Hasil penelitian menunjukkan pengolahan blotong menjadi briket dengan penambahan pelepah pisang dan perekat molase terbukti dapat meningkatkan nilai kalor blotong. Nilai kalor pada awal perlakuan adalah 3181 kal/gr. Penambahan pelepah pisang dengan perbandingan blotong:pelepah pisang (90:10) dapat meningkatkan nilai kalor briket blotong berkisar 3632 kal/gr, sedangkan pada komposisi blotong:pelepah pisang (80:20) didapatkan nilai kalor sebesar 3791 kal/gr. Penambahan pelepah pisang dengan komposisi blotong : pelepah pisang masing-masing sebesar (70:30); (60:40); dan (50:50), didapatkan nilai kalor sebesar 3816 kal/gr, 4000 kal/gr, dan 3900 kal/gr.  Nilai kalor terbaik didapatkan pada komposisi briket blotong pelepah pisang (60:40) dengan penambahan perekat 15% yaitu sebesar 4060 kal/gr DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3052</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3052</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3052</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 101-106</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5073</identifier>
				<datestamp>2025-05-24T10:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENETAPAN HEAT RATE PADA PENGERINGAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) MENGGUNAKAN ELECTRIC TUNNEL DRYER</dc:title>
	<dc:creator>Sugiarto, Bambang; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Suranto, Suranto; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Sugandini, Dyah; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Yusuf, Akbar Maulana; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Fitri, Rindiyani Alam; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Murni, Sri Wahyu; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aloe vera; pengeringan; electric tunnel dryer; kadar air, heat rate</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kandungan air yang tinggi pada aloe vera ini memerlukan proses pengolahan lebih lanjut agar memiliki umur simpan yang lebih lama. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah pengeringan. Alat yang digunakan untuk pengeringan ini adalah electric tunnel dryer yang memanfaatkan udara panas dari kompor listrik untuk kemudian dialirkan ke seluruh ruang dryer. Proses pengeringan dilakukan dengan dua perlakuan yang berbeda yaitu digunakan pemanas dengan daya 600 watt dan 900 watt. Pengeringan dengan daya 600 watt membutuhkan waktu selama 8 jam, sedangkan pengeringan dengan daya 900 watt membutuhkan waktu selama 6 jam.  Hal tersebut dikarenakan jumlah energi yang dihasilkan dari daya 900 watt lebih banyak dibandingkan dengan daya 600 watt. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai heat rate terbesar pada daya 600 watt yaitu sebesar 108,78 watt/second, dan nilai heat rate terkecilnya sebesar 63,14 watt/second. Sedangkan pada daya 900 watt nilai heat rate terbesarnya sebesar 137,21 watt/second, dengan nilai heat rate terkecilnya sebesar 91,92 watt/second. Untuk nilai heat rate total dalam satu batch pengeringan menggunakan daya 600watt yaitu sebesar 3880,811 watt/s atau setara dengan 0,001078 kWh, sedangkan pengeringan menggunakan daya 900 watt diperoleh nilai heat rate total sebesar 3783,8181 watt/s atau setara dengan 0,00105 kWh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-03-02</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/5073</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5073</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 2 (2025); 32-38</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5074</identifier>
				<datestamp>2025-05-24T10:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KANDUNGAN SELULOSA PADA LIMBAH KELAPA SAWIT</dc:title>
	<dc:creator>Nandini, Atika; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Arinton, Aditya; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Maulana, M. Rizky; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah kelapa sawit; organisolv; kandungan selulosa; ekstraksi; bleaching</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komponen penyusun utama dari limbah kelapa sawit diantaranya adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin. Komponen selulosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk bahan bakar cair (bioethanol, biediesel, dll) maupun sebagai bahan baku untuk pembuatan nanokomposit. Proses pemisahan atau ekstraksi dibutuhkan untuk memisahkan komponen selulosa tersebut dari komponen-komponen penyusun lainnya. Parameter waktu, suhu dan konsentrasi pelarut menjadi faktor-faktor penentu proses ini. Tujuan penelitian ini antara lain mempelajari pengaruh waktu dan suhu terhadap proses ekstraksi selulosa dengan menggunakan metode organosol). Tahapan proses pada penenlitian ini diantaranya adalah proses ekstraksi dengan pelarut etanol 96% dan katalis asam sulfat 5%, kemudian dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan hidrogen peroksida dengan konsentrasi 2%, serta tahapan akhir pengeringan hasil ekstrak selulosa dengan oven pada suhu 60℃. Hasil ekstraksi selulosa dianalisa persentase kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin dengan metode kuantitatif Chesson. Serbuk selulosa juga dianalisa secara organoleptik berdasarkan standar SNI 0444-2009. Kandungan selulosa tertinggi dengan kadar sebesar 58,71% didapatkan pada kondis suhu 170℃ serta waktu ekstraksi selama 150 menit, sehingga kondisi tersebut ditetapkan sebagai kondisi optimum. Hasil analisa organoleptik menunjukan bahwa serbuk selulosa ini telah sesuai dengan standar SNI 0444 2009.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-03-02</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/5074</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5074</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 2 (2025); 39-44</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5075</identifier>
				<datestamp>2025-05-24T10:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH DEBIT DAN RECYCLE MIKROBA AEROB PADA PENGOLAHAN LIMBAH KERUPUK UDANG DENGAN KONTAK-STABILISASI</dc:title>
	<dc:creator>Setiani, Astri; Teknik Kimia
UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Safira, Lutfia Rima; Teknik Kimia
UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sumada, Ketut; Teknik Kimia
UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati, Titi; Teknik Kimia
UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Perwitasari, Dyah Suci; Teknik Kimia
UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kerupuk udang ; kontak-stabilisasi ; pengolahan limbah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Industri kerupuk udang merupakan sektor yang memiliki potensi untuk menghasilkan limbah dan mengakibatkan pencemaran lingkungan terutama lingkungan perairan disekitar industri. Limbah kerupuk udang memiliki kadar COD dan BOD yang tinggi, jika limbah tersebut dibuang ke lingkungan tanpa adanya pengolahan, maka akan menimbulkan banyak masalah bagi lingkungan seperti terganggunya ekosistem sungai sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kadar COD, BOD, dan menetralkan pH serta mengetahui pengaruh debit limbah masuk dan debit recycle mikroba aerob pada pengolahan limbah industri kerupuk udang menggunakan teknologi kontak-stabilisasi. Proses pengolahan dilakukan menggunakan dua kondisi operasi yang divariasikan yaitu debit limbah masuk sebesar 8liter/jam ; 10liter/jam ; 12liter/jam ; 16liter/jam ; 24liter/jam dan debit recycle mikroba yang divariasi sebesar 4liter/jam ; 5liter/jam ; 6liter/jam ; 8 liter/jam ; 12 liter/jam. Penurunan kadar COD dan BOD paling optimum pada debit limbah masuk 8 liter/jam dan debit recycle mikroba 12liter/jam dengan penurunan kadar COD sebesar 94.10% dan penurunan BOD sebesar 95.48%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil debit limbah masuk, maka penurunan kadar COD dan BOD semakin besar. Sementara itu, semakin besar debit recycle mikroba aerob maka penurunan kadar COD dan BOD semakin besar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-03-02</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/5075</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5075</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 2 (2025); 45-52</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4124</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:47:08Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MODEL MATEMATIKA ISOTHERMAL BIOSORBEN KULIT LABU KUNING SEBAGAI PENGOLAHAN LIMBAH Pb ARTIFISIAL</dc:title>
	<dc:creator>Setiawan, Jainnul; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rabani, Bagus Ibnu Hiban; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Dewati, Retno; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adsorpsi; biosorben; kulit labu kuning; limbah artifisial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit labu kuning adalah bahan yang berpotensi untuk dijadikan biosorben karena mempunyai  kandungan pektin 24,97% - 47,99%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan model matematika  yang sesuai pada proses adsorpsi limbah Pb artifisial dengan biosorben kulit labu kuning serta mempelajari  pengaruh waktu adsorpsi dan massa biosorben terhadap daya adsorpsi biosorben kulit labu kuning dalam  penyerapan limbah Pb artifisial. Proses pembuatan biosorben kulit labu kuning meliputi tahap dehidrasi,  karbonisasi serta aktivasi. Biosorben yang telah terbentuk kemudian ditambahkan kedalam limbah Pb  airtifisial dengan konsentrasi 100 ppm dan diaduk dengan magnetic stirrer selama 15 menit dengan kecepatan  150 rpm dengan variabel massa biosrben 3, 6, 9, 12, 15 gram dengan waktu pengontakan selama 30, 60, 90,  120, 150 menit. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil terbaik pada waktu 150 menit dengan massa  15 gram diperoleh presentase penurunan Pb sebesar 98,07%. Model matematika yang sesuai pada adsorpsi  limbah Pb artifisial dengan biosorben kulit labu kuning adalah model Isoterm Langmuir. Persamaan yang  dihasilkan yaitu 0,8415x + 4,4676 dengan nilai R2 = 0,9777.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4124</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4124</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 44-51</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4125</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:47:45Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TEKNOLOGI NOZZLE SPRAY UNTUK MEMPERCEPAT EVAPORASI AIR LAUT DALAM PRODUKSI GARAM KONVENSIONAL</dc:title>
	<dc:creator>Verbiawan, Erza Anggara; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, Mochamad Rafli; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sumada, Ketut; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Muljani, Srie; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecilia; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">evaporasi; garam; nozzle; spray</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Garam merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa terhindarkan. Salah satunya di  Indonesia yang kebutuhan akan garam rakyat/krosok terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Dalam  pemenuhan kebutuhan garam nasional, kapasitas produksi garam tahunan di Indonesia sangat jauh dibawah  kebutuhan garam nasional tiap tahunnya, sehingga Indonesia melakukan impor garam untuk memenuhi  kebutuhan tersebut. Hal tersebut tentunya menjadi permasalahan baik dari segi ekonomi maupun proses  produksi yang selama ini dilakukan di Indonesia dimana masih menggunakan metode konvensional /tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan inovasi baru terkait teknologi proses  produksi garam yakni dengan menggunakan nozzle spray untuk mempercepat evaporasi air laut untuk produksi  garam, serta mengetahui pengaruh ukuran diameter nozzle dan faktor lain terhadap laju evaporasi air laut.  Metode yang digunakan adalah melakukan pengukuran terhadap temperatur, humidity, kecepatan angin, dan  volume air laut yang teruapkan untuk penentuan laju evaporasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa  diameter nozzle ataupun penggunaan teknologi nozzle spray ini berpengaruh pada kecepatan evaporasi air  laut dimana didapatkan peningkatan laju evaporasi rata-rata sebesar 4.8 x 10-5 m3/m2/detik dengan  penggunaan nozzle berdiameter 1 mm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknologi nozzle spray  mempercepat laju evaporasi air laut dalam produksi garam.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4125</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4125</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4125</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 52-57</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2542</identifier>
				<datestamp>2022-02-06T02:32:28Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENYERAPAN LOGAM MAGNESIUM DENGAN MENGGUNAKAN  BUBUK ALGA MERAH (GRACILARIA SP)</dc:title>
	<dc:creator>Indah, Rahmania Nursy</dc:creator>
	<dc:creator>Saraswati, Sayu Putu Silvana</dc:creator>
	<dc:creator>., Susilowati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adsorpsi; Gracilaria sp; magnesium;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Garam banyak dikonsumsi oleh masyarakat namun ironisnya kualitas garam rakyat belum merata.Magnesium merupakan salah satu unsur yang dapat menurunkan kualitas garam karena dapatmenurunkan kadar NaCl. Upaya peningkatan kualitas garam dapat dilakukan dengan pengendalianbahan baku yaitu air laut melalui metode adsorpsi bahan pengotor berupa magnesium. Alga diketahuimemiliki kemampuan mengadsorpsi logam. Salah satu alga yang berpotensi sebagai adsorben adalahalga merah Gracilaria sp. yang memiliki pori-pori pada permukaannya sehingga memberikan peluanguntuk terjadinya proses adsorpsi. Penelitian ini untuk membuktikan teori bahwa alga yang telah diaktivasidapat digunakan untuk menurunkan logam serta untuk menentukan model persamaan adsorpsi yangsesuai dalam proses adsorpsi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penyerapan terbaikyaitu sebesar 98,236% pada penggunaan 15 gram adsorben Gracilaria teraktivasi dan dengan ukuranpartikel 80 mesh. Proses adsorpsi ini memenuhi persamaan adsorpsi Langmuir. Model persamaanadsorpsi Langmuir yang diperoleh ialah C/Qe = 0,02391K – 0,00685.DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2542</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-05-23</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2542</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2542</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 54 - 58</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4126</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:48:36Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBANDINGAN KARAKTERISTIK BIOBRIKET ARANG AMPAS TEBU DAN BOILER ASH DEGAN PEREKAT VINASE</dc:title>
	<dc:creator>Nurfita, Etti; Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Muzdalifah, Muzdalifah; Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Santi, Sintha Soraya; Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">arang ampas tebu; biobriket; boiler ash; vinase</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Zero waste merupakan aktivitas meniadakan limbah industri dengan memanfaatkannya  kedalam suatu bentuk baru. Arang ampas tebu dan boiler ash merupakan limbah dari industri gula  yang dapat dimanfaatkan sebagai biobriket. Untuk menjaga ketahanan biobriket selama pembakaran  diperlukan perekat. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah vinase yaitu limbah dari  produksi etanol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik biobriket  arang ampas tebu dan boiler ash pabrik gula tebu dengan perekat vinase dan untuk mengkaji komposisi  biobriket terbaik yang dihasilkan pada penelitian sesuai SNI 01-6235-2000. Proses pembuatan  biobriket arang diawali dengan pirolisis ampas tebu pada suhu 300℃ selama 15 menit. Kemudian  mengayak arang ampas tebu dan boiler ash dengan variasi ukuran bahan (20, 40, 60, 80, dan 100) mesh. Arang ampas tebu dan boiler ash dicampurkan dengan perbandingan antara arang ampas tebu  dan boiler ash 100%:0% ; 70%:30% ; 50%:50% ; 30%:70% ; 0%:100%, serta menggunakan perekat  vinase sebanyak 11 gram. Campuran yang homogen dicetak menggunakan pencetak briket berbentuk  silinder berdiameter 3,5 cm. Briket arang dikeringkan dibawah sinar matahari selama 24 jam. Biobriket  terbaik diperoleh pada variasi ukuran bahan 20 mesh komposisi 100% arang ampas tebu menghasilkan  nilai kalor 5.553 kal/g, kadar air 3,58%, kadar abu 11,33%, dan kerapatan 0,47 g/cm3 .  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4126</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4126</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 58-64</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2544</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T22:55:33Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBUATAN AIR DEMINERAL MENGGUNAKAN MEMBRAN  REVERSE OSMOSIS (RO) DENGAN PENGARUH DEBIT DAN  TEKANAN</dc:title>
	<dc:creator>Chairunissa, Aisha Aprilia</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyo, Dika</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyadi, Edi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air demineral; membran; reverse osmosis; total dissolved solid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air merupakan unsur yang memiliki peran penting dalam kehidupan setiap makhluk. Kebanyakankebutuhan manusia terpenuhi menggunakan air mineral yang masih mengandung beberapa mineralanorganik. Tetapi ada beberapa kebutuhan tidak bisa dipenuhi dengan menggunakan air mineral.Sehingga dibutuhkan air yang tidak memiliki kandungan mineral di dalamnya atau disebut air demineral.Untuk menghilangkan kandungan mineral dalam air dibutuhkan suatu proses penyaringan airmenggunakan membrane yang disebut reverse osmosis. Reverse osmosis dapat menyaring berbagaimolekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutanitu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring) kemudian zat pelarut murni bisamengalir ke lapisan berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air mineral menjadi airdemineral dengan metode membrane reverse osmosis serta untuk mengetahui pengaruh debit dantekanan membrane reverse osmosis dalam menurunkan kadar TDS (Total Dissolved Solid). Variabelyang digunakan dalam penelitian ini adalah debit 3-11 liter/menit dan tekanan 1-12 bar. Hasil yangdiperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa membrane RO dapat menghasilkan air demineral dari airbaku pada kondisi operasi yaitu tekanan 12 bar dan debit 9 liter/menit. Kemampuan penyisihan TDSterbesar 98,24% dengan penurunan kadar awal TDS 114 ppm menjadi 2 ppm, sehingga sudah memenuhibaku mutu air demineral.DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2544</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-05-23</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2544</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2544</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 66 - 72</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2545</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T23:02:27Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA LAHAN SAWAH DI  KAWASAN INDUSTRI KABUPATEN SIDOARJO</dc:title>
