<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="http://ejournal.upnjatim.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-26T17:00:28Z</responseDate>
	<request from="2020-10-18" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3668</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:21Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Patulin : Keberadaan pada Pangan, Mekanisme Toksisitas, dan Metode Deteksi</dc:title>
	<dc:creator>Kurnianto, Muhammad Alfid; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Surabaya, Indonesia

Pusat Inovasi Teknologi Tepat Guna Pangan Dataran Rendah dan Pesisir, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jawa Timur, Surabaya, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Syahbanu, Fathma; Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikotoksin; Patulin; Penicillium; Apel; Toksin' Toksisitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Patulin merupakan salah satu jenis mikotoksin atau toksin produksi kapang yang mayoritas diproduksi oleh kapang bergenus Aspergillus dan Penicillium. Patulin mampu menyebabkan beragam efek buruk bagi kesehatan manusia karena menyebabkan gangguan imun, saraf, hingga gangguan akut pada saluran pencernaan, termasuk pendarahan, hiperemia, dan ulserasi. Berbagai efek tersebut disebabkan karena reaksi patulin dengan gugus tiol dari sistem seluler sehingga memicu beragam efek toksik. Oleh karena itu, International Agency for Research on Cancer (IARC) melaporkan bahwa patulin dikategorikan sebagai Unclassifiable as to carcinogenicity in humans (Class 3). Karena patulin bersifat sebagai genotoksik, teratogenik, embriotoksik, imunotoksik, hingga karsinogenik maka keberadaan patulin, baik pada pangan segar dan produk olahannya harus dianalisis dan dideteksi. Metode analisis untuk mendeteksi keberadaan patulin dapat dilakukan dengan menggunakan HPLC maupun LC. Mekanisme toksisitas patulin pada organ manusia melibatkan pembentukan ROS (reactive oxygen species), interaksi patulin dengan DNA, dan penghambatan kerja berbagai enzim. Ulasan artikel ini bertujuan untuk membahas keberadaan patulin pada pangan (segar dan produk olahannya), mekanisme pembentukan patulin (biosintesis dan gen yang terlibat), mekanisme dan  toksisitas patulin pada organ manusia, dan metode deteksi patulin. Ulasan naskah ini dilakukan dengan menggunakan metode &quot;narrative review&quot;.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3668</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3668</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 37-54</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1504</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN FORMULASI TEPUNG GADUNG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST), PATI TAPIOKA DAN TEPUNG TERI PADA STIK GADUNG</dc:title>
	<dc:creator>Basuki S, Enny Enny</dc:creator>
	<dc:creator>Winarti, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Puspitasari, Ken Dina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stik merupakan salah satu produk dalam katagori makanan ringan ekstrudat yang dibuat melalui proses ekstruksi dari tepung gadung, pati tapioka dan tepung teri&amp;nbsp; dengan atau tanpa proses penggorengan. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi tepung gadung dan pati tapioka dan penambahan tepung teri yang disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan rancangan acak lengkap sederhana, satu faktor, 9 formulasi dan dua kali ulangan. Hasil terbaik diperole pada formulasi tepung gadung 74,80 gram, pati tapioka 18,70 gram dan tepung teri 16,50 gram, dengan kadar air 3,543%, kadar abu 3,935%, kadar kalsium 927,210 mg, kadar protein 10,880%, kadar pati 33,890%, kadar amilosa 11,390%, daya patah 1,726 N, nilai rasa 2,90, nilai tekstur 3,30 dan nilai aroma 1,80.
Kata kunci: tepung gadung, &amp;nbsp;pati tapioka, tepung teri, stik
&amp;nbsp;
DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1504</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1504</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1504</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019; 12-19</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1553</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAFTAR ISI</dc:title>
	<dc:creator>ISI, DAFTAR</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">DAFTAR ISI</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1553</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1553</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2716</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T02:57:13Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROFIL ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK DALAM FERMENTASI INASUA GURARA</dc:title>
	<dc:creator>Mahulette, Ferymon; Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura. Jl. M. Putuhena, Ambon, Maluku, 97233 Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Mubarik, Nisa Rachmania; Departement Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Asam glutamat;asam palmitat;karakteristik sensorik;nira kelapa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengolahan inasua yang dilakukan masyarakat Teon, Nila, dan Serua di Maluku terdiri atas inasua tanpa nira kelapa dan inasua nira kelapa. Kedua produk fermentasi ini memiliki karakteristik sensorik dan masa simpan yang berbeda. Karakteristik sensorik bahan pangan sangat ditentukan oleh kadar asam amino dan asam lemak dalam pangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi profil asam amino dan asam lemak dalam kedua jenis inasua. Sampel inasua menggunakan ikan gurara (Lutjanus vitta) sebagai bahan dasar yang diambil dari pengrajin di Desa Layeni, Maluku Tengah. Analisis kadar asam amino menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), sedangkan kadar asam lemak menggunakan Gas Chromatography (GC).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam amino dan asam lemak meningkat sejalan bertambahnya waktu fermentasi.  Kadar asam amino total inasua tanpa nira adalah 20,96 %, sedangkan inasua nira hanya mencapai 15,31%. Kadar asam lemak total inasua nira adalah 87,48 %, sedangkan inasua tanpa nira hanya mencapai  58,59 %. Asam amino tertinggi pada kedua inasua adalah asam glutamat, sedangkan asam lemak tertinggi adalah asam palmitat. Profil asam amino dan asam lemak diperlukan sebagai referensi untuk memperbaiki nilai nutrisi dan cita rasa inasua sebagai salah satu produk pangan lokal di Maluku. Kata kunci : Asam glutamat, asam palmitat, karakteristik sensorik, nira kelapa DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2716</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2716</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2716</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4081</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FILM INDIKATOR BERBASIS DAUN JATI UNTUK MEMANTAU KESEGARAN  IKAN TENGGIRI</dc:title>