	<dc:creator>Khasanah, Uswatun</dc:creator>
	<dc:creator>Mindari, Wanti</dc:creator>
	<dc:creator>Suryaminarsih, Penta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">logam berat; polusi industri; persawahan; kontaminasi tanah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan industri berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan seperti perncemaran hasilpertanian yang disebabkan oleh lahan sawah yang tercemar. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi kontaminan logam berat dari limbah industri di persawahan. Penentuan lokasi penelitianmelalui metode purposive sampling, dengan kriteria dekat dengan industri, rumah penduduk, aksesjalan raya, dan irigasi dari sungai yang telah tercemar limbah industri. Berdasarkan kriteria tersebutdiambil 5 sampel tanah dari masing-masing 6 lokasi, dengan total 30 sampel. Sampel tanah diambilpada kedalaman 0-20 cm, ditempatkan dalam kantong polietilen dan dipindahkan ke laboratorium untukdianalisis kandungan logam berat dengan metode AAS, juga dianalisis sifat fisik dan kimia tanahlainnya. Data diolah dengan uji statistik non parametrik. Hasil penelitian didapat tekstur tanah berupalempung berdebu, pH tanah 6,19, C-organik 1,58% dan KTK 5.96 cmol/kg. Kandungan logam berattanah berkisar: Pb(1,3-1,65 mg/kg), Cd(0,14-0,48 mg/kg), Hg(0,58-1,04 mg/kg), Zn(36,2-125,16 mg/kg),Cu(33,91-69,26 mg/kg), Mn(662,11-942,56 mg/kg), dan Fe(1342,72-1738,71 mg/kg). Berdasarkan hasilanalisis model indeks, penelitian menunjukkan bahwa tanah tercemar oleh Hg dan Pb pada kelassedang hingga tinggi namun tidak menimbulkan potensi risiko ekologis terhadap lingkungan.DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2545</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-05-23</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2545</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2545</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 73 - 81</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4127</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:49:17Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKALSIUM OKSIDA DARI CANGKANG KERANG HIJAU DENGAN METODE PRESIPITASI</dc:title>
	<dc:creator>Adji, Nafisa Tera Lintang; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Lucytasari, Silvia Dyah; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Suprihatin, Suprihatin; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cangkang kerang hijau; nanokalsium oksida; presipitasi; sintesis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kerang hijau merupakan jenis kerang yang cukup diminati dan banyak dikonsumsi oleh  masyarakat Indonesia. Pemanfaatan kerang sebagai bahan konsumsi masyarakat ini yang menyebabkan  adanya limbah cangkang yang belum dimanfaatkan secara efektif. Kandungan tertinggi pada cangkang  kerang hijau adalah CaCO3 yaitu sebesar 95,67%. Hal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber  kalsium dalam pembuatan nanokalsium oksida. Teknologi nano dapat digunakan untuk memperkecil  ukuran kalsium sehingga memiliki ukuran sebesar (10-100nm) atau yang disebut dengan nanokalsium.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mensintesis nanokalsium oksida dari limbah cangkang  kerang hijau dan mengetahui karakteristinya dengan menggunakan metode presipitasi. Sintesis  nanokalsium oksida dilakukan dengan mereaksikan serbuk cangkang kerang hijau dengan HCl  konsentrasi 1N,2N,3N,4N dan 5N selama waktu ekstraksi 0,5 jam,1 jam,1,5 jam,2 jam, dan 2,5 jam. Hasil  reaksi kemudian dipresipitasi menggunakan KOH 3N, endapan yang diperoleh dilakukan proses furnace  selama 1 jam pada suhu 600°C. Hasil analisa SSA diperoleh %kadar Ca tertinggi pada konsentrasi HCl  3N dengan waktu ekstraksi 2,5jam yaitu sebesar 93,93% Ca. Hasil analisa SEM-EDX diperoleh bahwa  nanokalsium oskida pada konsentrasi 3N 2,5jam memiliki ukuran partikel dengan range 314-380nm. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4127</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4127</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4127</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 65-69</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2546</identifier>
				<datestamp>2021-11-16T07:24:55Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PIRING KUE BERBAHAN CMC DENGAN PELAPIS  EDIBLE FILM DARI TALAS SATOIMO</dc:title>
	<dc:creator>Sidik, Virgin Citra perdana</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Shinta Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Widodo, Laurentius Urip</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">carboxy methyl cellulose; edible film;pati; piring kue; talas satoimo</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var antiquorum) merupakan salah satu jenis talas yangmemiliki ukuran umbi kecil (small corm taro) disebut juga sebagai talas jepang. CMC (Carboxy MethylCellulose) memiliki rumus molekul C8H16NaO8, bersifat biodegradable, tidak berwarna, tidak berbau,tidak beracun, berbentuk butiran atau bubuk yang larut dalam air namun tidak larut dalam larutanorganik. Penelitian ini memanfaatkan CMC dan pati talas Satoimo dijadikan produk edible film yaituberupa Piring Kue yang dapat dimakan serta untuk upaya mengurangi dampak negatif dari piringkertas yang membutuhkan waktu cukup lama dalam proses penguraiannya di lingkungan. PengolahanEdible film diawali dengan melarutkan 3gr kitosa dengan asam asetat 1%, melarutkan pati satoimo (1;1,5; 2 ; 2,5 ; 3 gr) dengan aquadest. Mencampurkan larutan Pati Satoimo-aquadest kedalam larutankitosan-asam asetat dan 10ml gliserol, dicetak, dioven suhu 70oC. Kemudian melarutkan CMC(0,1;0,2;0,3;0,4;0,5 %w/v) dengan aquadest, didiamkan suhu 4oC, dicetak, dioven suhu 70oC. Kemudianmenggabungkan Edible film dengan CMC dioven suhu 70oC, didiamkan suhu 25oC. Dari hasil penelitiandiperoleh hasil yang optimum, komposisi pati: CMC (3 gram: 0,5%) kuat tarik 0,454 MPa, Kuattekan 0,3572 MPa, Ketebalan 3,92 mm. Serta persentase kelarutan 50 % komposisi pati: CMC (3 gram:0,1%).DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2546</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-05-23</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2546</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2546</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 82 - 89</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2547</identifier>
				<datestamp>2021-11-16T07:25:51Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SELULOSA ASETAT DARI AMPAS SAGU</dc:title>
	<dc:creator>Siswati, Nana Dyah</dc:creator>
	<dc:creator>Wachidah, Aprilia Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Ariyani, Ayu Eka Putri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ampas Sagu; Asetlasi; Emil Heuser; Selulosa; Selulosa Asetat.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanfaatan ampas sagu di Indonesia umumnya masih sangat terbatas. Ampas sagu memilikikandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga memungkinkan untuk dibuat menjadi selulosa asetat.Peningkatan selulosa dapat menggunakan proses asetilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencariwaktu asetilasi dan kecepatan pengadukan terhadap kadar aset yang dihasilkan pada selulosa asetat. Prosedurpembuatan selulosa asetat dari ampas sagu ada beberapa tahap. Tahap pertama adalah isolasi selulosa dariampas sagu. Tahap kedua adalah proses asetilasi dengan menggunakan metode emil heuser yaitu denganmenambahkan asam asetat glacial. Variabel yang dilakukan pada penelitian ini adalah kecepatan pengadukansebesar 150, 250, 350, 450 dan 550 rpm dengan waktu asetilasi 5, 10, 15, 20 dan 25 menit. Pada penelitian inidihasilkan kadar asetil terbesar sesuai SNI sebesar 39,2% yang dilakukan dengan kecepatan pengadukan 350rpm dan waktu asetilasi 15 menitDOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2547</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-05-23</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2547</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2547</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 90 - 94</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4128</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI PENGARUH pH PADA ADSORPSI ACID BLUE 29  MENGGUNAKAN MULTI-WALLED CARBON NANOTUBES</dc:title>
	<dc:creator>Setyopratomo, Puguh; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Srihari, Endang; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Agustriyanto, Rudy; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Widi, Restu Kartiko; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">acid blue 29; adsorpsi; kuat tarik elektrostatik; carbon nanotubes</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencemaran oleh zat warna di limbah cair masih merupakan masalah yang serius hingga saat ini.  Adsorpsi dipandang sebagai salah satu alternatif metode penghilangan zat warna yang prospektif karena  secara teknis layak, mudah dioperasikan dan fleksibel. Pada penelitian ini multi-walled carbon nanotubes  yang disintesa dengan metode chemical vapor deposition diuji kinerjanya sebagai adsorben untuk  menghilangkan zat warna acid blue 29 yang terlarut dalam air . Tujuan penelitian adalah untuk  mengobservasi pengaruh pH terhadap kapasitas adsorpsi multi-walled carbon nanotubes terhadap zat  warna acid blue 29 dan menguji kesesuaian kinetika adsorpsinya terhadap model kinetika pseudo first  order dan pseudo second order. Percobaan adsorpsi dilakukan secara batch dalam gelas kimia dengan  menggunakan pengaduk magnetic yang diputar dengan kecepatan putar konstan sebesar 120 rpm.  Konsentrasi zat warna acid blue 29 diukur dengan medode spektrofotometri pada panjang gelombang  600 – 605 nm. Adsorpsi dilakukan pada empat nilai pH yaitu 2, 3, 5 dan 9. Kapasitas adsorpsi tertinggi  yang dicapai adalah sebesar 60,4 mg/g dengan persen removal sebesar 85,1% yang dicapai pada pH 2. Kinetika adsorpsi acid blue 29 pada pH tinggi, yaitu pada pH 9, mengikuti model kinetika pseudo second order sedangkan pada pH yang rendah, yaitu pada pH 2, mengikuti model kinetika pseudo first order.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi maupun persen penghilangan zat warna  dipengaruhi oleh pH. Nilai pH yang rendah akan meningkatkan muatan positif pada permukaan adsorben  sehingga akan meningkatkan atraksi elektrostatik terhadap senyawa anionik.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4128</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4128</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4128</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 70-75</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4129</identifier>
				<datestamp>2023-11-02T02:50:30Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KATALIS Cu-Zn/𝜸-Al2O3 TERHADAP PROSES DEHIDRASI ETANOL</dc:title>
	<dc:creator>Marbun, Maja Pranata; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sunan Bonang</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Kufana; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sunan Bonang</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyasani, Rensi Dwi; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sunan Bonang</dc:creator>
	<dc:creator>Anindita, Yosita Dyah; Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sunan Bonang</dc:creator>
	<dc:creator>Muttaqii, Muhammad Al; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)</dc:creator>
	<dc:creator>Roesyadi, Ahmad; Institut Teknologi Sepuluh Nopember</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">katalis Cu-Zn/γ-Al2O3; dehidrasi Etanol; dietil eter</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh katalis Cu-Zn/γ-Al2O3 granul dan uji aktifitas katalis pada proses produksi dietil eter. Variabel yang dipelajari yaitu pengaruh loading logam Cu-Zn dan suhu reaksi  terhadap konversietanol dan yield dietil eter. Pembuatan katalis Cu-Zn/γ-Al2O3 granul dilakukan dengan metode impregnasi kering. Perbandingan logam Cu:Zn yang digunakan sebesar 1:1 dan loading logam 5%, 10% dan 15%  dengan ukuran granul kurang lebih 3 mm. Proses dehidrasi etanol dilakukan pada reaktor fixed bed secara kontinyu  dengan fase reaktan berupa gas dan suhu reaksi 100 °C, 125 °C, 150 °C, dan 200 °C. Produk yang terbentuk dikondensasi dan dilakukan analisa Gas Chromatography (GC) untuk mengetahui konsentrasi dietil eter. Karakterisasi katalis dilakukan pada katalis terbaik dari hasil produksi dietil eter. Dalam penelitian ini, didapatkan bahwa loading logam Cu-Zn dan suhu reaksi dapat mempengaruhi konversi etanol, dimana semakin besar loading  logam Cu-Zn dan suhu reaksi, maka konversi semakin besar pula. Sedangkan untuk yield dietil eter mengalami  peningkatan pada suhu 100 °C hingga 150 °C dan mengalami penurunan pada suhu 200 °C. Katalis terbaik yaitu CuZn/ γ-Al2O3 loading 10% menghasilkan nilai konversi sebesar 64,287% dan yield dietil eter sebesar 0,843%  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4129</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4129</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i1.4129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 76-82</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4810</identifier>
				<datestamp>2024-10-31T19:32:04Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pembuatan Biochar Dari Limbah Cangkang Biji-Bijian Industri Rempah dengan Metode Karbonisasi</dc:title>
	<dc:creator>Aqiilah, Fathan Anaan; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Saifullah, Hanif Arya; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Siswati, Nana Dyah; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biochar, karbon terikat, karbonisasi, limbah cangkang, nilai kalor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah cangkang biji-bijian merupakan limbah yang mempunyai kandungan selulosa dan lignin yang banyak sehingga dapat dimanfaatkan menjadi biochar. Limbah cangkang biji-bijian seperti cangkang kluwak, cangkang pala, dan juga cangkang kemiri merupakan limbah dari industri rempah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biochar dari limbah cangkang biji-bijian dengan proses karbonisasi, mencari suhu terbaik untuk pembuatan biochar, dan menguji jenis cangkang yang terbaik untuk diolah menjadi biochar. Pada penelitian ini menggunakan proses karbonisasi dengan variabel suhu 200, 250, 300, 350, dan 400 ℃ dan variabel bahan cangkang kluwak, cangkang kemiri, cangkang pala, dan cangkang biji karet. Limbah cangkang biji-bijian pertama diuij kadar hemiselulosa, selulosa, dan lignin nya dengan metode Chesson. Kemudian dilakukan analisa proksimat pada hasil biochar untuk mengetahui kadar air, kadar abu, volatile matter, karbon terikat, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar terbaik diperoleh pada cangkang kluwak dengan suhu 400℃ yaitu dengan kadar air 2,45%, abu 7,31%, volatile matter 2,15%, dan karbon terikat 88%. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4810</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4810</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024; 1-6</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4811</identifier>
				<datestamp>2024-10-31T19:32:04Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PEMBUATAN NANOKALSIUM OKSIDA CANGKANG KERANG DARAH</dc:title>
	<dc:creator>Kurnyawaty, Noorma; Program Studi Petro dan Oleo Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Adhyasta, Monica Putri; Program Studi Petro dan Oleo Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Kusyanto, Kusyanto; Program Studi Petro dan Oleo Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Adhiksana, Arief; Program Studi Petro dan Oleo Kimia, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cangkang kerang darah, FTIR , nanokalsium oksida,  presipitasi, SEM</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Teknologi nano adalah suatu desain, karakterisasi, produksi dan penerapan struktur, perangkat dan sistem dengan mengontrol bentuk dan ukuran pada skala nanometer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi serta kecepatan pengadukan terhadap pembuatan nanokalsium oksida dari cangkang kerang darah yang meliputi analisa kadar air, yield, analisa kalsium serta analisa ukuran partikel. Proses pembuatan nanokalsium oksida ini dilakukan dengan menggunakan metode presipitasi dengan mereaksikan bubuk cangkang kerang darah dengan HCl konsentrasi 1 N selama waktu ekstraksi 1 jam, 1,5 jam, 2 jam, 2,5 jam dan 3 jam. Hasil reaksi kemudian di presipitasi menggunakan NaOH 3 N sebanyak 40 ml lalu diaduk dengan kecepatan 125 rpm dan 250 rpm. Hasil analisa FTIR menunjukkan bahwa CaO terbentuk pada kedua produk dengan bilangan gelombang 520 cm-1. Waktu ekstraksi dan kecepatan pengadukan optimal pada penelitian ini yaitu 1 jam dan 250 rpm dengan nilai yield yang dihasilkan sebesar 13,1691 % serta ukuran partikel analisa SEM yang dihasilkan sebesar 313,25 nm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4811</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4811</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024; 7-12</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3780</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:53:25Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA KRISTAL DARI BATANG TEMBAKAU</dc:title>
	<dc:creator>Muljani, Srie; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Candra, Adi; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timu</dc:creator>