	<dc:creator>Pangesti, Dea Putri; Politeknik Negeri Jakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Ningtyas, Rina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">teak leaves, indicator label film, spanish mackerel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ikan tenggiri termasuk ikan yang mudah mengalami pembusukan karena  mengandung kadar air yang tinggi sekitar 60-80%. Mundurnya kualitas dari ikan  tenggiri dapat terdeteksi dengan adanya film label indikator yang ditempel pada  kemasan ikan. Penelitian ini menggunakan ekstrak antosianin daun jati sebagai bahan  pewarna pada film label indikator. Label indikator dibuat dengan menggunakan ekstrak daun jati dengan variasi pH 3,6,9 dan 12. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menganalisis variasi pH ekstrak daun jati yang paling tepat diaplikasikan pada  film label indikator untuk memantau kesegaran ikan tenggiri. Parameter pengujian  yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran nilai mean RGB, uji pH, uji organoleptik dan uji antibakteri pada membran film label indikator.  Film label indikator diaplikasikan pada ikan tenggiri yang disimpan dalam kulkas  selama 10 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ikan tenggiri sudah dalam  kondisi tidak segar pada hari ke-6. Film label indikator pH 9 dan 12 menjadi film label  indikator yang perubahan warnanya dapat dibedakan secara visual dibandingkan  label dengan pH 3 dan 6.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4081</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4081</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 53-66</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4384</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Quality Analysis Of Cayenne Pepper (Capsicum Frutescens L) Variety Ori 212 With Addition Of Natural Preservative Edible Coating Cassava Peel Starch During Room Temperature Storage</dc:title>
	<dc:creator>Pangestu, Wahyu Aji; Universitas Slamet Riyadi Surakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Nur’aini, Vivi; Universitas Slamet Riyadi Surakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Puyanda, Irvia Resti; Universitas Slamet Riyadi Surakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edible coating, cayenne pepper, immersion time, storage time</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cayenne pepper is a horticultural plant whose fruit has a complete combination of color, taste and nutritional value but is not very durable for storage. This research is aimed at determine the effectiveness of edible coating immersion time and storage time on the physical, chemical, microbiological and organoleptic characteristics of ORI 212 variety cayenne pepper. Researched used a completely randomized design with 2 factors; first factor is immersion time in edible coating is 0 sec, 60 sec, 180 sec and second factor is the storage time on days 0, 10, 20. The research began with making edible coating from cassava peel starch with the addition of red ginger extract. Edible coating was applied to the ORI 212 variety of cayenne pepper with an immersion time of 60 sec, 180 sec and stored for 20 days. On days 0, 10, 20, moisture content, weight loss, color, vitamin C, organoleptic and total plate number tests were carried out. The results showed that edible coating cassava peel starch with a immersion time of 60 sec was the most effective treatment which could maintain moisture content on the 20th day of 40.42% and a lower weight loss reduction of 68.24%. From the results the color test, it can maintain brightness 24.85, reddish 37.73, yellowish 22.07 and has the highest score in the organoleptic test. The growth of microbial numbers was lower on day 20 with 5.86 CFU/gram but did not have a significant effect on vitamin C with other treatments. The length of storage has an influence on the effectiveness of edible coating cassava peel starch, the longer the storage, the quality of the cayenne pepper will decrease.Keywords : Edible coating, cayenne pepper, immersion time, storage time</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4384</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4384</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 124-137</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/4384/11578</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1505</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK MARSHMALLOW DARI KULIT PISANG RAJA (MUSA TEXTILIA) : KAJIAN KONSENTRASI GELATIN DAN PUTIH TELUR</dc:title>
	<dc:creator>Sarofa, Ulya</dc:creator>
	<dc:creator>.,, Rosida</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi Wulandari, Lina Putri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Padaumumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara nyata. Kulit memiliki kandungan vitamin C dan B yang tinggi,serta banyak terkandung mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, pada penelitian inidilakukan pemanfaatan kulit pisang untuk dijadikan produk yang digemari masyarakat yaitu marshmallow.Marshmallow merupakan salah satu jenis permen lunak (soft candy) yang memiliki tekstur seperti busa yang&amp;nbsp;lembut, ringan dan kenyal merupakan hasil dari campuran gula atau sirup jagung, putih telur, gelatin dan bahanperasa yang dikocok. Penambahan gelatin dan putih telur pada pembuatan marshmallow bertujuan untukmemperbaiki tekstur dan menghasilkan marshmallow yang lembut. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenentukan perlakuan terbaik antara konsentrasi gelatin dan putih telur&amp;nbsp; dalam pembuatan Marshmallow kulitpisang raja.&amp;nbsp;Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial dengan 2 faktor, yaitu faktorpertama konsentrasi penambahan gelatin (8%, 10% dan 12%) dan faktor kedua adalah tingkat penambahanputih telur (3%, 4%, dan 5%). Hasil perlakuan terbaik adalah marshmallow dengan kosentrasi gelatin 12% dankonsentrasi putih telur 3% dengan kadar air 18,323%, kadar abu 1,080%; kadar vitamin C 9,765 mg, kadar gulareduksi 5,102%, tekstur 3,150 N, Elastisitas 21,340%. Rata-rata nilai organoleptik warna 2,85 (agak tidak suka),aroma 4,7 (agak suka), tekstur 4,7 (agak suka) dan rasa 5,05 (agak suka).
Kata Kunci : marshmallow, kulit pisang, gelatin,putih telur
&amp;nbsp;
DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1505</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1505</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1505</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019; 20-27</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3226</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:43Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">CHARACTERISTICS OF CATFISH (Pangasius pangasius) VISCERA OIL PURIFIED WITH BENTONITE</dc:title>
	<dc:creator>Maghfira, Annisa Nur; Airlangga University</dc:creator>
	<dc:creator>Patmawati, Patmawati; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Dwi Yuli; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Sahidu, Adriana Monica; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Tjahjaningsih, Wahju; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Eka; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">viscera; bentonite; Pangasius pangasius; catfish oil</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The fishing industry is a very broadline business with various processes that have by-products. Catfish viscera which includes digestive tract, liver, bile, and stored fat (belly fat) is a potential source of fat to be processed into fish oil with high content of unsaturated fatty acids, especially omega 3. This study aims to determine the effect of adding bentonite to the purification process of catfish oil from viscera on the characteristics of pure fish oil. This study used a completely randomized design (CRD) consisting 4 treatments of bentonite percentage, 0%, 4%, 7% and 10%. Parameters measured were free fatty acid, acid number, peroxide number, paraanisidin number (p-anisidin), total oxidation, and yield. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan's Multiple Distance Test. The results of this study indicate that the addition of bentonite to pure fish oil has a significant effect on the characteristics of fish oil from each treatment. The best purification was found in the addition of 10% bentonite that having the characteristics of 0.62% free fatty acids, 0.12 mgKOH/g acid number, 0 meq/kg peroxide number (not detected), paraanisidin number 1.60 meq/kg, total oxidation 1.60 meq/kg, and yield of 75.23 ± 0.194%. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3226</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3226</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3226</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 92-103</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2943</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:10:25Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PENAMBAHAN CRUDE BROMELIN DAN LAMA PERENDAMAN  PADA PEMBUATAN NUGGET DAGING AYAM PETELUR AFKIR</dc:title>
	<dc:creator>Defri, Ifwarisan; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Jariyah, Jariyah; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Nasichah, Anin; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daging ayam petelur afkir;crude bromelin;ekstrak nanas;lama perendaman;nugget</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentarasi enzim bromelin kasar dan lama perendaman terhadap kualitas daging ayam petelur afkir dan menentukan perlakuan terbaik antara penambahan konsentrasi enzim bromelin dan lama perendaman sehingga nugget yang dihasilkan dapat disukai oleh konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor yaitu konsentrasi bromelin (0.5%, 1%, 1.5%) dan lama perendaman (15, 30, 45 menit) dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DNMRT. Pengamatan yang dilakukan untuk daging ayam petelur setelah direndam dalam crude bromelin adalah kadar air, kadar lemak, kadar protein, keempukan/tekstur, Water Holding Capacity (WHC). Kemudian pengamatan produk nugget berbahan ayam petelur afkir adalah keempukan/tekstur, rendemen, dan uji organoleptik. Produk nugget yang terbaik diperoleh berdasarkan kesukaan panelis melalui uji sensori yaitu perlakuan crude bromelin 1% dan lama perendaman 30 menit dengan nilai rangking sensori tertinggi yaitu tekstur 118, rasa 117, aroma 121, dan warna 119, tekstur produk nugget terukur 0.270 mm/g.dt, dan rendemen 84.49%. Produk nugget terbaik didukung oleh hasil pengujian awal daging yang telah direndam crude bromelin yaitu kadar air 72.36%, kadar lemak 1.39%, kadar protein 0.58%, keempukan 2.533 mm/g.dt, water holding capacity (WHC) 22.186. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2943</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2943</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2943</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3928</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Addition of Turmeric Powder (Curcuma domestica Val.) to the Quality of Sago Cookies and Arrowroot Cookies: Physicochemical and Sensory Testing</dc:title>
	<dc:creator>Ramdaniyanti, Desti; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Sagala, Sipra Monica; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Pujimulyani, Dwiyati</dc:creator>
	<dc:creator>Slamet, Agus; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Yulianto, Wisnu Adi; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioxidant activity, blanching, Curcuma domestica Val., cookies</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cookies dapat dijadikan pangan fungsional dengan menggunakan bahan pengganti tepung sagu dan tepung garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh lama proses blansing dan penambahan kunyit terhadap sifat fisikokimia dan sensori cookies sagu (CS) dan cookies garut (CG). Variasi formulasi adalah lama proses blansing dengan variasi 0; 2.5; 5 dan 7,5 menit dan penambahan Curcuma domestica Val. dengan variasi 5g, 10 dan 15g. Sifat kimia CS terpilih dengan kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat berturut-turut adalah 5,11%, 1,49%, 5,53%, 15,39%, dan 72,49%. Aktivitas antioksidan yang diperoleh adalah 88,28% RSA dan kandungan total fenolik adalah 37,54 mg EAG/g bk. Sifat kimia CG dipilih dengan kadar air, abu, protein, kandungan lemak dan karbohidrat masing-masing 5,12%, 1,54%, 6,90%, 16,09%, 70,35%. Aktivitas antioksidan CG adalah 84,62% ​​RSA dan total fenolik 64,44 mg EAG/g bk. Aktivitas antioksidan kedua jenis cookies tersebut menunjukkan hasil yang tinggi yang dapat berfungsi untuk menangkal radikal bebas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3928</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3928</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 123-138</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2940</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:08:17Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SIFAT FISIKO-KIMIA KEMASAN BERBASIS GELATIN DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GLISEROL DAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura)</dc:title>