	<dc:creator>Faiqoh, Iklimatul; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bleaching; hidrolisis asam; nanomaterial; nanoselulosa; tembakau</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Batang tembakau tergolong limbah yang berpotensi untuk dijadikan bahan baku selulosa kristal  dikarenakan kandungan selulosanya yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi  selulosa kristal dari batang tembakau serta mengetahui kondisi terbaik dari sintesis selulosa kristal  berdasarkan waktu bleaching serta konsentrasi asam sulfat. Proses sintesis selulosa kristal dilakukan dalam 3  rangkaian proses yakni proses delignifikasi, proses bleaching, dan proses hidrolisis asam. Proses delignifikasi  dilakukan dengan larutan NaOH 12% dilanjutkan proses bleaching dengan larutan H2O2 2% dengan variasi  waktu 1 jam ; 1,5 jam ; 2 jam ; 2,5 jam ; 3 jam. Analisa kadar selulosa dengan metode Chesson Datta  menunjukkan kondisi terbaik terjadi pada waktu bleaching 1,5 jam dengan kadar selulosa 63,1554%. Proses  hidrolisis asam menggunakan larutan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 20% ; 30% ; 40% ; 50% ; 60%.  Karakterisasi dilakukan dengan analisa FTIR dan SEM. Penelitian menunjukkan bahwa selulosa kristal belum  mencapai ukuran nano. Konsentrasi asam sulfat terbaik dalam mereduksi ukuran selulosa adalah 40%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3780</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3780</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3780</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 46-51</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2558</identifier>
				<datestamp>2021-11-16T07:18:39Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK GUGUS FUNGSI PADA POLIMERISASI  SILIKA SELULOSA</dc:title>
	<dc:creator>Santi, Sintha Soraya</dc:creator>
	<dc:creator>Febriansyah, Harris</dc:creator>
	<dc:creator>Chamida, Rida</dc:creator>
	<dc:creator>Saputro, Erwan Adi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">FTIR; gugus fungsi; modulus ; polimerisasi silika selulosa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">bangannya. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mencari kondisi terbaik dalam prosesmendapatkannya. Silika selulosa didapatkan dari polimerisasi. Polimerisasi silika selulosa dipengaruhioleh kondisi modulus sodium selulosa (Na2.nSiO2), dimana n adalah rasio molar SiO2 dan Na2O. Padapenggunaan modulus yang rendah tidak dapat terjadi polimerisasi, di sisi lain dengan peningkatankosentrasi NaOH berpengaruh terhadap kemurnian silika sehingga menyebabkan tidak dapat terjadipolimerisasi. Untuk menghindari gagalnya proses polimerisasi maka ditambahkan Carboxy MethylCellulose (CMC) yang berfungsi sebagai zat pengikat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik gugus fungsi pada polimerisasi silika selulosa pada berbagai modulus sodiumselulosa. Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu ekstraksi silika dari geothermal sludge, prosespolimerisasi silika selulosa, proses gellin, dan uji FTIR untuk mengetahui gugus fungsi penyusun silikaselulosa. Hasil yang didapatkanyaitu terdapat 4 gugus fungsi penyusun silika selulosa, antara lainalkohol (- OH) dengan rentang panjang gelombang 3433,98 – 3362,84(cm-1 ) ,karboksilat (-COOH)1637,20 – 1617,54 (cm-1 ), siloksan (Si-O-Si) 1065,89 -1042,73 (cm-1 ), dan silanol (Si-OH) 796,63 –788,43 (cm-1).DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2558</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-05-23</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2558</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2558</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 46 - 53</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2034</identifier>
				<datestamp>2022-02-03T00:24:16Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MINERAL STRUVITE DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN REAKTOR KOLOM SEKAT</dc:title>
	<dc:creator>Adiman, Thareq Muhammad Fathan</dc:creator>
	<dc:creator>Feriyanto, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>., Sutiyono</dc:creator>
	<dc:creator>Edahwati, Luluk</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dolomit ; kristalisasi ; struvite</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dolomit sangat berlimpah dialam dengan memiliki kandungan calsium dan magnesium yang cukup tinggi, sehingga dolomit dapat dimaanfaatkan sebagai pembentukan mineral struvite. Manfaat dari Kristal struvite yaitu untuk pupuk lepas lambat yang baik untuk tanaman dimana pupuk struvite ini dapat membantu tanaman untuk tumbuh dengan jumlah pupuk struvite yang sedikit di bandingkan dengan jenis pupuk lainnya karena sruvite merupkan pupuk slow release.Struvite terbentuk dengan mereaksikan senyawa magnesium amonium phospate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh mineral struvite dengan memanfaatkan magnesium dari batuan dolomit sebagai pembentuk kristal struvite menggunakan reaktor sekat.  Pembentukan kristal struvite dengan mereaksikan larutan dolomit, NH4OH, dan H3PO4 perbandingan 1:1:1 dengan variabel peubah yaitu pH (8, 9, 10, 11, 12) dan rate udara (0.25L/menit, 0.5L/menit, 0.75L/menit, 1L/menit, 1.25L/menit). Kristal yang diperoleh dianalisa dengan metode XRF (X-Ray Fluorensence)untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada kristal , XRD (X-Ray Diffractometer), dan SEM (Scanning Electro Microscope). Didapatkan  hasil analisis XRF diperoleh kandungan magnesium dan phosphate tertinggi pada pH 12 dengan rate udara 1L/menit, dengan kandungan magnesium sebesar 14.2% dan phospate sebesar 58,3%.  Kata kunci: dolomit ; kristalisasi ; struvite DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2034</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2034</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2034</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 85 - 91</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2031</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T06:03:10Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN LIMBAH BIOSOLID DAN FLY ASH UNTUK PEMBUATAN BATU BATA</dc:title>
	<dc:creator>Saputro, Erwan Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Yogaswara, Rachmad Ramadhan</dc:creator>
	<dc:creator>Erliyanti, Nove Kartika</dc:creator>
	<dc:creator>Romalawati, Meiswita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">abu terbang; batu bata; biosolid; kuat tekan; semen.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak  Proses pengolahan limbah di industri dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya pengolahan secara fisika, kimia dan biologi. Pada pengolahan limbah secara biologi akan menghasilkan produk samping berupa biosolid. Biosolid ini seperti tanah yang berwarna kuning kecokelatan dengan kandungan senyawa besi oksida (Fe2O3). kalsium oksida (CaO), silika (SiO2), kalium oksida (K2O) dan magnesium oksida (MgO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi batu bata biosolid yang memiliki nilai kuat tekan sesuai dengan SNI. Pada penelitian ini Limbah padat biosolid dibuat sebagai batu bata dengan dicampur abu terbang batu bara dan semen. Komposisi batu bata tersebut meliputi; fly ash dengan kadar 10, 20, 30, 40, dan 50%; semen berkadar 10, 15, 20, 25, dan 30%. Waktu pengeringan yang di terapkan pada penelitian ini adalah 7, 14, 21, dan 28hari. Setelah pengeringan, batu bata diuji kuat tekan-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batu bata yang mempunyai nilai kuat tekan terbaik dan sesuai dengan SNI 15-2094-2000 yaitu batu bata biosolid dengan tambahan fly ash 30% dan semen 25% serta waktu pengeringan 28hari, dengan kuat tekan sebesar 64,51kg/cm2.  Kata kunci: abu terbang; batu bata; biosolid; kuat tekan; semen. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2031</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2031</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2031</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 68 - 72</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2032</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T06:04:17Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BIODIESEL DARI MINYAK JARAK PAGAR DENGAN TRANSESTERIFIKASI METANOL SUBKRITIS</dc:title>
	<dc:creator>Purnomo, Victor</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayatullah, Ach Syarifudin</dc:creator>
	<dc:creator>Inam, AhJazilul</dc:creator>
	<dc:creator>Prastuti, Okky Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Septiani, Eka Lutfi</dc:creator>
	<dc:creator>Herwoto, Rifqi Putera</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biodiesel; metanol subkritis; minyak jarak (Jatropha curcas L.); transesterifikasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Percobaan bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur, dan waktu reaksi terhadap yield dan kandungan biodiesel yang diproduksi dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.). Percobaan dilakukan dalam sebuah reaktor batch dengan kondisi reaksi rasio mol minyak dan metanol adalah 1:30 dengan variabel temperatur reaksi 125oC, 175oC, dan 225oC dengan waktu reaksi 2jam, 4jam, dan 6jam. Kemudian sampel akan dianalisis dengan uji FFA (Free Fatty Acid) dan GC (Gas Chromatography). Hasil analisis dapat digunakan untuk menentukan yield biodiesel. Peningkatan temperatur, menunjukkan bahwa nilai FFA cenderung menurun sedangkan nilai yield meningkat. Semakin lama waktu reaksi maka nilai FFA cenderung menurun sedangkan nilai yield meningkat. Total jumlah % area Methyl ester pada metode metanol subkritis 68,19% degan komponen terbesar adalah methyl oleat sebesar 38,108%. Nilai FFA terbaik pada rasio mol 1:30, temperatur 225 oC sebesar 2,12% sedangkan nilai yield terbaik pada rasio mol 1:30, temperatur 225 oC, waktu 6 jam sebesar 98,9%. Pada percobaan dapat diketahui nilai optimasi yang didapatkan pada variabel 1:30 dengan temperatur 225oC dan waktu 6jam pada pembuatan biodiesel dengan metode transesterifikasi minyak jarak (Jatropha curcas L.) dengan metanol pada kondisi subkritis.   Kata kunci: biodiesel;  metanol subkritis; minyak jarak (Jatropha curcas L.); transesterifikasi DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2032</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2032</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2032</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 73 - 79</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2033</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T06:05:23Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KUALITAS KOMPOSISI ADSORBEN BERBAHAN BAKU LUMPUR PANAS SIDOARJO</dc:title>
	<dc:creator>Astuti, Dwi Hery</dc:creator>
	<dc:creator>., Sani</dc:creator>
	<dc:creator>Fadilla, Arfianti Kurnia Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Mahendra, Yusril Ihza</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adsorben ; aktivasi ; alumina ; asam sulfat ; lumpur panas Sidoarjo ; silika</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lumpur panas Sidoarjo dapat dimanfaatkan sebagai adsorben karena memiliki kandungan SiO2 sebesar 47,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu aktivasi dan konsentrasi asam sulfat (H2SO4) pada proses aktivasi terhadap kualitas komposisi produk adsorben. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbandingan silika (SiO2) dengan alumina (Al2O3) pada produk yang telah dibuat untuk dibandingkan dengan adsorben yang beredar di pasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah aktivasi secara kimia. Aktivasi ini berfungsi untuk memperbesar pori-pori suatu zat menggunakan zat aktivator. Proses aktivasi kimia dilakukan dengan cara mencampur larutan aktivator H2SO4 (1N, 2N, 3N, 4N, 5N) dengan serbuk lumpur panas Sidoarjo selama variabel waktu yang ditentukan (1jam; 1,5jam; 2jam; 2,5jam; 3jam) pada suhu 100oC. Sebelum dan sesudah proses aktivasi, serbuk lumpur panas Sidoarjo dianalisa komposisi dan luas permukaannya. Hasil yang didapatkan setelah proses aktivasi terdapat perubahan persentase antara SiO2, Al2O3, dan Fe2O3, dan juga penambahan luas permukaan pori. Pada data adsorben lumpur panas Sidoarjo dengan aktivator H2SO4 5N 2,5jam memiliki komposisi SiO2 sebesar 78,1%, Al2O3 sebesar 12%, Fe2O3 sebesar 5,78% dan luas permukaan sebesar 170,539 m2/g.  Kata kunci : adsorben ; aktivasi ; alumina ; asam sulfat ; lumpur panas Sidoarjo ; silika DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2033</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2033</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2033</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 80 - 85</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2024</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T23:40:50Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA EKSTRAKSI FLAVONOID DARI BUAH PARE DENGAN PELARUT ETANOL</dc:title>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma</dc:creator>
	<dc:creator>Astari, Rifky Zulindah</dc:creator>
	<dc:creator>Irmawati, Novia Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstraksi ; flavonoid ; koefisien perpindahan massa ; pare.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pare merupakan sejenis tumbuhan merambat yang dimanfaatkan sebagai senyawa antioksidan. Kandungan kimia buah pare adalah flavonoid, saponin, steroid, vitamin A, B, dan C. Kandungan flavonoid inilah yang dapat digunakan sebagai senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien perpindahan massa (KLa) dari proses ekstraksi flavonoid buah pare. Pengambilan flavonoid dilakukan dengan ekstraksi menggunakan  labu leher tiga yang dilengkapi pengaduk, termometer, pendingin balik, dan penangas air. Ekstraksi 20 gram bubuk pare dengan etanol 70% dilakukan pada suhu 60oC, 65oC, 70oC, 75oC, dan 80oC dengan kecepatan pengadukan 300rpm dan waktu 1, 1.5, 2, 2.5, 3jam. Proses ekstraksi ini menghasilkan flavonoid terekstrak sebesar 0,2501gr/ml, 0,2616gr/ml, 0,2773gr/ml, 0,2798gr/ml, dan 0,2791gr/ml. Suhu optimum dalam pengambilan flavonoid adalah pada suhu 75oC dengan koefisien perpindahan massa (KLa) yang diperoleh sebesar 0,2879 jam-1.Kata Kunci : ekstraksi ; flavonoid ; koefisien perpindahan massa ; pare. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2024</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2024</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2024</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 40 - 44</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2023</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:56:36Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FOTODEGRADASI ZAT PEWARNA TEKSTIL (RHODAMIN B) MENGGUNAKAN ADSORBEN BERBASIS MATERIAL KOMPOSIT KALSIUM TITANATE (CATIO3)</dc:title>
	<dc:creator>Ernawati, Lusi</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuono, Ruri Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Maharsih, Inggit Kresna</dc:creator>
	<dc:creator>Yusariarta, Ade Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Laksono, Andromeda Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Kartikowati, Christina Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Nandiyanto, Asep Bayu Dani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CaTiO3; fotodegradasi ; fotokatalisis ; pewarna tekstil ; rhodamine B</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komposit nanopartikel kalsium titanate (CaTiO3) berhasil disintesis melalui metode solid-state dan proses kalsinasi menggunakan kalsium karbonat (CaCO3) dan titanium oksida (TiO2) anatase. Bahan awal ditetapkan dalam perbandingan molar CaCO3/TiO2 yakni (1:1), (1:5), dan (1:7). Kedua bahan campuran CaCO3 dan TiO2 dilarutkan dan dihomogenkan melalui pengadukan. Campuran larutan yang telah homogen, diendapkan, dikeringkan dan dikalsinasi menggunakan suhu 900oC. Morfologi dan sifat mikro struktural dari bahan CaTiO3 dikarakterisasi menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan analisis energy dispersive X-ray (EDX). Komposit nanopartikel CaTiO3 selanjutnya digunakan untuk fotodegradasi zat pewarna Rhodamine B (RhB) di bawah sinar lampu UV. Hasil investigasi menunjukkan bahwa mekanisme penyerapan (adsorbsi) RhB dan sifat fotokatalitik dari CaTiO3 sangat tergantung pada komposisi bahan awal. Studi kinetika menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalitik reaksi CaTiO3 terhadap RhB mengikuti model kinetika orde pertama. Lebih lanjut, 100mg RhB dapat terdegradasi sebesar 97.37%  23.34% pada penggunaan komposisi CaTiO3 sebanyak 0.5 hingga 2.0g dalam waktu 40menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotokatalis berbasis komposit CaTiO3 sangat efektif dalam mendegradasi zat pewarna RhB. Hal ini dikaitkan dengan besarnya luas permukaan aktif katalis serta kemampuan menghasilkan ion radikal pendegradasi RhB dari proses pemisahan muatan.  Kata kunci: CaTiO3; fotodegradasi ; fotokatalisis ; pewarna tekstil ; rhodamine B DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2023</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2023</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2023</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 32- 39</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2025</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T23:45:52Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROPAGASI  DAN BIOSINTESIS KANDUNGAN GINGEROL, SHOGAOL DAN ZINGERONE (GINGER OIL ) DARI KALUS JAHE EMPRIT (Zingiber majus R.) DENGAN PERLAKUAN JENIS MEDIA DAN MACAM KARBOHIDRAT</dc:title>
	<dc:creator>Prakoeswa, Sri Arijanti</dc:creator>
	<dc:creator>Tanowidjaya, Ribkahwati</dc:creator>
	<dc:creator>Suryaningsih, Dwie Retna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Biosintesis Gingerol, Shogaol dan Zingerone,Eksplan ;Propagasi ;Kalus jahe Emprit.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jahe Emprit (Zingiber majus R.) adalah salah satu diantara tanaman rempah-rempah yang memiliki manfaat ekonomis yang  tinggi sebagai rempah, minyak atsiri, pemberi aroma, ataupun sebagai obat . Kandungan komponen kimia jahe adalah Gingerol, Shogaol dan Zingerone (Ginger oil). Kandungan tersebut mempunyai efek farmakologi dan fisiologi seperti antioksidan, anti imflammasi, analgesik, antikarsinogenik non-toksik dan mutagenik Tujuan khusus penelitian ini sebagai berikut (1) Mengetahui kualitas kalus yang dihasilkan (friabel atau kompak )  sesuai untuk mikro propagasi jahe Emprit (2)Mengetahui jenis media dan karbohidrat yang ditambahkan  sesuai untuk meningkatkan biosintesis pada kalus jahe Emprit dalam menghasilkan ginger oil . Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berfaktorial dengan dua faktor. Faktor I : Media dasar MS  dan VW dan Faktor II: Macam – macam karbohidrat yaitu glukosa fruktosa dan sukrosa. Terdapat enam kombinasi perlakuan diulang 5x dengan 4 sampel; kemudian dicari produksi kalus friabel dan kandungan ginger oil yang terbaik. Hasil Penelitian ini adalah (1) kuantitas kalus terbanyak ada pada kalus jahe Emprit dengan perlakuan media MS dan perlakuan fruktosa (2) kualitas  jahe Emprit dengan media MS dan fruktosa adalah  friabel, kalus ini dapat digunakan sebagai  bahan tanam mikro - propagasi jahe Emprir ;pada perlakuan lainnya cenderung kompak kalus ini lebih sesuai untuk peningkatan ginger oil    Kata Kunci : Biosintesis Gingerol, Shogaol dan Zingerone,Eksplan ;Propagasi ;Kalus jahe Emprit. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2025</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2025</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2025</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 45 - 50</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2026</identifier>
				<datestamp>2020-05-19T05:59:34Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EUGENOL DARI DAUN CENGKEH MENGGUNAKAN METODE STEAM-HYDRO DISTILLATION MICROWAVE DENGAN VARIASI PERLAKUAN BAHAN DAN DAYA OPERASI</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Nungki Merinda</dc:creator>
	<dc:creator>Elsania, Farin</dc:creator>
	<dc:creator>Muyassaroh, Muyassaroh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Cengkeh; Daya; Eugenol; Steam Hydro Destilation Microwave; Perlakuan Bahan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengambilan Eugenol dari daun cengkeh menjadi upaya untuk memanfaatkan daun cengkeh yang kerap kali dianggap sebagai sampah dan tidak memiliki nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan minyak atsiri dari daun cengkeh dengan variasi perlakuan bahan dalam memperoleh yield dan randemen yang maksimal dan mengetahui daya operasi dalam proses Steam Hydro Destilation Microwave. Metode yang digunakan untuk pengambilan Eugenol dari daun cengkeh yaitu metode Steam Hydro Destilation Microwave. Berdasarkan analisa, rendemen terbaik yaitu sebesar 1,65% didapatkan pada daya 260 watt dan pada perlakuan bahan diangin-anginkan. Kadar terbaik didapatkan pada perlakuan bahan yakni diangin anginkan dan pada daya 260 watt yaitu 92,67%. Sedangkan pada daya 230 watt, kadar Eugenol belum mencapai optimal dan pada daya 290 watt kadar Eugenol menurun dari hasil optimal. Daya operasi dan perlakuan bahan mempengaruhi kadar Eugenol yang dihasilkan karena pada daya tertentu Eugenol mencapai titik optimal dan perlakuan bahan yang paling baik adalah yang sedikit mengandung air.  Kata kunci: Daun Cengkeh; Daya; Eugenol; Steam Hydro Destilation Microwave; Perlakuan Bahan. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2026</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2026</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2026</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 51 - 57</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2028</identifier>
				<datestamp>2022-02-03T00:10:04Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADSORPSI Fe3+ DARI LARUTAN Fe2(SO4)3 DENGAN KITOSAN CANGKANG KUPANG PUTIH</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Dwi Kirana Ika Candra</dc:creator>
	<dc:creator>Effendi, Anggi Aulia Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Saputro, Erwan Adi</dc:creator>
	<dc:creator>Sumada, Ketut</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adsorpsi; kitosan; logam Fe3+</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kitosan merupakan kitin yang telah dihilangkan gugus asetilnya dengan menggunakan basa kuat. Dalam limbah cangkang kupang mengandung 2% kitin. Limbah cangkang kupang, jumlahnya melimpah dan mudah diperoleh. Dengan memanfaatkan limbah cangkang sebagai kitosan, akan turut mengurangi terjadinya pencemaran tanah dan polusi udara. Penelitian ini untuk menentukan kondisi optimum proses adsorpsi logam Fe3+ menggunakan kitosan dari cangkang kupang putih guna mencari berat kitosan, konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 terhadap adsorpsi logam Fe3+ oleh kitosan, dan menentukan model persamaan adsorpsi yang sesuai dalam  proses adsorpsi logam Fe3+ dengan kitosan cangkang kupang putih. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi. Didapatkan hasil yakni, persen penyerapan logam Fe3+ yang terbaik pada penambahan kitosan 4gr dengan konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 300ppm sebesar 99,9896%. Proses adsorpsi ini tidak memenuhi persamaan adsorpsi Freundlich, tetapi memenuhi pada persamaan adsorpsi Langmuir. Model persamaan adsorpsi Langmuir yang diperoleh ialah,  Jumlah penambahan kitosan yang terbaik ialah 4gr pada konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 900ppm dengan nilai Xm/m = 0,025190.  Kata Kunci : adsorpsi; kitosan; logam Fe3+ DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2028</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2028</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2028</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 58 - 62</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2040</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T23:49:19Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GARAM SEHAT RENDAH NATRIUM MENGGUNAKAN METODE BASAH</dc:title>
	<dc:creator>Redjeki, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Muchtadi, Dimas Faizal Akbar</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Muhamad Reza Arief</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">garam konsumsi ; garam sehat ; hipertensi ; kalium klorida ; natrium klorida.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Garam konsumsi (NaCl) merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, diantaranya sebagai bumbu dan pengawet makanan. Selama ini kebanyakan orang mengonsumsi makanan hanya memikirkan selera dan rasanya saja sehingga kurang memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Hipertensi adalah salah satu permasalahan dalam tubuh, karena peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Sebenarnya, garam konsumsi yang dijual bukanlah penyebab dari meningkatnya tekanan darah. Namun, kandungan natrium di dalam garam itulah yang menyebabkan hipertensi. Garam sehat diharapkan dapat menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi yang memiliki kadar maksimum natrium sebesar 60% berat dan kadar kalium maksimum sebesar 40% berat. Pada penelitian ini akan dibuat garam rendah Natrium dengan penambahan Kalium Klorida (KCl) sebagai bahan campuran. Kadar Natrium dalam garam konsumsi nantinya akan menurun dengan penambahaan kalium klorida, penambahan dilakukan dengan perbandingan massa NaCl dan KCl 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, 3:1 dari total massa bahan yang nantinya setiap bahan akan dilarutkan dan diaduk menjadi satu dengan suhu pengadukan 40°C, 70°C, 100°C. Diaduk hingga terjadi proses rekristalisasi. Perbandingan yang paling baik dalam percobaan ini,  untuk mendekati garam dengan kadar NaCl 60% dan KCl 40%, yaitu pada perbandingan massa NaCl dan KCl 1:1 pada suhu 70°C. Kata kunci : garam konsumsi ; garam sehat ; hipertensi ; kalium klorida ; natrium klorida. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2040</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2040</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2040</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 63 - 67</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4822</identifier>
				<datestamp>2024-11-13T04:36:14Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GARAM INDUSTRI DARI GARAM RAKYAT DENGAN PENAMBAHAN REAGEN Na2CO3 DAN NaOH</dc:title>
	<dc:creator>Redjeki, Sri; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Muhammad Adam; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Krisnanto, Ardo; Teknik Kimia, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">garam industri; garam rakyat; impurities; rekristalisasi;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Garam merupakan salah satu bahan penting yang banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun bidang industri. Di Indonesia, sumber produksi garam berasal dari garam rakyat yang masih memiliki kualitas rendah dengan kadar NaCl sekitar 84%. Rendahnya kualitas garam disebabkan oleh masih banyaknya bahan impurities seperti MgCl2, MgSO4, CaSO4, dan lain-lain. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas garam rakyat dengan menggunakan metode rekristalisasi disertai penambahan reagen kimia Na2CO3 dan NaOH agar garam yang dihasilkan sesuai dengan SNI garam industri. Penambahan reagen kimia tersebut digunakan untuk mengikat impurities pada garam rakyat (Ca2+dan Mg2+) sehingga membuat kadar NaCl meningkat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi penambahan konsentrasi Na2CO3 dan NaOH secara berlebih (excess) menurut kebutuhan stokiometri, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Garam dilakukan uji AAS untuk mengetahui kadar Ca2+ dan dan Mg2+ serta uji titrasi argentometri untuk kadar NaCl. Hasil terbaik diperoleh dengan penambahan Na2CO3 sebesar 0% dan NaOH sebesar 20% menghasilkan garam dengan kadar NaCl 97,27%, kadar Ca2+ 0,038% dan kadar Mg2+ 0,0196%. Kemurnian garam ini telah memenuhi spesifikasi dari garam industri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4822</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4822</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024; 13-19</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2297</identifier>
				<datestamp>2022-02-23T05:01:33Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARBON AKTIF DARI BATUBARA LIGNITE DENGAN PROSES AKTIVASI MENGGUNAKAN HIDROGEN FLOURIDA</dc:title>
	<dc:creator>Novananda, Ajie</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Ira</dc:creator>
	<dc:creator>Sani, Sani</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Dwi Hery</dc:creator>
	<dc:creator>Suprianti, Lilik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aktivasi fisika ; aktivasi kimia ; batubara ; hidrogen fluoride ; carbon aktif ; lignit.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lignit merupakan jenis batu bara yang mengandung banyak pengotor dan memiliki nilai kalor relatif rendah sehingga tidak banyak dimanfaatkan untuk bahan bakar, tetapi mengandung senyawa karbon yang cukup tinggi sehingga mempunyai peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karbon aktif. Pada penelitiaan ini dilakukan sintesa lignit menjadi karbon aktif dengan menggunakan aktivator Hidrogen Florida (HF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator HF dan suhu aktivasi pada pembuatan karbon aktif dari batubara lignit. Proses sintesa lignit menjadi karbon aktif diawali dengan melakukan preparasi batubara melalui proses karbonasi pada temperatur 500oC selama 2 jam. Selanjutnya serbuk batu bara dihaluskan dan  diayak untuk diperoleh ukuran yang seragam 100 mesh. Serbuk batu bara direndam pada larutan HF dengan perbandingan 1:10. Konsentrasi larutan HF bervariasiasi sebesar: 2, 2,5, 3, 3,5, 4 % volume. Perendaman dilakukan selama 5 jam pada temperatur 30oC, kemudian larutan disaring dan residu batu bara diaktivasi menggunakan furnace dengan variabel temperatur 700; 750; 800; 850; 900 oC selama 2 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karbon aktif terbaik didapatkan pada konsentrasi HF 4% dan suhu aktivasi 900oC dengan daya serap terhadap iodin (I2) sebesar 810,75 mg/g, kadar air 1,9992%, kadar zat terbang 0,192%, kadar abu 5,408% dan fixed carbon mencapai 92,401%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2297</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2297</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2297</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 8 - 14</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2298</identifier>
				<datestamp>2021-11-16T07:14:47Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBUATAN GREEN DIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK (Cei-ba pentandra) MENGGUNAKAN KATALIS NiMo/ɣ-Al2O3 DENGAN PROSES HIDROGENASI DAN FRAKSINASI</dc:title>
	<dc:creator>Ristanti, Rahmadita Aulya</dc:creator>
	<dc:creator>Sagara, Bangkit Putra</dc:creator>
	<dc:creator>Murti, SD Sumbogo</dc:creator>
	<dc:creator>Redjeki, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Green Diesel; Hidrogenasi; kapuk; katalis NiMo/ ɣ-Al2O3; minyak biji</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Potensi minyak biji kapuk untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati sangatlah besar karena minyak biji kapuk tidak dapt dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehingga tidak mengganggu ketahanan pangan membuatnya menjadi bahan baku potensial untuk sintesis green diesel. Pre-treatment minyak biji kapuk dilakukan untuk mengurangi kadar FFA (Free Fatty Acid) yang terkandung sebelum di proses menjadi green diesel. Proses hidrogenasi dilakukan dengan bantuan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3.  Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat green diesel dari minyak biji kapuk menggunakan proses hidrogenasi dan fraksinasi dengan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3 serta mengetahui karakterisasi green diesel dengan bahan baku minyak biji kapuk. Kondisi yang dijalankan yaitu waktu reaksi ( 2 x 30 menit, 2 x 60 menit, dan 2 x 90 menit) dengan tekanan awal 30 bar, temperatur reaksi 400 ℃ dan dijalankan 2 stage. Dari hasil penelitian didapatkan waktu terbaik pembuatan green diesel yaitu 2 x 60menit. Sedangkan untuk hasil karakterisasi didapat bahwa untuk kandungan sulfur, pour point, cloud point dan cetane number memenuhi standar SNI, namun untuk nilai kinematic viscosity belum memenuhi standar SNI.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2298</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2298</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2298</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 15 - 20</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2300</identifier>
				<datestamp>2021-11-16T07:16:17Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DEMINERALISASI AIR AC DENGAN MEMBRANE REVERSE OSMOSIS</dc:title>
	<dc:creator>Akbar, Dika Restu</dc:creator>
	<dc:creator>Kuspambudijaya, Akbar Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Isni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">air demin ; demineral ; reverse osmosis ; selaput</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proses demineralisasi merupakan proses penghilangan garam mineral di udara, sehingga udara yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi. Air demin merupakan produk air yang memiliki kandungan mineral olahan di dalamnya atau air yang tidak mengandung mineral. Penelitian ini menggunakan proses Reverse Osmosis. Membrane reverse osmosis adalah membran semi berpori yang melepaskan molekul menggunakan tekanan lebih besar dari tekanan osmotik yang dilakukan secara alami untuk menghilangkan udara yang terkontaminasi dalam prosesnya. Peneliti menggunakan air limbah AC sebagai bahan utama, dan menggunakan membrane reverse osmosis, jenis membran spiral, bahan membran poliamida, komposit film tipis. Penelitian dilakukan dengan tekanan 30, 50, 70psi dan waktu operasi 20, 40, 60, 80, 100menit. Hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, kadar udara AC yang memenuhi baku mutu air demineralisasi adalah nilai TDS pada tekanan 50psi dengan waktu operasi 100menit, total coliform terbaik pada tekanan 50psi dengan waktu operasi 100menit yang tidak menghasilkan total coliform, dan kadar timbal (Pb) pada 30psi dengan waktu operasi 80menit.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2300</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2300</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 28 - 33</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2301</identifier>
				<datestamp>2021-11-16T07:16:59Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS KOMPOSIT FIBER-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI DAN PULP DENGAN METANOL</dc:title>
	<dc:creator>Muhammad, Aulia Azra</dc:creator>
	<dc:creator>Venisia, Devira Andyna</dc:creator>
	<dc:creator>Dewati, Retno</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstraksi., Fiber-Silika ; komposisi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Komposit merupakan suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing – masing bahan berbeda atau sama lainnya. Saat ini banyak dikembangkan komposit berbasis serat alami sebagai pengganti serat sintetis, salah satunya adalah Komposit Fiber-Silika yang berasal dari proses sintesis pulp dengan abu sekam padi dengan adanya penambahan asam pada proses asidifikasi. dipilih sumber silika dari abu sekam padi karena sumbernya yang berlimpah, mudah diperoleh, dan dapat meningkatkan daya guna dari limbah pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sintesis silika-selulosa dari sodium silika dan pulp dengan pengaruh metanol yang berfungsi untuk meregenerasi selulosa sehingga membentuk fiber. Proses yang digunakan adalah proses ekstraksi. Abu sekam padi di ekstraksi dengan larutan natrium hidroksida, kemudian dicampur dengan larutan pulp. Dari hasil penelitian yang didapat, komposit Fiber-Silika dapat dibuat menggunakan fiber selulose dari silika dan pulp dengan metanol. Pencampuran pulp dengan metanol mampu meregenerasi selulose dan membentuk presipitat fiber selulose. Kemudian, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, kadar silika terbesat terdapat pada pulp 0,3 gram pH 6 dengan kandungan sebesar 97,6 %.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2301</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2301</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2301</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 34 - 39</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2305</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T00:42:24Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SYNTHESIS OF CELLULOSE AEROGEL FROM KAPOK FIBER FOR CLEANING THE WASTE OF LUBRICANT OIL</dc:title>
	<dc:creator>Susilowati, Titi</dc:creator>