	<dc:creator>Novita, Deby Bayu; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadhia, Safinta Nurindra; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sifat fisiko-kimia;kemasan;gelatin;gliserol;daun kersen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kemasan yang dapat hancur terurai oleh aktivitas mikoorganisme setelah digunakan dan dibuang pada lingkungan yaitu kemasan yang terbuat dari bahan alam. Kemasan tersebut dapat terbuat dari lipid, hidrokoloid terdiri dari bahan yang bersumber dari protein dan polisakarida dan komposit kombinasi antara kelompok bahan tersebut. Gelatin merupakan salah satu golongan protein yang bersifat hidrokoloid yang larut dalam air mampu membentuk gel, membentuk lapisan tipis yang elastis dan membentuk kemasan menjadi transparan serta kuat. Gliserol merupakan salah satu komponen yang sangat besar dalam pembuatan kemasan dapat mengurangi gaya inter molekuler sepanjang rantai polimer sehingga mampu meningkatkan gaya, mudah digunakan untuk mengembangkan lebih lanjut sifat plastisnya, mempunyai sifat peningkatan penyerapan air dan meningkatkan fleksibelitas pada kemasan. Daun kersen (Muntingia calabura) mengandung kumpulan senyawa kimia antioksidan seperti flavonoid, tanin, triterpen, saponin, polifenol, dan senyawa lignin lainnya. Flavonoid bekerja sebagai antimikroba, antioksidan, antivirus, antihipertensi, menghidupkan perkembangan estrogen, dan mengobati fungsi hati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisiko-kimia kemasan berbasis gelatin dengan variasi penambahan gliserol dan ekstrak daun kersen. Kemasan berbasis gelatin dibuat dengan variasi penambahan gliserol 10%;20%;30% dan ekstrak daun kersen yang berbeda yaitu 5%;10%;15%. Parameter yang dianalisis adalah uji ketebalan, kuat tarik, persen pemanjangan, kelarutan, kadar air dan aktivitas antioksidan. Perlakuan variasi penambahan gliserol dan ekstrak daun kersen terhadap sifat fisiko-kimia menghasilkan meningkatkan nilai ketebalan, menurunkan nilai kuat tarik (tensile strength), meningkatkan nilai persen pemanjangan (elongasi) dan meningkatkan nilai persen kelarutan, meningkatkan nilai kadar air, dan meningkatkan nilai aktivitas antioksidan pada kemasan. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2940</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2940</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2940</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3680</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:21Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pigmen Monascus yang Ditumbuhkan pada Berbagai Jenis Beras Dengan Pelarut Yang Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Puspita, Dhanang</dc:creator>
	<dc:creator>Lestario, Lydia Ninan; Teknologi Pangan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Isnaini Kumala; Teknologi Pangan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Monascus; Beras; Pigmen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Monascus adalah salah satu jenis kapang asomyte yang menghasilkan pigmen. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produksi pigmen Monascus adalah jenis medium yang digunakan. Beras merupakan salah satu substrat yang baik yang sering digunakan dalam proses fermentasi oleh kapang Monascus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa jenis pigmen Monascus yang ditumbuhkan pada berbagai jenis beras yang berbeda. tahapan penelitian meliputi; isolasi Monascus sp. uji pertumbuhan, produksi pigmen Monascus sp., ekstraksi pigmen, analisis pigmen Monascus menggunakan KLT dan spektrofotometri. Monascus dapat tumbuh dan menghasilkan pigmen pada media dari beras putih, beras merah, beras coklat, dan beras hitam. Ekstark pigmen Monascus dapat dilarutan dengan pelarut eter, heksan, kloroform, dan yang paling optimal adalah metanol. Pigmen Monascus yang tertinggi diperoleh dari media beras coklat dan beras merah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3680</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3680</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 25-36</dc:source>
	<dc:language>ID</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2881</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN LITERATUR: HUBUNGAN ANTARA ATEROSKLEROSIS DAN KARBOHIDRAT MURNI (PANGAN TINGGI GULA) MELALUI TRIGLISERIDA</dc:title>
	<dc:creator>Syahbanu, Fathma; Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang</dc:creator>
	<dc:creator>Pawestri, Setyaning; Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">atherogenic; atherosclerosis; high-carbohydrate diet; coronary heart disease; triglycerides</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aterosklerosis adalah kondisi dimana arteri mengalami pengerasan dikarenakan timbunan plak kolesterol. Aterosklerosis dapat memicu berbagai penyakit denegeratif seperti penyakit jantung koroner (PJK). Aterosklerosis dapat terjadi karena tingginya kadar kolesterol dalam darah dan faktor risiko trigliserida yang dikaitkan dengan konsumsi karbohidrat berlebih. Kasus penyakit kardiovaskuler banyak terjadi pada populasi dengan konsumsi karbohidrat tinggi. Hal ini dikaitkan dengan sifat aterogenik dari karbohidrat. Kelebihan glukosa dari metabolisme karbohidrat akan disintesis oleh hati menjadi trigliserida dan disimpan dalam jaringan adiposa dan dapat memicu obesitas. Diet tinggi karbohidrat diasosiasikan dengan rendahnya kadar total kolesterol, LDL-C, HDL-C dan ApoA. Utamanya, karbohidrat murni seperti gula murni (refined sudgar) yang terkandung pada produk makanan dan minuman ultra proses berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Mempertimbangkan efek negatif dari diet tinggi karbohidrat, terutama karbohidrat murni, maka perlu adanya penekanan pentingnya pemilihan sumber karbohidrat, mengurangi asupan gula tambahan seperti sukrosa dan sirup jagung tinggi fruktosa, serta meningkatkan asupan pangan utuh, alami, dan nabati, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.Kata kunci : aterogenik, aterosklerosis, diet tinggi karbohidrat, nabati, pangan utuh DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2881 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2881</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.2881</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 72-90</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4725</identifier>