	<dc:creator>Muljani, Srie</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adsorbent ; aerogel ; cellulose ; kapok ; waste oil</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cellulose aerogel is known to be superior in removal of oil pollutants and organic solvent. This research developed the synthesis of cellulose aerogel from kapok fiber, application as an adsorbent for lubricating oil waste and its reusability. Chemical delignification was carried out by immersing the kapok fibers in NaOH 6% solution at 100oC for 1h to obtained a cellulose of 65.5% (SNI-2009). The effect of urea concentration on adsorbent products was studied in the range of 8-16w%. Whereas the effect of cellulose was studied at a concentration range of 0.5-1.5w%. The gelation stage was carried out by adding cellulose in a NaOH/urea solution accompanied by stirring (1000rpm) for 15minutes. The mixture was cooled at 0 oC for 48h to form a gel.  The formed gel is dried by the freeze drying method at -45°C. The cellulose aerogel from kapok fiber with a density of 0.11g/cm3 and porosity of 92.46% had an absorption capacity of up to 11.987g/g in the first cycle. The use of each aerogel cellulose sample to absorb lubricant oil waste reached a maximum of three cycles.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2305</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2305</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2305</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 21 - 27</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2304</identifier>
				<datestamp>2022-02-23T04:46:08Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENENTUAN KADAR PROTEIN PADA SPIRULINA PLATENSIS MENGGUNAKAN METODE LOWRY DAN KJELDAH</dc:title>
	<dc:creator>., Muyassaroh</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Rini Kartika</dc:creator>
	<dc:creator>Minah, Faidliyah Nilna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spirulina Platensis; Metode Lowry; Metode KJeldahl; Spektrofotometer.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kadar protein yang sangat tinggi pada spirulina platensis atau ganggang hijau kebiruan ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk bahan baku  industri makanan. Untuk memperoleh kandungan protein yg tinggi, terlebih dahulu dilakukan kultivasi spirulina menggunakan air laut yg dicampur dg air RO dg media pupuk walne Adapun untuk menentukan  kandungan protein yg terdapat pada spirulina platensis hasil kultivasi bisa digunakan  metode Lowry dengan spektrofotometer UV-VIS, panjang gelombang 650 nm, reagen folin dan larutan yg lain sehingga  diketahui kadar protein.nya menggunakan larutan BSA (Bovine  Serum Albumin). dan sebagai pembanding digunakan metode Kjeldahl, karena pada metode ini biasa digunakan secara Internasional dan masih merupakan metode standar untuk perbandingan terhadap semua metode lainnya.  Pada metode ini presisinya tinggi dan biasa digunakan untuk estimasi protein. Sebagai pelarut digunakan HCl karena  jenis pelarut ini  memiliki tekanan osmotik cukup tinggi  sehingga dapat dengan mudah memisahkan protein terhadap komponen yg lain. Dalam penelitian ini digunakan variabel kecepatan sentrifugal, kecepatan magnetic stirer dan lamanya pengadukan pada magnetic stirer, dan hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein tertinggi diperoleh menggunakan metode Lowry.pada kecepatan sentrifugal 6000 rpm, kecepatan magnetic stirrer 500 rpm dan waktunya 15 menit sebesar 37,5144 %  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2304</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2304</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2304</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 40 - 45</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2302</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T23:13:32Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI PEMAKAIAN STARTER EM4 DAN LAMANYA FERMENTASI  PADA  PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU</dc:title>
	<dc:creator>Widari, Nyoman Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Rasmito, Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Rovidatama, Gosiyen</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">EM4 ; fermentasi ; kulit pisang ; limbah tahu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah cair tahu  dapat dijadikan salah satu jenis  pupuk organik karena mengandung makro hara  seperti N, P, K , C-Organik dan  dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme untuk melakukan proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan starter EM4 dan lamanya proses fermentasi agar diperoleh pupuk cair yang memenuhi standar. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang melibatkan dua faktorial yaitu variasi penambahan starter EM4 yaitu 10 ml; 20 ml; 30 ml; 40 ml; dan 50 ml yang dicampur dengan jus kulit pisang dan tetes dengan lamanya proses fermentasi yaitu  4  jam,5 hari, 10 hari dan 15 hari. Hasil  analisa awal limbah cair tahu adalah nitrogen total 0,36%; fosfat sebagai P2O5 0,23% dan kalium sebagai K2O 0,33%. Dari penelitian diperoleh   kondisi yang paling optimal adalah dengan pemakaian starter EM4 sebanyak 40ml dan lamanya proses fermentasi 10hari dengan  komposisi pupuk yang diperoleh  nitrogen N2 1,3%, fosfor sebagai P2O5 1,21% dan kalium sebagai K2O  3,33%. Namun dari hasil yang diperoleh ternyata kadar nitrogen dan fosfat sebagai P2O5 masih belum memenuhi stadart mutu Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang pupuk organik cair, sehingga pupuk ini masih belum layak  diproduksi secara komersial, namun masih tetap bisa digunakan untuk kalangan sendiri.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2302</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2020-10-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2302</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.2302</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA; 1 - 7</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4826</identifier>
				<datestamp>2024-11-13T19:17:37Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pembuatan Pupuk Granul Dari Limbah Gypsum dan Urea</dc:title>
	<dc:creator>Pamoedji, Yemima Natalia Eka Kristiyanti; Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Widyaningrum, Nilam Putri; Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Muljani, Srie; Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Perwitasari, Dyah Suci; Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sumada, Ketut; Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gypsum; granulasi; urea</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gipsum adalah salah satu dari sejumlah mineral yang mengendap. Mineral-mineral lain yang termasuk dalam kelompok ini meliputi karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Jenis gipsum yang paling umum dijumpai adalah varietas hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Kandungan Ca pada gipsum dimanfaatkan sebagai campuran pupuk organik yang dapat membantu perkembangan akar, bunga, dan buah pada tanaman. Salah satu pengolahan padatan gypsum menjadi pupuk granul dengan penambahan urea sebagai penambah unsur nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kadar nitrogen yang sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) didalam pupuk granul. Metode yang digunakan adalah pencampuran padatan gypsum yang telah kering sebanyak 5000 gram dengan penambahan urea 1000 gram; 1250 gram; dan 2500 gram, dan di granulasi selama 30 menit; 60 menit; dan 90 menit. Produk disaring sesuai dengan ukuran, kemudian di analisa kadar nitrogennya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kadar nitrogen tertinggi pada proses granulasi dengan penambahan urea 1250 gram dengan waktu 60 menit yaitu sebesar 2,65%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4826</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i1.4826</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024; 20-25</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2567</identifier>
				<datestamp>2022-02-02T00:28:42Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMASI KADAR OZON DALAM PROSES DISINFEKSI BAKTERI COLIFORM PADA PENGOLAHAN AIR MINUM</dc:title>
	<dc:creator>Jannah, Fadhillah Zahrotul Jannah Zahrotul</dc:creator>
	<dc:creator>Zuhri, Mochammad Saifuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Mulyadi, Edi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bakteri coliform; disinfeksi; ozon; response surface methodology</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air minum yang mengandung bakteri coliform menandakan bahwa kondisi air tersebut masih tercemar. Sehingga apabila air tersebut dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi manusia. Oleh karena itu dalam pengolahan air minum dibutuhkan proses disinfeksi yang harus dilakukan secara tepat dan efisien. Terdapat banyak metode untuk melakukan proses disinfeksi salah satunya yaitu dengan memanfaatkan paparan ozon sebagai disinfektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persen degradasi bakteri coliform setelah dilakukan proses disinfeksi dengan variasi kadar ozon dan laju alir tertentu serta mencari kadar ozon dan laju alir yang optimal dalam proses disinfeksi pada pengolahan air minum. Proses optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology serta rancangan percobaan yang digunakan yaitu Central Composite Design dengan memanfaatkan perangkat lunak Minitab 19. Parameter yang akan dioptimasi meliputi kadar ozon sebesar 1,46; 1,75; 2,45; 3,15; dan 3,44 ppm. Sedangkan laju alir yang digunakan sebesar 4,17; 5; 7; 9; dan 9,83 lpm. Berdasarkan proses optimasi yang dilakukan didapatkan kadar ozon optimal sebesar 2,79 ppm dan laju alir optimal sebesar 4,17 lpm. Kondisi optimal yang didapatkan ini dapat mendegradasi bakteri coliform sebesar 100 persen.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2567</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-05-23</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/2567</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v15i2.2567</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA; 59 - 65</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4485</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:45:29Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sintesa dan Karakterisasi Nanopartikel Kalsium Oksida Dari Cangkang  Telur Dengan Metode Presipitasi</dc:title>
	<dc:creator>Anggelina, Efline; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Noviardyanti, Fara Zabrina; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecilia; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Muljani, Srie; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sumada, Ketut; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sintesa; kalsium oksida; cangkang telur; nanopartikel; presipitasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini berfokus pada pengembangan metode pembuatan nanopartikel kalsium oksida dari  cangkang telur. Cangkang telur mengandung kalsium karbonat (CaCO3) 98%. Cangkang telur  dihaluskan berukuran 100 mesh. Setiap 50 gram cangkang telur direaksikan dengan larutan HCl  konsentrasi 3N 250 ml. Filtrat larutan CaCl2 direaksikan dengan kalium oksida (KOH) berkonsentrasi  3N sesuai variabel pH (7,9,11 dan 13) lalu diaduk dengan kecepatan magnetic stirer 90 rpm selama waktu  sesuai variabel waktu (30, 60, 90, 120 dan 150 menit) akan membentuk endapan Ca(OH)2. Endapan akan  disaring lalu dikeringkan dengan oven bersuhu 100°C selama 15 menit. Endapan tersebut diproses dalam  tungku pembakaran dengan suhu 700°C selama 3 jam untuk menghilangkan kandungan gas hidrogen  (H2). Hasil sintesa kalsium oksida (CaO) kemudian diuji XRF dan SEM-EDX untuk mengetahui kondisi  operasi terbaik dan kesesuaian karakteristik nanopartikel. Hasil uji XRF didapatkan senyawa kalsium  oksida (CaO) berwarna putih pucat mengandung kalsium oksida (CaO) terbaik sebesar 93,3% diperoleh  dari varibel pH 13 dan waktu pengadukan selama 90 menit. Hasil SEM-EDX menunjukkan sintesa  nanopartikel kalsium oksida (CaO) sebesar rata-rata 200 mesh sesuai dengan Badan Standarisasi  Nasional yaitu dibawah 100 mesh. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4485</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4485</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4485</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 127-132</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4486</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:47:48Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BIOFOAM DARI JERAMI DAN  KULIT SINGKONG DENGAN RSM</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Isni; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rachmawati, Fadiatul; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Srianah, Puput; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Triana, Nurul Widji; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biofoam; pati kulit singkong; response surface methodology; selulosa jerami</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biofoam merupakan alternatif kemasan styrofoam yang aman dan ramah lingkungan dengan bahan  baku yang memiliki biodegradabilitas tinggi, toksisitas rendah, tahan air, tahan suhu panas dan dingin. Biofoam dapat dibuat dari pati dan serat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik (uji daya  serap air, uji biodegradasi, dan uji kuat tarik) dan didapatkan komposisi terbaik pada biofoam dari selulosa  jerami dan pati kulit singkong dengan Response Surface Methodology. Metode yang digunakan dalam  pembuatan biofoam adalah thermopressing. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi rasio antara selulosa  jerami padi dengan tepung kulit singkong (5:95 gr, 10:90 gr, 15:85 gr, 20:80 gr, 25:75 gr) dan variasi rasio  antara gliserol dengan (6:24 gr, 8:22 gr, 10:20 gr, 12:18 gr, 14:16 gr). Hasil optimasi menggunakan perangkat  lunak Design Expert 13 dengan Central Composite Design, mengindikasikan titik optimum pada faktor  biodegradable foam, yaitu pada rasio komposisi selulosa jerami dan pati kulit singkong sebesar 20:80, serta  rasio komposisi gliserol dan PVA sebesar 10:20 dengan nilai respon daya serap air sebesar 12,0044%,  kehilangan berat pada biofoam karena terdegradasi selama 14 hari sebesar 23,8812% dan kuat tarik sebesar  2,0197 MPa. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4486</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4486</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4486</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 133-141</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3781</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:53:58Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK DENGAN METODE OZONASI UNTUK MENURUNKAN KADAR COD DAN TSS</dc:title>
	<dc:creator>Puspitasari, Aprillia; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Tania, Azzahra Putri; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Triana, Nurul Widji; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">batik; hidrogen peroksida; limbah cair; ozonasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah yang dihasilkan dari aktivitas manusia mengandung senyawa organik dan anorganik yang  dapat merusak lingkungan dan berdampak pada kesehatan manusia apabila tidak diolah dengan baik. Salah  satu kegiatan manusia yang dapat menghasilkan limbah cair adalah aktivitas membatik. Kegiatan ini terdiri  dari beberapa tahapan, termasuk diantaranya pewarnaan. Tahap pewarnaan ini biasanya menggunakan  nafthol yang dapat menghasilkan limbah organik yang tidak mudah terurai. Kegiatan membatik banyak  dijumpai di Indonesia seperti di Kampung Batik Jetis, Sidoarjo, yang tentunya menghasilkan limbah yang lebih  banyak juga. Sekitar 50 perajin menghasilkan sekitar 50 liter limbah per hari, dimana limbah tersebut non  biodegradable yang mengandung zat pencemar seperti unsur COD dan TSS. Penurunan kadar COD dan TSS  dapat menggunakan proses ozonasi dan akan lebih efektif jika menggunakan penambahan Hidrogen Peroksida  yang mana sebagai oksidator dalam mempercepat reaksi. Pada penelitian menggunakan hidrogen peroksida  sebanyak 0,5; 1; 1,5; 2 dan 2,5 ml dengan waktu 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. Hasil terbaik didapatkan pada  waktu pengontakan selama 120 menit dengan penambahan hidrogen peroksida sebanyak 2,5 ml dimana  penurunan TSS hingga 97,5%.DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3781</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3781</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3781</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 52-55</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3782</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T07:02:37Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN KITOSAN DARI CANGKANG RAJUNGAN SEBAGAI BIOKOAGULAN PADA AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU</dc:title>
	<dc:creator>Windhono, Firman; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Dzaky, Muhammad Milzam; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Dewati, Retno; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarti, AR Yelvia; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biokoagulan; cangkang rajungan; kitin; kitosan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cangkang rajungan mengandung senyawa kitin dan kitosan yang dapat digunakan sebagai  biokoagulan, yaitu biopolimer yang dapat digunakan secara komersial untuk membran yang berfungsi sebagai  bahan koagulan dan flokulan. Kandungan kitin pada cangkang rajungan mencapai 22,66%. Zat kitin pada  cangkang rajungan diproses menjadi biokoagulan untuk menyerap kandungan senyawa organik di dalam  limbah produksi tahu, sehingga nilai chemical oxygen demand (COD) di dalam limbah tahu akan berkurang.  Konsentrasi COD pada limbah produksi tahu mencapai 1017,35 mg/L, sehingga akan mengakibatkan  pencemaran perairan. Penambahan biokoagulan dengan metode koagulasi-flokulasi dapat mengurangi kadar  COD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dosis optimum dalam pembuatan biokoagulan.  Metode penelitian menggunakan tiga tahapan yaitu demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Penelitian  dilakukan dengan mengambil sampel limbah dari hasil produksi tahu dan ditambahkan biokoagulan  menggunakan metode koagulasi dan flokulasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh penambahan  biokoagulan 0,4 g:250 ml memiliki efisiensi yang terbaik yaitu 99,5%, sehingga dapat menurunkan kadar COD  sebesar 1017,35 mg/L menjadi 4,893 mg/L. Hal ini telah sesuai dengan standar baku mutu yang telah  ditetapkan, sehingga pencemaran lingkungan perairan berkurang. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3782</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3782</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3782</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 56-60</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3783</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:55:41Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMISAHAN ION LOGAM PERAK NITRAT DARI LIMBAH CAIR PENCUCIAN FOTOGRAFI MELALUI METODE PERTUKARAN ION</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Nanda Olivia; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhanti, Ayu Putri; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Widodo, Laurentius Urip; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecilia; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah fotografi; perak (Ag+); pertikaran ion; resin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perak adalah jenis logam berat yang bersifat polutan terhadap lingkungan pada batas tertentu.  Konsentrasi Ag pada limbah fotografi bisa mencapai 1.000 – 10.000 mg/L. Apabila limbah fotografi dibuang  ke lingkungan tanpa adanya penanganan khusus, maka hal tersebut dapat menyebabkan masalah yang serius.  Adapun cara kerja penurunan kandungan ion perak (Ag+ ) dalam limbah cair bekas pencucian fotografi  menggunakan resin dengan pertukaran ion adalah dengan cara mengontakkan limbah cair dan resin. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berat resin dalam pemisahan ion Ag+ . Penelitian  pemisahan ion Ag+ ini dilakukan dengan variabel berat resin sebesar 125gr; 150gr; 175gr; 200gr, dan 225gr  serta kecepatan pengadukan sebesar 100 rpm; 150 rpm; 200 rpm, 250 rpm; dan 300 rpm. Berdasarkan hasil  penelitian, kandungan perak (Ag+ ) pada limbah cair bekas pencucian fotografi didapatkan sebesar 5,711 mg/L.  Penurunan kandungan ion perak (Ag+ ) tertinggi pada berat resin 225gr dengan kecepatan pengadukan sebesar 300 rpm, dengan kadar ion Ag+ yang tersisa pada limbah cair bekas pencucian fotografi 0,012 mg/L. Kadar  ion Ag+ yang tersisa pada limbah fotografi telah memenuhi standart baku mutu air limbah untuk dibuang ke  lingkungan yaitu sebesar 5 mg/L. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3783</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3783</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3783</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 61-64</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3784</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:56:14Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS KATALIS Fe-ZSM-5 MELALUI VARIASI PREKURSOR DAN METODE PREPARASI</dc:title>
	<dc:creator>Santi, Sintha Soraya; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Utama, Shanita Agitiya; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Nuraffandy, Achmad Naufal; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraha, Reva Edra; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyudi, Bambang; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhediana, Silvana Dwi; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">katalis; impregnasi; sintesis; solid-state ion exchange; zeolit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sifat katalis besi (Fe) pendukung ZSM-5 yang  disintesis dengan berbagai metode yaitu impregnasi (IG) dan solid state ion exchange (SSIE) dan variasi  prekursor Na-ZSM-5, NH4-ZSM-5 dan H-ZSM-5. Bubuk katalis yang diperoleh dikarakterisasi dengan analisis  dasar x-ray diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Hasil  XRD memperlihatkan adanya perbedaan precursor menghasilkan perbedaan kristalinitas tetapi tidak  menunjukkan pergeseran puncak. Puncak difraksi yang dihasilkan sesuai dengan standar ZSM-5 pada 2θ =  7,8°, 8,7°, 23,0°, &amp;amp; 24,0°. Penerapan perbedaan metode sintesis menghasilkan pergeseran puncak difraksi  yang menunjukkan adanya perubahan ukuran partikel. Hasil identifikasi secara mikroskopis menunjukkan  ZSM-5 termodifikasi logam Fe pada kedua metode terdapat aglomerasi partikel berbentuk struktur prismatik  dan memiliki struktur yang lebih rapat dengan ukuran panjang rata-rata yang berbeda yaitu pada Fe-Na-ZSM5 (IG) sebesar 968nm, dan Fe-NH4-ZSM-5 (IG) sebesar 799nm. Hasil identifikasi distribusi unsur Fe pada  pendukung ZSM-5 menunjukkan bahwa prekursor dengan kation NH4 pada ZSM-5 memiliki kandungan Si  lebih tinggi dibandingkan dengan ZSM-5 berkation Na. Keberadaan logam Fe pada ZSM-5 menunjukkan  persentase yang sangat rendah yaitu 0,26% pada Na-ZSM-5 (IG), 0,27% pada NH4-ZSM-5 (IG), 1,21% pada  Na-ZSM-5 (SI), 0,81% pada NH4-ZSM-5 (SI). Hasil yang diperoleh dapat menjadi informasi dasar dalam  penentuan jenis prekursor awal antara Na-ZSM-5, NH4-ZSM-5 dan H-ZSM-5 serta metode preparasi yang  tepat untuk menghasilkan interkoneksi dan penyebaran logam merata dalam mencapai material Fe-ZSM-5. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3784</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3784</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3784</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 65-70</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3785</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:56:48Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS SILIKA XEROGEL DARI SABUT KELAPA DENGAN METODE SOL-GEL</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Yuniar Dwi; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayuningtyas, Mia Tri; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Lucky Indrati; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sabut kelapa; silika; sol-gel; xerogel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sabut kelapa merupakan bagian dari tanaman kelapa yang diketahui memiliki kandungan silika sekitar  69% yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan silika xerogel. Silika dengan rumus kimia SiO2 banyak digunakan di industri maupun di kehidupan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan  konsentrasi pelarut dan waktu aging terbaik dalam sintesis silika xerogel dari sabut kelapa dengan metode  sol-gel. Dimulai dengan mengabukan sabut kelapa dalam furnace pada suhu 600oC selama 2 jam. Kemudian  untuk membuat sol, abu sabut kelapa diekstraksi menggunakan pelarut NaOH dengan variasi konsentrasi 1,5;  2; 2,5; 3; 3,5 N pada suhu 100oC selama 1 jam. Sol larutan natrium silikat diasidifikasi menggunakan HCl 1N  hingga terbentuk gel pada pH 7. Gel yang terbentuk di-aging selama variasi waktu 12; 15; 18; 21; 24 jam,  lalu dikeringkan hingga membentuk xerogel. Hasil sintesis berupa silika xerogel berwarna putih dan  dikarakterisasi menggunakan FT-IR, XRD dan SAA. Hasil analisa FTIR menunjukkan silika xerogel  mengandung gugus fungsi silanol dan siloksan dan analisa XRD menunjukkan silika memiliki struktur amorf.  Kondisi terbaik yang didapatkan untuk sintesis silika yaitu pada waktu aging 18 jam yang menghasilkan luas  permukaan paling besar sebesar 414,046 cm-1 , dan pada konsenentrasi pelarut NaOH 3,5N dengan yield  terbesar sebesar 90,39%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3785</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3785</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3785</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 71-75</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3786</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:57:12Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SINTESIS GREEN DIESEL DARI VARIASI FEEDSTOCK DAN KATALIS DENGAN PROSES HIDROGENASI</dc:title>
	<dc:creator>Firdaus, Zamroni Dita; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sumarmiyati, Firza Okta; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyudi, Bambang; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Murti, SD Sumbogo; Pusat Teknologi Sumber Daya Energi &amp; Industri Kimia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">energi terbarukan; green diesel; hidrogenasi; katalis; variasi feedstock</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak biji kapuk, minyak biji jarak kepyar, dan CPO Off-grade merupakan minyak nabati yang tidak  dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, namun berpotensi besar sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN)  seperti green diesel yang secara langsung dapat diaplikasikan tanpa penambahan solar. Pembuatan green  diesel terdiri dari proses pretreatment bahan baku dan sintesis green diesel. Penelitian ini bertujuan untuk  membuat green diesel dari ketiga bahan baku dan variasi katalis CoMo/ɣ-Al2O3 dan NiMo/ɣ-Al2O3 melalui  proses hidrogenasi yang memenuhi SNI Biodiesel. Proses pembuatan green diesel dimulai dengan pemberian  tekanan awal 30 bar, suhu 300ºC untuk tahap reaksi (stage) 1 selama 1 jam dan suhu 400ºC untuk stage 2  selama 1 jam pada reaktor hidrogenasi jenis batch. Hasil green diesel terbaik didapatkan pada bahan CPO  Off-grade dengan katalis NiMo/ɣ-Al2O3 dengan %yield sebesar 96,4626% dan didapat hasil karakterisasi flash  point, pour point, nilai kalor, kandungan sulfur, GC-FID liquid, densitas, dan cetane number telah memenuhi  standar SNI Biodiesel, namun untuk nilai viskositas kinematik belum memenuhi standar SNI biodiesel. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3786</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3786</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3786</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 76-83</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3787</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:57:44Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HIDROLISIS ASAM α-SELULOSA PADA IMPERATA CYLINDRICA L DAN KARAKTERISASI MIKROKRISTALIN SELULOSA</dc:title>
	<dc:creator>Sutejo, Andree Budihardjo; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Hasugian, Firman Hasiholan; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Lucky Indrati; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">alang-alang ; α-selulosa; delignifikasi; HCl; mikrokristalin selulosa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak hutan tropis, total luas kawasan hutan di seluruh  Indonesia adalah 120 juta hektar. Pada lahan tersebut tentunya tumbuh subur gulma. Alang-alang (Imperata  cylindrica L.) merupakan gulma yang dapat tumbuh di berbagai tanah hutan di Indonesia, kandungannya  terdiri dari α-selulosa sebesar 40,22%, kadar holoselulosa sebesar 59,62% dan kadar lignin 31,29%.  Penelitian ini dilakukan untuk mencari pengaruh konsentrasi dari HCl dan waktu pemasakan terhadap  pembuatan mikrokristalin selulosa. Mencari kondisi optimal terhadap karakteristik mikrokristalin selulosa  yang sesuai dengan ketentuan SNI yang berlaku. Proses pembuatan mikrokristalin selulosa menggunakan  beberapa metode, yaitu pre-hidrolisis, delignifikasi, bleaching, dan hidrolisis menggunakan HCl. Dari  penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil mikrokristalin dengan rendemen tertinggi diperoleh pada  sampel dengan hidrolisis pada konsentrasi asam klorida sebesar 1,5N, dengan waktu pemanasan 30 menit,  dan rendemen mikrokristalin sebesar 74,11%, warna putih, dan ber-Ph netral. Dari hasil tersebut, maka dapat  disimpulkan bahwa mikrokristalin yang dihidrolisis dengan menggunakan asam klorida sebesar 1,5N sudah  sesuai dengan SNI yang berlaku. Dengan indikasi tidak dapat larut dalam air, kadar alcohol sebesar 95%,  maupun asam lemah. Susut pengeringan sebesar 0,0871%. Ukuran rata-rata mikrokristalin yang didapatkan  saat penelitian yaitu sebesar 26,62 µm. mikrokristalin merupakan selulosa dengan ukuran berkisar antara 2,94  hingga 117,6 µm. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3787</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3787</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3787</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 84-90</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3788</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:58:06Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK ALIRAN TAYLOR SISTEM GAS-LIQUID DALAM MICROCHANNEL BERPENAMPANG LINGKARAN</dc:title>
	<dc:creator>Widianto, Aloisiyus Yuli; Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">panjang bubble; tekanan, slug; microchannel;Taylor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sistem miniaturisasi memiliki kinerja yang unggul dibandingkan dengan alat-alat konvensional karena  mampu menghasilkan luas permukaan spesifik (A/V) yang sangat besar untuk berlangsungnya perpindahan  massa dan panas antar fase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi aliran dua fase metanoludara dalam microchannel berpenampang lingkaran dari bahan PTFE (Poly tetra fluoro etilen) yang meliputi  karakterisasi dimensi bubble dari 3 jenis konfigurasi channel, pengaruh besarnya kecepatan gas dan liquid  serta perubahan tekanan sepanjang channel terhadap dimensi panjang bubble di bagian inlet dan outlet tube.  Percobaan dilakukan dengan cara memvisualisasi pola aliran gas-liquid (jenis Taylor) dan mengukur dimensi  panjang bubble inlet dan outlet yang terbentuk dalam channel dengan diameter dalam 1 mm. Aliran Taylor  yang menjadi fokus pengamatan memiliki bentuk dan dimensi yang seragam serta tetap dari waktu ke waktu.  Peningkatan rasio kecepatan linier (UG/UL) menyebabkan peningkatan panjang bubble di seluruh bagian  channel dari bagian inlet sampai outlet. Panjang bubble di bagian outlet lebih besar daripada di bagian inlet  karena pengaruh peningkatan pressure drop sepanjang tube dan kadang-kadang karena munculnya fenomena  penggabungan bubble. Sifat pembasahan fase liquid terhadap dinding dalam channel menentukan jenis pola  aliran, dan dimensi panjang bubble di sepanjang channel. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3788</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3788</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3788</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 91-96</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3789</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:58:30Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN DERAJAT DEASETILASI DALAM SINTESIS KITOSAN DARI CANGKANG KERANG DARAH</dc:title>
	<dc:creator>Hakam, Muhammad; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Praditama, Firnanti; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniati, Ely; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cangkang kerang darah; derajat deasetilasi; kitosan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cangkang kerang darah yang dihasilkan dari konsumsi kerang darah memberikan kontribusi timbulnya  limbah cangkang kerang darah. Limbah yang menumpuk tanpa dilakukan pengolahan menyebabkan  pencemaran terhadap lingkungan. Cangkang kerang darah dapat diolah menjadi kitosan. Mutu kitosan yang  baik dapat diketahui dari nilai derajat deasetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  konsentrasi larutan NaOH dan waktu reaksi terhadap peningkatan nilai derajat deasetilasi sehingga diketahui  konsentrasi larutan NaOH dan lama waktu reaksi terbaik dalam meningkatkan nilai derajat deasetilasi serta  memperoleh produk kitosan dengan kualitas yang berdasarkan standar SNI. Sintesis kitosan cangkang kerang  darah dilakukan melalui tahap deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Variabel penelitian ini adalah  tahap deasetilasi digunakan konsentrasi larutan NaOH sebesar 30%; 35%, 40%; 45%; 50% dan waktu  pengadukan sebesar 0,5 jam; 1 jam; 1,5 jam; 2 jam; 2,5 jam. Hasil penelitian menunjukkan sintesis cangkang  kerah darah menjadi kitosan dengan penambahan konsentrasi NaOH dan waktu reaksi dapat meningkatkan  nilai derajat deasetilasi. Hasil terbaik pada penelitian diperoleh nilai rendemen sebesar 30,5% dan derajat  deasetilasi hasil analisa (FTIR) sebesar 86,0365% yang telah memenuhi dengan standar SNI kitosan tahun  2018. Hasil ini didapatkan pada konsentrasi NaOH sebesar 50% dengan waktu reaksi selama 2,5 jam. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3789</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3789</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3789</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 97-104</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3790</identifier>
				<datestamp>2023-06-09T06:59:04Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN DALAM DEMULSIFIER BERBASIS ACRYLATE PADA PROSES PENYIMPANAN BIOSOLAR</dc:title>
	<dc:creator>Venriza, Oksil; Departemen Logistik Minyak dan Gas, Politeknik Energi dan Mineral ”Akamigas”</dc:creator>
	<dc:creator>Prastio, M Wira; Departemen Logistik Minyak dan Gas, Politeknik Energi dan Mineral ”Akamigas”</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadani, Rizki; Departemen Logistik Minyak dan Gas, Politeknik Energi dan Mineral ”Akamigas”</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">acrylate; biosolar; demulsifier; emulsi; TBHQ</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biosolar ialah bahan bakar hasil pencampuran dari solar murni dan FAME. Kemudahan FAME  beroksidasi dengan oksigen menjadi air memicu permasalahan seperti korosi pada tangki timbun dalam proses  penyimpanan. Penambahan demulsifier menjadi salah satu metode yang sering digunakan untuk memisahkan  air dan minyak dalam emulsi alami. Pada penelitian ini, dilakukan optimalisasi penambahan demulsifier  berbasis acrylate menggunakan pelarut polar X dan nonpolar Y dengan volume 2 ml, 5 ml dan 10 ml yang  ditambahkan ke dalam 100 ml biosolar dengan waktu penyimpanan 4 jam, 8 jam dan 12 jam. Namun,  penggunaan demulsifier berbasis acrylate tidak cukup mengurangi kandungan air di dalam biosolar,  demulsifier hanya dapat memisahkan antara air dan minyak saja. Untuk itu, dibutuhkan antioksidan yang  dapat mengurangi terbentukmya kandungan air dalam proses penyimpanan biosolar yaitu TBHQ (TertButylhydroquinone) dengan konsentrasi 0,5 M. Berdasarkan hasil pengujian water content dan FTIR,  demulsifier berbasis acrylate yang paling efektif dan optimal ialah DPA pada volume 10 ml dengan waktu  penyimpanan 8 jam. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3790</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3790</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3790</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 105-110</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3480</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:29:06Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EDIBLE FILM DARI PEKTIN KULIT PEPAYA DAN KITOSAN DARI KULIT UDANG SEBAGAI PELAPIS MAKANAN</dc:title>