				<datestamp>2025-02-11T02:28:06Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMASI PRODUKSI MINUMAN MIKROEMULSI MENGANDUNG MEDIUM CHAIN TRIGLYCERIDES (MCT) MENGGUNAKAN BAHAN BAKU DARI PALM KERNEL OIL</dc:title>
	<dc:creator>Ariani, Dina</dc:creator>
	<dc:creator>Affandi, Arief Rakhman; Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Umiyati, Rini; Unversitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Muflihati, Iffah; Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Palm kernel oil, MCT, mikroemulsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Palm Kernel Oil (PKO) adalah minyak yang diperoleh dari inti buah kelapa sawit. Palm Kernel oil memiliki kandungan medium chain trygliceride (MCT). MCT mudah dimetabolisme dalam tubuh sehingga menghasilkan energi dengan cepat. MCT memberi lebih sedikit kalori yaitu, 8,4 kkal/g, berbentuk cair pada suhu kamar, dan memiliki panjang rantai yang lebih pendek. Dalam rangka memperluas pengaplikasian palm kernel oil di bidang pangan maka dibuatlah minuman mikroemulsi. Mikroemulsi merupakan globula lemak yang terdispersi yang tersusun dari minyak, air, dan emulsifier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi PKO dan kecepatan pengadukan optimum pada proses produksi mikroemulsi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM)  yang digunakan untuk mendapatkan optimasi formulasi mikroemulsi dengan faktor Konsentrasi PKO dan kecepatan pengdukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi PKO dan kecepatan pengadukan berpengaruh signifikan terhadap distribusi ukuran globula, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap konduktivitas, aroma langu, aroma tengik, rasa oily, dan warna putih. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi PKO 3,06% dan kecepatan pengadukan 3439,34 rpm dengan nilai prediksi distribusi ukuran globula sebesar 2,42 µm, konduktivitas 35,69 µS/cm, aroma langu 1,29, aroma tengik 1,87, rasa oily 2,86, dan warna putih 3,98.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4725</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4725</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4611</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Antioxidant And Antibacterial Characteristic Of Kecombrang Extracts (Etlingera elatior)</dc:title>
	<dc:creator>iglesias, Iglesias; Universitas Pelita Harapan</dc:creator>
	<dc:creator>Siregar, Tagor M; Universitas Pelita Harapan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antibacterial; antioxidant; fenolic; flavonoid; kecombrang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecombrang (Etlingera elatior) is a plant that contains bioactive compounds such as alkaloids, phenolics, flavonoids, triterpenoids, saponins, and glycosides which are beneficial for body health. This research aimed to determine the antioxidant and antibacterial activity of extracts of kecombrang flowers, stems, and tubers. Powder from each part of the kecombrang plant (flowers, tubers, and stems) was extracted with 80% ethanol solvent using the maceration method for 24 hours at room temperature. The chemical compound composition of the selected extracts was determined using the GC-MS method. Kecombrang flower extract has antioxidant activity (IC50) of 34.13 ± 0.86 ppm, total phenolics of 28.38 ± 1.12 mg GAE/g, and total flavonoids of 2.15 ± 0.03 mg QE/g. Tuber extracts had antioxidant activity (IC50) of 35.09 ± 1.1 ppm, total phenolics of 18.79 ± 0.91 mg GAE/g, and total flavonoids of 0.96 ± 0.05 mg QE/g. Meanwhile, stem extract has antioxidant activity (IC50) of 38.35 ± 1.32 ppm, total phenolics of 14.49 ± 0.56 mg GAE/g, and total flavonoids of 0.77 ± 0.03 mg QE/g.  The antibacterial activity assay against E.coli, kecombrang flower extract showed an inhibition zone of 23.08 ± 0.49 mm with a MIC value of 0.53% and MBC 2.14%, tuber extract showed an inhibition zone of 21.87 ± 0.29 mm with a MIC value of 0.51% and an MBC of 2.04%, the stem extract showed an inhibition zone of 9.68 ± 0.35 mm with a MIC value of 0.41% and a MBC of 1.66%. While  the antibacterial activity assay against S.aureus, kecombrang flower extract showed an inhibition zone of 23.97 ± 0.50 mm with a MIC value of 0.63% and MBC 2.50%, tuber extract showed an inhibition zone of 22.86 ± 0.51 mm with a MIC value of 0.40% and MBC 1.58% and the stem extract showed an inhibition zone of 21.65 ± 0.42 mm with a MIC value of 0.54% and MBC 2.17%. The antibacterial activity of the three types of kecombrang extract is classified as strong. The results of GC-MS analysis of kecombrang flower extract showed the presence of the compounds 3-ethyl-2-cyclohexen-1-ol, 1,2-Benzenediol, and 1,4-Benzenediol which are antibacterial, and 2-methoxy-4-vinylphenol which is an antioxidant.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4611</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4611</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 21-35</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2743</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:06:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSENTRASI PROPOLIS TERHADAP MUTU KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK YOGHURT</dc:title>
	<dc:creator>Rahmayani, Nadia; Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram
Jl. Majapahit No. 58 Mataram</dc:creator>
	<dc:creator>Nazaruddin, Nazaruddin; Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram
Jl. Majapahit No. 58 Mataram</dc:creator>
	<dc:creator>Amaro, Moegiratul; Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram
Jl. Majapahit No. 58 Mataram</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan; Propolis; Yoghurt</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kosentrasi propolis terhadap mutu  kimia, mikrobiologis, dan organoleptik yoghurt. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yang terdiri atas (kosentrasi: 0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, dan 0,5%). Parameter yang diamati yaitu sifat kimia (kadar protein dan nilai total asam laktat)  sifat mikrobiologi (total BAL), dan sifat organoleptik (rasa, warna, dan aroma). Data hasil pengamatan dianalisis keragaman dengan taraf nyata 5% dengan menggunakan Co-Stat. Apabila terdapat beda nyata, dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (parameter organoleptik), sedangkan untuk paramater mikrobiologis dan sifat kimia dilakukan uji lanjut menggunakan polynomial orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi propolis memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap total BAL, Total Asam laktat, kadar protein, namun tidak berbeda nyata terhadap sifat organoleptik sifat organoleptik aroma (hedonik dan skoring), warna (hedonik dan skoring),  rasa (hedonik dan skoring) dari yoghurt. Yoghurt dengan penambahan propolis 0,5% merupakan perlakuan terbaik dengan BAL 1,5  x 108CFU/g, Total asam laktat 1,44 %, Kadar protein  3,04%, warna, rasa, dan aroma diterima panelis.   Kata Kunci : Antioksidan, Propolis, Yoghurt DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2743</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2743</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2743</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3892</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE DALAM PEMBUATAN EDIBLE COATING DAN APLIKASINYA PADA BUAH ALPUKAT</dc:title>
	<dc:creator>Efendi, Raswen; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Situmorang, Reinhard; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmayuni, Rahmayuni; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">alpukat; edible coating; ekstrak jahe</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Alpukat adalah buah klimaterik yang setelah pemanenan mengalami respirasi yang sangat cepat sehingga dibutuhkan bahan pelapis yang dapat menghambat proses respirasi. Edible coating adalah suatu metode pemberian lapisan tipis pada permukaan buah untuk menghambat keluarnya gas, uap air, dan kontakdengan oksigen, sehingga proses pemasakan dan reaksi pencoklatan buah dapat diperlambat. Perlakuan penelitian ini meliputi T0 (kontrol), T1 (edible coating penambahan ekstrak jahe 0%), T2 (edible coating penambahan ekstrak jahe 2%), T3 (edible coating penambahan ekstrak jahe 4%), dan T4 (edible coating penambahan ekstrak jahe 6%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe berpengaruh nyata terhadap susut bobot, total padatan terlarut, kekerasan, dan analisis sensori. Perlakuan terbaik adalah T4 edible coating dengan penambahan ekstrak jahe 6% dengan susut bobot 39,09%, total padatan terlarut 1,40 obrix, kekerasan 9,25 kgf.cm-2, penilaian sensori disukai dengan deskriptif warna hijau, dan sedikit beraroma alpukat. Penilaian sensori disukai dengan hedonik berupa warna, aroma oleh panelis, dan panelis menyukai edible coating dengan penambahan ekstrak jahe 6%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">-</dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3892</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3892</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 107-122</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3892/10448</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4706</identifier>
				<datestamp>2025-02-05T03:02:05Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh larutan bubuk daun mangrove Buguiera gymnorriza terhadap kualitas daging ayam dan dang selama penyimpanan</dc:title>
	<dc:creator>Zuhro, Lailatuz; Universitas Yudharta Pasuruan</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Cahyaning Rini; Universitas Yudharta Pasuruan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun mangrove ( Buguiera gymnorryza) , daging ayam, udang, kerusakan dan masa simpan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kualitas daging ayam dan udang selama penyimpanan menjadi perhatian utama dalam industri pangan.kualitas daging ayam  dan udang meliputi kualitas fisik, biologi, maupun kimia dan dapat diterima oleh konsumen. Dengan adanya permasalah singkatnya masa simpan bahan pangan jenis daging dan seefood memicu mansyarakat menggunakan pengawet sintetis . Oleh karena itu banyak para peneliti telah melakukan berbagai penelitian untuk alternatif pengganti bahan sintetis yang digunakan untuk bahan makanan , salah satunya pemanfaatan daun mangrove  yang memiliki kandungan bioaktif sebagai anti bakteri . Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari dua faktor, faktor pertama yaitu: konsentrasi ekstrak daun mangrove , faktor kedua pengaplikasian pada daging ayam dan udang. Parameter yang diamati pada pada pengawetan daging ayam dan udang meliputi kadar air, nilai TBA,uji masa simpan yang dilakukan secara kualitatif menggunakan metode EES  serta sifat organoleptik warna, tekstur, dan aroma. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan uji lanjut Tukey taraf kepercayaan 95% (α=0.05). Sedangkan uji sensoris dilakukan dengan Uji Friedman dengan skala hedonik (Hedonik Scale Test). Perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas de Garmo.Hasil perhitungan indeks efektifitas perlakuan terbaik terdapat pada B3P1( konsentrasi daun mangrove 80g/L, pada daging ayam ) dengan parameter analisa fisikokimia dan organoleptik meliputi aktivitas kadar air 73,05%, Nilai TBA 44,95%. Masa Simpan bertahan samapai 7 hari, tingkat kesukaan warna 3,52 (suka), Tingkat kesukaan tekstur 3,72( suka) dan dilanjutkan dengan tingkat kesukaan aroma 1,76( tidak suka).   Kata kunci : Daun mangrove ( Buguiera gymnorryza) , daging ayam, udang, kerusakan dan masa simpan </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4706</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4706</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/4706/12260</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1542</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK ASINAN KUBIS YANG DIBUAT  DENGAN PENAMBAHAN ISOLAT Lactobacillus plantarum 1</dc:title>
	<dc:creator>.,, Yusmarini</dc:creator>
	<dc:creator>Pato, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Johan, Vonny Setiaries</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Shanti</dc:creator>