	<dc:creator>Pribadi, Novi Melisa; Program Studi Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Maharani, Pramesti Putri; Program Studi Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyusi, Kindriari Nurma; Program Studi Teknik Kimia, UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edible film; kitosan; pektin; response surface</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah kesehatan dan lingkungan dapat disebabkan dari limbah plastik yang berlebihan, untuk itu permintaan kemasan ramah lingkungan yang dapat menjamin keamanan produk pangan seperti edible film mulai meningkat. Edible film dapat diproduksi dari bahan alami seperti pektin yang terdapat pada tumbuhan pepaya dan kitosan pada udang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan komposisi terbaik dalam pembuatan edible film dengan menggunakan pektin dari limbah kulit pepaya dan kitosan dari limbah kulit udang dengan penambahan gliserol. Kemudian dilakukan metode RSM (Response Surface Methodology) yaitu metode gabungan antara teknik matematika dan teknik statistika untuk mendapatkan hasil optimum. Pektin dan kitosan diaduk bersama gliserol untuk menjadi edible film. Berdasarkan penelitian ini didapatkan karakteristik edible film meliputi nilai kuat tarik tertinggi terdapat pada rasio kitosan-pektin 7:3 dengan konsentrasi gliserol 1% yaitu sebesar 1,947 MPa dan nilai persen elongasi tertinggi terlihat pada rasio kitosan-pektin 3:7 dengan konsentrasi gliserol 3% yaitu sebesar 19,30%. Nilai persen biodegradable semua edible film yang diperoleh sudah sesuai dengan standar yaitu di atas 50%. Berdasarkan RSM didapatkan hasil optimum yaitu berada pada rasio komposisi kitosan-pektin 5:5 dengan konsentrasi gliserol 2,5% dengan nilai kuat tarik sebesar 0,392 MPa, nilai elongasi sebesar 9,466% dan biodegradable sebesar 84,12%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3480</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3480</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3480</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 1-5</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3482</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:30:36Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KINETIKA REAKSI FERMENTASI GLUKOSA DARI BUAH SUKUN MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN  SACCHAROMYCES CEREVISIAE</dc:title>
	<dc:creator>Febriyanti, Alda; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Martalia, Febriana Pungki; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Redjeki, Sri; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioetanol; fermentasi; kostanta Monod; Saccharomyces cerevisiae</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bioetanol dapat dibuat dari buah sukun yang memiliki kandungan karbohidrat sebesar 35,5%.. Fermentasi glukosa dari buah sukun menjadi bioetanol menggunakan Saccharomyces cerevisiae dimulai dengan persiapan bahan baku yaitu buah sukun. Kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis secara enzimatis yang terdiri dari proses likuifikasi dengan penambahan enzim α-amilase dan proses sakarifikasi dengan penambahan enzim glukoamilase. Glukosa hasil hidrolisis dengan konsentrasi sebesar 10% kemudian difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada suhu 25, 30, dan 35°C serta pada waktu 4, 5, 6, 7, dan 8 hari. Hasil fermentasi kemudian diuji kadarnya menggunakan refraktometer alkohol dan refraktometer gula. Setelah itu dapat diperoleh kinetika reaksinya yang dinyatakan dengan persamaan reaksi Monod. Konsentrasi alkohol paling besar hasil fermentasi yaitu sebesar 11% dengan waktu fermentasi selama 4 hari dan pada suhu 25°C. Serta didapatkan nilai konstanta kecepatan reaksi (k) yang didapatkan pada interval waktu 4-8 hari adalah  0,08867-0,26851 dan nilai konstanta Monod adalah 0,2286-0,5098. Persamaan kecepatan fermentasi glukosa dari buah sukun menjadi bioetanol dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada reaktor batch optimum mengikuti persamaan rc=-rA=0,26851 Cc CA / (CA + 0,5098) mol/L.hari. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3482</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3482</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3482</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 6-10</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3483</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:31:45Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERBANDINGAN MOL CaCl2 DENGAN ETILEN GLIKOL TERHADAP SINTESIS PRECIPITATED CALCUM CARBONATE</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Zefanya Satrina; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Andriana, Rizky; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sani, Sani; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Dwi Hery; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">etilen glikol; limbah pupuk ZA; nano presipitasi kalsium karbonat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Limbah yang ditimbulkan pada produksi pupuk ZA yang merupakan tepung kristal kalsit mengandung CaO dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan precipitated calcium carbonat (PCC), saat ini sedang dikembangkan sebagai material maju berukuran kurang dari 100nm disebut nano-PCC. Metode yang digunakan adalah kopresipitasi bottom-up yaitu dengan mencampurkan larutan filtrat CaCl2 (dari reaksi CO dan HCl), larutan polimer etilen glikol, larutan NaOH (untuk netralisasi) dan Na2CO3. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rasio mol CaCl2 dengan etilen glikol pada berbagai suhu. Sintesis PCC ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu persiapan bahan, pencampuran, pengaturan pH, pengendapan, dan pengeringan. Variable yang digunakan adalah perbandingan rasio mol CaCl2 : etilen glikol (1:8); (1:9); (1:10); (1:11); (1:12) dan peubah suhu (30; 40; 50; 60; 70ºC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan rasio mol CaCl2 : etilen glikol dan suhu sangat berpengaruh terhadap hasil ukuran partikel CaCO3, dimana semakin kecil perbandingan rasio mol CaCl2 : etilen glikol, maka ukuran partikel PCC yang terbentuk semakin berukuran  nano seiring peningkatan suhu. Hasil terbaik didapatkan pada perbandingan mol CaCl2 : etilen glikol (1:8) pada temperatur 70ºC didapatkan ukuran partikel nano-PCC sebesar 5,044 nm dengan yield sebesar 75,9%, serta didapatkan kristal aragonit-kalsit dengan bentuk batang dan prismatic serta kandungan CaCO3 sebesar 81,69%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3483</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3483</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3483</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 11-15</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3484</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:32:33Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP ANODA TUMBAL DALAM MENGENDALIKAN LAJU KOROSI BAJA AISI 1045</dc:title>
	<dc:creator>Ubaidi, Muchammad Alfian; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Basymeleh, Nuhan Lutfi; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Isni; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">alumunium; anoda tumbal; proteksi katodik; zinc</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proteksi katodik adalah suatu cara perlindungan logam dari serangan korosi dengan menggunakan arus listrik searah dan membanjiri logam tersebut dengan elektron. Metode proteksi katodik dengan menggunakan anoda tumbal merupakan salah satu upaya terbaru dalam pengendalian laju korosi yang tidak semua industri melakukan dengan metode tersebut.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur dalam kinerja anoda tumbal dalam mengendalikan laju korosi baja AISI 1045 dan mengetahui anoda tumbal terbaik dalam mengendalikan laju korosi baja AISI 1045 dalam lingkungan NaCl 3,5%. Penelitian ini dilakukan dengan potensiostat dengan program Potensiodinamik dengan variabel variasi temperatur yaitu 30oC-70oC dan menggunakan anoda tumbal alumunium dan zinc. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa peningkatan temperatur akan diikuti dengan penurunan kinerja dari anoda tumbal alumunium dan zinc. Laju korosi tertinggi terdapat pada baja yang tidak diproteksi anoda, hal tersebut membuktikan bahwa anoda tumbal dapat mengendalikan laju korosi. Anoda tumbal terbaik dalam mengendalikan laju korosi baja AISI 1045 dalam lingkungan NaCl 3,5% yaitu anoda alumunium dengan didapatkan nilai rata-rata efisiensi penurunan pada anoda tumbal alumunium sebesar 99,9676% sedangkan pada anoda tumbal  zinc sebesar 99,5305%. DOI :https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3484</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3484</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3484</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 16-19</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3485</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:33:48Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK TAWAS BERBAHAN DASAR KALENG MINUMAN ALUMINIUM BEKAS</dc:title>
	<dc:creator>Kirana, Indira Aisyah Rifdha; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Maulana, Achmad Dwiky; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Suprihatin, Suprihatin; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aluminium; kaleng minuman bekas; kalium; tawas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penggunaan kaleng minuman aluminium bekas sebagai bahan dasar pembuatan tawas ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat timbunan sampah yang tidak bisa terurai. Produk yang dihasilkan pada penelitian ini merupakan tawas alum kalium, KAl(SO4)2.12H2O. Tawas ini dapat membantu proses penjernihan air karena perannya sebagai koagulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari tawas yang dihasilkan dari bahan dasar kaleng minuman aluminium bekas. Proses pembuatan tawas dari kaleng ini diawali dengan pemotongan kaleng dengan ukuran yang seragam. Kemudian potongan kaleng dilarutkan dengan KOH 30% dengan variasi volume selama 30 menit lalu dilakukan filtrasi. Filtrat diendapkan kembali dengan penambahan H2SO4 sebanyak 30ml dengan variasi konsentrasi. Endapan kemudian dicuci dan dikeringkan dalam oven. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tawas berbahan dasar kaleng minuman aluminium bekas yang terbaik pada volume KOH 50ml dengan konsentrasi H2SO4 8M dengan karakteristik berupa padatan berwarna putih dengan pH sebesar 3,5 dan kadar KAl(SO4)2.12H2O sebesar 91,9%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3485</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3485</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3485</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 20-23</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3486</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:35:02Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN KUALITAS GARAM DARI LIMBAH REVERSE OSMOSIS AIR LAUT MENJADI GARAM KONSUMSI</dc:title>
	<dc:creator>Suwardi, Dessy Dwi Adifi; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Reynaldi Donny; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Triana, Nurul Widji; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">garam konsumsi; konsentrasi reagen; sea water reverse osmosis; waktu pengadukan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Total dissolved solid (TDS) air laut memiliki kisaran nilai cukup tinggi yaitu 11.000 – 35.000 mg/L. PT PLTU Paiton dengan teknologi sea water reverse osmosis (SWRO) merupakan unit yang mengolah air laut dimana hanya 30% produk menjadi air tawar sedangkan 70% sebagai limbah yang dikembalikan ke laut.  Berdasarkan kenyataan yang ada, penelitian ini mempelajari metode peningkatan kualitas garam dengan penambahan bahan kimia NaOH dan Na2CO3 yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi metode yang sesuai untuk pemanfaatan limbah cair air laut dari sistem SWRO, ditinjau dari kandungan NaCl dan jenis pengotor yang terdapat dalam limbah SWRO. Pada proses peningkatan kualitas garam, limbah SWRO ditambahkan dengan reagen NaOH dan Na2CO3 dengan variabel konsentrasi teoritis; excess 5%; excess 10%; excess 15% dan excess 20% dan dengan waktu pengadukan 15; 30; 45 dan 60 menit. Hasil analisis metode atomic absorption spectrophotometric  (AAS) diperoleh kadar Mg dan Ca terbaik sebesar 8,63 x 10-3 ppm dan 2,65 x10-3 ppm. Dengan kadar NaCl terbaik dengan konsentrasi sebesar 94,85% pada penambahan reagen konsentrasi excess 15% dengan waktu pengadukan 60 menit.  Hal ini menunjukkan bahwa besarnya konsentrasi reagen mempengaruhi banyaknya zat pengotor atau ion Ca dan Mg yang bereaksi dengan reagen sehingga membentuk endapan yang lebih banyak dan konsentrasi garam NaCl semakin besar karena ion Na dan ion Cl bereaksi membentuk NaCl. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3486</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3486</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3486</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 24-29</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3487</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T06:35:40Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENURUNAN KADAR TSS DAN BOD PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI</dc:title>
	<dc:creator>Saraswati, Niken Nabilla; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Santoso, Reza Adrian; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Siswati, Nana Dyah; Program Studi Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BOD; elektrokoagulasi; limbah cair; TSS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air buangan sisa detergen dapat menimbulkan permasalahan serius karena produk detergen dan bahan-bahan kimianya dapat berakibat toxic bagi kehidupan dalam air. Komposisi kimia dalam detergen yaitu zat aktif permukaan (surfaktan), bahan penguat (builder) dan bahan-bahan lainnya (pemutih, pewangi dan bahan penimbul busa). Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar TSS dan BOD pada limbah cair laundry dan untuk mencari jarak tiap elektroda dan kecepatan pengadukan yang terbaik dalam proses elektrokoagulasi pada kadar TSS dan BOD pada limbah cair laundry. Metode dalam penelitian ini adalah elektrokoagulasi dengan mixed reaktor secara batch dan menggunakan elektroda alumunium dengan variabel kecepatan pengadukan 120, 240, 360, 480, 600rpm dan jarak elektroda 1, 2, 3, 4, 5cm selama 60 menit. Hasil yang diperoleh yaitu kadar TSS dan BOD mengalami penurunan terbaik berturut-turut yaitu sebesar 20 mg/L dan 42 mg/L pada jarak elektroda sebesar 1cm dengan kecepatan pengadukan sebesar 600rpm dan sudah memenuhi standar baku mutu (60 mg/L untuk TSS dan 75 mg/L untuk BOD). DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3487</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-11-01</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3487</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i1.3487</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA; 30-33</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3792</identifier>
				<datestamp>2023-06-06T02:42:00Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN LIMBAH NASI AKING PADA PEMBUATAN BIOPLASTIK DENGAN KITOSAN DAN PLASTICIZER SORBITOL</dc:title>
	<dc:creator>Halim, Muhammad Dani; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Karangan, Adam; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Suprihatin, Suprihatin; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Nandini, Atika; Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bioplastik; kitosan; nasi aking; sorbitol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bioplastik merupakan salah satu jenis plastik yang dapat terdegradasi oleh aktivitas mikroorganisme di lingkungan. Nasi aking mengandung kadar pati yang tinggi yaitu 70,68% dan berpotensi digunakan sebagai sumber bahan utama pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimal penambahan kitosan dan sorbitol serta mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas produksi bioplastik. Pembuatan bioplastik ini dilakukan menggunakan metode solution casting dengan komposisi tepung nasi aking sebanyak 6 gr yang ditambahkan dengan kitosan dan sorbitol sesuai variasi. Pada penelitian ini, variasi penambahan sorbitol berpengaruh pada persen elongasi. Sedangkan variasi penambahan kitosan berpengaruh pada kuat tarik. Berdasarkan hasil uji, penambahan kitosan 10 gram dan sorbitol 5ml menghasilkan bioplastik dengan kualitas sebagai berikut: nilai kuat tarik sebesar 5,716 Mpa, nilai elongasi sebesar 22,10%, dan persentase biodegradasi sebesar 32,91% dalam waktu 45 hari. Hasil yang diperoleh telah memenuhi SNI No.7188.7 untuk nilai elongasi dan terdegradasi sempurna dalam waktu 45 hari sesuai dengan ASTM 5338. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3792</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/3792</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v17i2.3792</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia; 111-115</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4414</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:01:12Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADSORPSI TIMBAL (Pb) DALAM LIMBAH CAIR BATIK  MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI TEMPURUNG SIWALAN</dc:title>
	<dc:creator>Abid, Alfay; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Indah Nurlaila; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecillia; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorpsi; limbah cair batik; tempurung siwalan; timbal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu sektor yang banyak menghasilkan limbah berbahaya adalah usaha batik. Terdapat limbah  cair yang termasuk logam yang sangat beracun di antara limbah yang dihasilkan. Kurangnya pengelolaan limbah  cair yang keruh dan berwarna-warni saat ini berdampak buruk pada ekosistem. Untuk mengurangi dampak  negatif terhadap lingkungan, teknik adsorpsi ini dapat digunakan untuk menjernihkan air limbah batik. Bertujuan  untuk menurunkan konsentrasi logam timbal dalam limbah industri batik dengan menggunakan teknik adsorpsi,  penelitian ini berupaya mengkaji dampak adsorben arang aktif dari tempurung siwalan. Metode ini dilakukan  dengan menggunakan dua kondisi operasi yang divariasikan yaitu berat arang aktif tempurung siwalan 0,5 gram  ; 1 gram ; 1,5 gram ; 2 gram ; 2,5 gram Dan waktu kontak 30 menit ; 60 menit ; 90 menit ; 120 menit ; 150 menit.  Kandungan logam timbal ( pb) dalam limbah cair batik mula-mula 1,84 mg/l. Hasil yang terbaik dari penelitian  ini mengurangi kandungan logam timbal (pb) sebesar 98,478% pada kondisi berat arang aktif 2 gram dan waktu  kontak 150 menit. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4414</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4414</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4414</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 83-88</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4415</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:20:12Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ISOLASI ALFA-SELULOSA DARI SABUT KELAPA MUDA SEBAGAI  ADSORBEN LOGAM BERAT</dc:title>
	<dc:creator>Septiyafani, Ayu; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Muliawan, Alvin Rizky; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Suprihatin, Suprihatin; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adsorbsi; α-selulosa; delignifikasi; logam berat; sabut kelapa muda</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu sumber daya alam di Indonesia yang jarang dimanfaatkan adalah sabut kelapa muda.  Sabut kelapa muda mengandung 42,6% selulosa dan 22% lignin. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan isolasi  sabut kelapa muda agar diperoleh α-selulosa dengan kemurnian yang tinggi. Hasil α-selulosa yang diperoleh  dianalisa gugus fungsi dengan FT-IR, kemudian digunakan sebagai bioadsorben logam berat Cu2+ dan Ni2+ pada limbah industri elektroplating. Metode yang digunakan adalah isolasi secara kimia meliputi proses  pretreatment, delignifikasi lignin, dan bleaching. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi  konsentrasi Na2SO3 dan suhu pada proses delignifikasi lignin. Hasil isolasi α-selulosa terbaik akan dilakukan  proses absorbsi terhadap logam berat. Hasil kandungan α-selulosa terbaik adalah pada perlakuan suhu 100  ˚C dan konsentrasi larutan Na2SO3 sebesar 20,4% yaitu sebesar 91,7%. Proses absorbsi logam berat dengan  α-selulosa hasil isolasi diperoleh penurunan kadar logam berat Nikel (Ni2+) dan Tembaga (Cu2+) sebanyak  59,6% dan 69,2%. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4415</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4415</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4415</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 89-96</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4416</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:28:53Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ENKAPSULASI ASAP CAIR DARI BAMBU</dc:title>
	<dc:creator>Siswati, Nana Dyah; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>D, Angelia Astrivia; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Asma, Salma Putri Aisyah; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asap cair; bambu; enkapsulasi; fenol; spray dryer</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Enkapsulasi merupakan proses pelindungan senyawa fenol dan asam organik dengan  menggunakan penyalut. Kandungan fenol juga mudah teroksidasi dan mengakibatkan kurang efektifnya  asap cair dalam penggunaan sebagai pengawet makanan. Proses ini dipengaruhi oleh bahan penyalut  dan konsentrasi penyalut. Bambu memiliki kandungan lignin sebesar 22,41%. Sebelum melakukan spray  drying, terlebih dahulu melakukan penyalutan dengan maltodekstrin dan kitosan untuk menghasilkan  larutan asap cair yang lebih kental. Penelitian dilakukan sebanyak 25 kali percobaan dengan peubah  yang berbeda – beda yaitu rasio konsentrasi maltodekstrin &amp;amp; kitosan, suhu inlet Spray Dyrer. Hasil  penelitian didapatkan bahwa rasio konsentrasi maltodekstrin &amp;amp; kitosan dan suhu inlet mempengaruhi  kadar fenol. Semakin besar rasio kitosan maka semakin besar kadar fenol yang didapatkan. Semakin  besar suhu inlet Spray Dyrer maka semakin rendah kadar fenol yang didapatkan. Produk enkapsulasi  asap cair dari bambu yang terbaik didapatkan dengan rasio konsentrasi penyalut maltodekstrin 5% dan  kitosan 2% pada suhu inlet Spray Dyrer sebesar 100℃. Serbuk Asap Cair dari Bambu yang terbaik  kemudian dilakukan analisis Spectrofotometri UV-Vis dan diketahui kadar fenol sebesar 1.89%. Selain  itu, dapat diketahui efisiensi enkapsulasi asap cair bambu dari sebesar 74.11%. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4416</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4416</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4416</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 97-106</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4417</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:32:35Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN AIR SISA PROSES EKSTRAKSI TANAMAN SERAI  SEBAGAI DESINFEKTAN</dc:title>
	<dc:creator>Mochni, Endang Srihari; Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Agustriyanto, Rudy; Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Pratomo, Puguh Setyo; Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Akbarningrum; Teknik Kimia, Universitas Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Destilasi Sederhana, E.coli, Ekstraksi Sokhlet, S.aureus, Serai.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ekstraksi serai wangi menggunakan air selain menghasilkan ekstrak juga  menghasilkan banyak air sisa proses yang mengandung senyawa aktif: sitroneal  sitronelol dan geraniol. Tujuan penelitian adalah meneliti air sisa dari proses  ekstraksi serai wangi dapat digunakan sebagai desinfektan. Penelitian ini  menggunakan metode ekstraksi sokhlet dan destilasi sederhana sedangkan untuk uji  antibakteri digunakan metode TPC. Variabel yang digunakan yaitu daun dan batang,  jenis proses destilasi dan ekstraksi, waktu proses 3 dan 5 jam, bakteri uji S.aureus  dan E.coli. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat penurunan pertumbuhan  bakteri yang terbaik pada kedua bakteri ada pada air sisa proses dengan destilasi  sederhana daun dalam waktu proses selama 3 jam. Namun, hasil tersebut masih  belum dapat digunakan sebagai desinfektan karena jumlah koloni bakteri hitung  masih terlalu banyak lebih dari 1x104 , yaitu 27 x104 untuk S.aureus dan 28 x104 untuk  E.coli, untuk itu perlu memvariasikan air serai dengan alkohol teknis murni.  Perbandingan air serai dan alkohol yang paling efisien masing-masing adalah 80%  dan 20% dengan jumlah koloni yang memenuhi standard yaitu 1x104 (berdasarkan  PKBPOM no 16 tahun 2016) masing-masing adalah 33x102 untuk S.aureus dan  76x102 untuk E.coli, sehingga bisa digunakan sebagai desinfektan. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4417</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4417</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4417</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 107-113</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4418</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:37:57Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEUNGGULAN ASAP CAIR YANG BERASAL DARI BIOMASSA SEBAGAI AGEN ANTIMIKROBA</dc:title>
	<dc:creator>Sa'diyah, Khalimatus; Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang</dc:creator>
	<dc:creator>Suhati, Profiyanti Hermien; Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang</dc:creator>
	<dc:creator>Janitra, Alzena Araminta Aileen; Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang</dc:creator>
	<dc:creator>Mashliha, Lailatul; Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antimikroba; asap; biomassa; cair</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Asap cair yang dihasilkan dari biomassa, terutama serbuk kayu, sekam padi, dan sabut kelapa,  diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi serta manfaat dari sumber biomassa tersebut. Penelitian  ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh metode pemurnian dan jenis biomassa terhadap kualitas  asap cair, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakteri. Tahapan percobaan melibatkan  pembuatan asap cair, proses pemurnian, penerapannya sebagai agen antibakteri, serta analisis kualitas  produk akhir. Sebanyak 500 gram bahan mentah dari setiap jenis biomassa, variasi serbuk kayu, sekam  padi dan sabut kelapa, digunakan dalam proses pirolisis, yang menghasilkan asap cair selama dua jam  pada suhu 260°C. Pada tahap pemurnian, zeolit aktif digunakan sebagai adsorben untuk meningkatkan  kemurnian asap cair. Analisis dilakukan terhadap yield, pH, densitas, dan warna dari produk asap cair,  yang kemudian digunakan dalam proses inkubasi minuman susu yang telah mengalami fermentasi. Asap  cair yang dihasilkan dalam penelitian ini memiliki massa jenis lebih besar dari 0,9499 g/cm3, pH 2, yield  lebih besar dari 18,1%, dan warna oranye-kuning, semuanya memenuhi standar kualitas cuka kayu  Jepang. Asap cair yang dihasilkan juga memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan  mikroorganisme saat minuman susu asam diinkubasi. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4418</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4418</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4418</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 114-121</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4419</identifier>
				<datestamp>2024-07-30T07:42:06Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI LENGKUAS MERAH (ALPINIA  PURPURATA) BERBANTUKAN GELOMBANG MIKRO: PENGARUH  PERBANDINGAN BAHAN DAN PELARUT</dc:title>
	<dc:creator>Adhiksana, Arief; Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Linthin, Agnesia Pulung; Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyudi, Wahyudi; Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Ibnu Eka; Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Nadir, Mardhiyah; Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Irwan, Muh; Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:creator>Thahir, Ramli; Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstraksi; lengkuas merah; mae; minyak atsiri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minyak atsiri merupakan hasil ekstraksi alami tumbuhan yang dapat berasal dari berbagai bagianbagian tumbuhan. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yaitu lengkuas merah. Lengkuas merah  mengandung minyak atsiri yang terkandung dalam rimpang atau akarnya. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh rasio bahan dengan pelarut air terhadap hasil rendemen minyak atsiri lengkuas  merah dengan menggunakan metode ekstraksi microwave assisted extraction (MAE). Metode MAE  memiliki kelebihan dibandingkan konvensional dalam mempercepat proses dan meningkatkan rendemen. Proses ekstraksi menggunakan 100 gram rimpang lengkuas merah kering yang ditambahkan pelarut air  dengan variasi rasio bahan dengan pelarut 1:6, 1:7, 1:8, 1:9 dan 1:10 lalu diekstraksi selama 1 jam dengan  daya microwave sebesar 180 Watt. Hasil ekstraksi minyak atsiri yang diperoleh dianalisa rendemen, berat  jenis dan indeks biasnya. Hasil terbaik diperoleh pada variasi rasio bahan dengan pelarut air 1:9 yaitu  rendemen minyak atsiri sebesar 0,3201%, berat jenis sebesar 0,9289 g/mL dan indeks bias sebesar 1,525.  Hasil analisa GC-MS menunjukkan 15 senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri lengkuas  merah dengan senyawa dominan antara lain metilcinnamate (68,13%), beta-granial (7,79%) dan  eucalyptol (5,44%). DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4419</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-05-17</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/4419</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4419</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia; 122-126</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5139</identifier>
				<datestamp>2025-05-24T10:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REDUCTION OF LEAD (Pb) LEVELS IN RED KUPANG (MUSCULISTA  SENHAUSIA) USING WULUH STARFRUIT (AVERRHOA BILIMBI)  EXTRACT</dc:title>
	<dc:creator>Ningrum, Devy Shinta; UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Darmawan, Dewangga Haris; UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Suprihatin, Suprihatin; UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Nandini, Atika; UPN &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Extraction, lead (Pb), red kupang, wuluh starfruit</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Red kupang (Musculista senhausia) is one of the protein-rich fisheries resources that is widely consumed by the  population. However, red kupang contains a significant amount of heavy metal. This can be harmful to people if  consumed in the long term and not processed properly. The boiling method that has been used to remove heavy  metals is not effective, especially for reducing the levels of lead (Pb), which is difficult to dissolve in water. The  accumulation of lead (Pb) in red kupang can be reduced by extracting it using citric acid, a chelating agent. This  study aims to determine the effect of differences in citric acid concentration (0.5%v/v, 1%v/v, 1.5%v/v, 2%v/v,  and 2.5%v/v) from starfruit juice solvent and stirring speed (150 rpm, 180 rpm, 210 rpm, 240 rpm, and 270 rpm)  in the solid-liquid extraction method (leaching) on lead (Pb) levels in red kupang. Analysis of lead (Pb) levels  was carried out using AAS. The analysis results showed that the levels of lead (Pb) tended to decrease as the  stirring speed and citric acid concentration increased. The best results were obtained at a citric acid concentration  of 2.5%v/v and a stirring speed of 210 rpm, which resulted in a residual lead (Pb) levels of 0.251 mg/kg. The  results are in accordance with SNI 7387:2009, which states that the limit for lead metal contamination in food is  1.5 mg/kg.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-03-02</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/5139</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5139</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 2 (2025); 53-56</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5155</identifier>
				<datestamp>2025-05-24T10:53:19Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KINETIKA REAKSI HIDROLISIS ENZIMATIS SELULOSA MENJADI GLUKOSA DARI KULIT DURIAN (DURIO ZIBETHINUS RUMPH) MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE</dc:title>
	<dc:creator>Maharani, Eka Ferdinda Putri Ayu; Teknik Kimia, Fakultas Teknik Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Agustina, Meri; Teknik Kimia, Fakultas Teknik Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Redjeki, Sri; Teknik Kimia, Fakultas Teknik Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Muljani, Srie; Teknik Kimia, Fakultas Teknik Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecilia; Teknik Kimia, Fakultas Teknik Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Durian peel; enzymatic hydrolysis; reaction kinetics; Michaelis-Menten</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The production of durian in Indonesia causes pollution of the environment by durian skin waste, so it is necessary to utilize durian skin. Durian skin contains 50-60% cellulose, 5% lignin, 5% starch, and other compounds.  The cellulose content in durian peel is utilized for making glucose by enzymatic hydrolysis method carried out under pH 5 conditions, 10% cellulase enzyme concentration, 50oC temperature, and 160 rpm stirring speed. Optimization of the enzymatic hydrolysis process depends on understanding the reaction kinetics that provide information about the reaction rate and conversion efficiency. This study aims to determine the reaction kinetics equation of enzymatic hydrolysis of cellulose to glucose from durian peel using cellulase enzyme and determine the effect of substrate concentration and hydrolysis time on product concentration. Substrate concentration and hydrolysis time have a directly proportional relationship to product concentration. At 5% substrate concentration and 180 minutes, the highest product concentration of 1.7% was obtained. This study was conducted with hydrolysis times of 60, 90, 120, 150, and 180 minutes and variations in substrate concentrations of 1%, 2%, 3%, 4%, and 5%. The conversion of enzymatic hydrolysis of cellulose to glucose at 1% substrate concentration was 69.43% with a reaction rate equation of</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-03-02</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/5155</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 2 (2025); 57-63</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5157</identifier>
				<datestamp>2025-05-24T10:53:20Z</datestamp>
				<setSpec>tekkim:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDY OF KINETIC MODELING FOR SEA WATER IMPURITIES REMOVAL (SO4) USING DISODIUM PHOSPHATE (NA2HPO4)  AND CALCIUM CHLORIDE (CACL2)</dc:title>
	<dc:creator>Pujiastuti, Caecilia; Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering and Science, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rohmah, Aisyah Alifatul Zahidah; Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering and Science, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Muchammad, Raka Selaksa Charisma; Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering and Science, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sumada, Ketut; Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering and Science, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Calcium chloride; disodium phosphate; kinetic study; removal impurities; sea water</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salt is an essential mineral for human life, typically containing NaCl along with various impurities such as Mg²⁺, SO₄²⁻, and K⁺. The production of industrial-grade salt can be achieved through chemical treatments to bind these impurities. This study aims to investigate the kinetics of Sulphate (SO4) precipitation in order to lower impurities concentrations in seawater (Mg²⁺, SO₄²⁻, and K⁺), which is used as raw material for salt production, by adding chemical agents disodium phosphate (Na₂HPO₄) and calcium chloride (CaCl₂), each at a concentration of 2N. The research was conducted using continuous stirred tank technology with a stirring speed of 100 rpm and a solution pH of 9. The kinetics of impurity reduction in seawater were simulated using mathematical formulations, specifically pseudo-first-order and pseudo-second-order models. The results indicated that the process achieved the best outcomes with the addition of SO₄ solution, resulting in the highest removal value of 757.86 mg/L compared to others. Additionally, this correlated with an R² value close to 1 for the second-order kinetics, specifically 0.9871.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Studi Teknik Kimia</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-03-02</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/article/view/5157</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jurnal_tekkim.v19i2.5157</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknik Kimia; Vol 19, No 2 (2025); 64-72</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