	<dc:creator>.,, Rahmayuni</dc:creator>
	<dc:creator>Zelviani, Puja Febri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Asinan kubis atau yang lebih dikenal dengan sebutan sauerkraut merupakan salah satu produk fermentasi yang dibuat dari kubis. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan Lactobacillus plantarum 1 indegenus yang diisolasi dari industri pengolahan pati sagu dalam pembuatan asinan kubis serta mempelajari karakteristik kimiawi, mikrobiologis dan sensori asinan kubis yang dihasilkan. Tiga strain Lactobacillus plantarum 1 dengan sifat amilolitik dan karakteristik probiotik yang berbeda, dikombinasikan dengan Leuconostoc mesenteroides. Hasil penelitian menujukkan bahwa asinan kubis yang dibuat dengan menambahkan starter Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus plantarum 1 mempunyai nilai pH, kadar asam asetat dan gula total yang lebih rendah, namun mempunyai total asam tertitrasi dan total BAL yang lebih tinggi dibandingkan asinan kubis yang dibuat hanya dengan menambahkan Leuconostoc mesenteroides. Sifat sensori asinan kubis yang disuplementasi dengan Lactobacillus plantarum 1 secara keseluruhan agak disukai  hingga disukai oleh panelis dan jumlah bakteri asam laktat yang terdapat pada asinan kubis yang ditambah L.plantarum 1 mencapai 109 - 1010 CFU/ml. Kata kunci : Lactobacillus plantarum 1, amilolitik, probiotik, asinan kubis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1542</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1542</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019; 39-47</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2448</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:33:50Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KUALITAS FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK GELATO TEMPE DENGAN PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS STARCH –BASED FAT REPLACER</dc:title>
	<dc:creator>Seno, Binardo Adi; Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan Program Sarjana Terapan Politeknik Santo Paulus, Surakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Lewerissa, Karina Bianca; Program Studi Teknologi Pangan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gelato tempe; fat replacer; tepung maizena; tepung beras; tepung tapioka</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gelato merupakan salah satu jenis dessert beku yang memiliki kandungan lemak rendah yang terbuat dari susu, gula, dan padatan susu tanpa lemak.  Konsumsi rendah lemak menjadi salah satu tuntutan konsumen saat ini. .Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula gelato nabati terbaik ditinjau dari uji fisik (overrun, viskositas, laju dan waktu pelelehan) dan uji sensoris (tekstur, rasa dan daya terima keseluruhan) dengan penggunaan sari tempe sebagai pengganti susu dan bahan pengganti lemak berbasis karbohidrat pati (starch-based carbohydrate fat replacer) berupa tepung maizena, tepung beras dan tepung tapioka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan masing-masing dilakukan tiga kali ulangan. Analisa statistik menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung tapioka sebagai bahan pengganti lemak menghasilkan karakteristik organoleptik yang paling disukai konsumen dari segi tekstur, rasa dan daya terima secara keseluruhan (overall). Selain itu, gelato tempe dengan penambahan tepung tapioka juga memiliki resistensi pelelehan yang paling lama. Bila dilihat dari nilai overrun, penggunaan tepung maizena menghasilkan nilai pengembangan gelato tempe yang paling tinggi yaitu sebesar 31,94%. Berdasarkan uji proksimat, gelato tempe dengan penambahan tepung tapioka memiliki kandungan protein sebesar 8,76% dan kadar lemak sebesar 2,80%.  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2448</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2448</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2448</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3903</identifier>
				<datestamp>2024-01-31T09:17:03Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Buah Pisang Mas Kirana Pada Berbagai Umur Panen dan Teknik Penyimpanan</dc:title>
	<dc:creator>Safitri, Salsabila Dian; Gunadarma University</dc:creator>
	<dc:creator>Arti, Inti Mulyo</dc:creator>
	<dc:creator>Miska, Mohammad Ega Elman</dc:creator>
	<dc:creator>Kalsum, Ummu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KMnO4; penyimpanan;  warna pisang;  umur panen</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pisang tergolong dalam buah unggulan yang bersifat klimakterik dan mudah rusak sehingga membutuhkan penanganan pascapanen yang tepat terutama pada pemanenan dan penyimpanan. Padatan yang terlarut, kadar asam dan warna dapat menjadi indikator penentu kualitas buah pisang secara kimia dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Total Padatan Terlarut (TPT), Asam Titrasi Total (ATT) serta warna L, *a dan *b pada buah pisang Mas Kirana dengan umur panen dan teknik penyimpanan yang berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 4 ulangan. Faktor 1 adalah umur panen 40 dan 57 Hari Setelah Antesis (HSA). Faktor 2 adalah teknik penyimpanan tanpa box kardus, box kardus tanpa KMnO4 dan box kardus dengan KMnO4. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada selang kepercayaan ɑ = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen memberikan pengaruh yang nyata  pada TPT dan warna kecuali nilai ATT dan warna *a pada hari ke-5 penyimpanan. Teknik penyimpanan memberikan pengaruh yang nyata pada TPT , ATT dan warna buah pisang pada hari ke-3 penyimpanan. Umur panen dan teknik penyimpanan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap TPT, ATT dan warna pada hari ke-5 penyimpanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3903</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i2.3903</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 2 :  Desember 2023</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3812</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN KANDUNGAN ASAM AMINO HIDROLISAT TEMPE SEMANGIT MELALUI PENGGUNAAN ENZIM PROTEASE DARI DAUN KELOR</dc:title>
	<dc:creator>Parhusip, Adolf Jan Nexson</dc:creator>
	<dc:creator>Hartono, Vania Christella; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Alfredo, Alfredo; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Kristianto, Elin; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Fraulencia, Jesseline; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">overripe tempeh hydrolysate; moringa leaves; protease; enzyme activity; amino acids</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Longer time of fermentation treatment in overripe tempeh causes an increase in amino acid content in overripe tempe.  The addition of protease enzymes from dial oleifera leaves to overripe tempeh will cause protein hydrolysis that leads to an increase in amino acid content..In this study, hydrolysate from overripe tempeh was made with different fermentation time variation for 2 days, 3 days, 4 days and 5 days and the addition of protease enzyme from Moringa leaves with various concentrations (0.1%, 0.15%, 0.2%, and 0.25%). Several test conducted to get physical and chemical characteristics include enzyme activity test, protein content, amino acid test, water content, and chroma. The results obtained showed that the hydrolysate from overripe tempeh that have been fermented for 5 days with the addition of 0.25% Moringa oleifera leaves purified enzymes has the highest amino acids and low protein content. The color test showed a significant difference in the values of a * and b * due to the treatment between hydrolyzed samples. The value of lightness of overripe tempeh hydrolysate for with 5 days fermentation time and an addition of 0.25% enzymes indicates a significant difference with the control sample. The moisture content obtained in this study have greater value than SNI standards. Moringa oleifera leaves purified protease enzymes purified through the stages of dialysis reach their optimum conditions at 50oC and pH 7.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3812</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3812</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 89-106</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4772</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK DENDENG IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DENGAN KONSENTRASI GULA MERAH YANG BERBEDA</dc:title>
	<dc:creator>Fernando, Richard; Universitas Tanjungpura</dc:creator>
	<dc:creator>Maherawati, Maherawati; Universitas Tanjungpura</dc:creator>
	<dc:creator>Hartanti, Lucky; Universitas Tanjungpura</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dendeng, ikan kembung, gula merah, karakteristik fisikokimia, uji sensori</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dendeng merupakan hasil olahan daging yang diberi bumbu dan dikeringkan, dengan gula merah sebagai bumbu utama. Ikan kembung dapat digunakan sebagai inovasi pengganti daging. Penambahan gula merah dengan konsentrasi yang berbeda diduga akan mempengaruhi karakteristik dendeng ikan kembung. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori dendeng ikan kembung dengan konsentrasi gula merah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi gula merah 0%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan BNJ pada taraf 5%. Penambahan gula merah pada dendeng ikan kembung mempengaruhi karakteristik fisikokimia (kadar air, kadar lemak, kadar protein, warna L*, C, oh) dan karakteristik sensori (warna, tekstur, rasa, keseluruhan), namun tidak berpengaruh terhadap parameter aroma. Karakteristik kimia yang sudah memenuhi SNI dendeng yaitu kadar lemak (2,50-3,00%) dan kadar protein (20,47-24,90%). Kadar air belum memenuhi SNI dendeng karena masih menghasilkan kadar air yang tinggi (20,38-24,74%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4772</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4772</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 102-111</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2724</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:03:38Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN IWEL DARI TEPUNG KETAN HITAM DAN  UBI JALAR UNGU</dc:title>
	<dc:creator>Ayyumi, Lalu Ahmad Syahrul; Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram, NTB</dc:creator>
	<dc:creator>Nazaruddin, Nazaruddin; Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram, NTB</dc:creator>
	<dc:creator>Cicilia, Siska; Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram, NTB</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aktivitas antioksidan;iwel;tepung ketan hitam;ubi jalar ungu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung ketan hitam dan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap aktivitas antioksidan kue iwel. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu proporsi tepung ketan hitam dan ubi jalar ungu yang terdiri dari 6 perlakuan: L0 (100%:0%), L1 (90%:10%), L2 (80%:20%), L3 (70%:30%), L4 (60%:40%) dan L5 (50%:50%) dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diuji adalah parameter kimia (aktivitas antioksidan, kadar air, kadar abu) dan parameter organoleptik (tekstur, warna, aroma, rasa). Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf 5% menggunakan aplikasi Co-Stat, apabila terdapat beda nyata maka diuji lanjut dengan menggunakan Metode Ortogonal Polinomial (MOP) untuk parameter kimia dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung ketan hitam dan ubi jalar ungu berpengaruh nyata terhadap aktivitas antiosidan, kadar air, kadar abu, hedonik (tekstur dan rasa) dan skoring (testur, warna, rasa dan aroma), namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan warna secara hedonik. Perlakuan L3 dengan 70% tepung ketan hitam dan ubi jalar ungu 30% merupakan perlakuan terbaik dilihat dari  aktivitas antioksidan 69,91%; kadar air 27,3%; kadar abu 1,74% dan diterima oleh panelis.Kata kunci : aktivitas antioksidan, iwel, tepung ketan hitam, ubi jalar ungu DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2724</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2724</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2724</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3515</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:42Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Formulasi Minuman Fungsional Antidiabetes Okra dan Alginat dengan Metode Mixture Design</dc:title>
	<dc:creator>Irianto, Hari Eko; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Nuraelah, Almira</dc:creator>
	<dc:creator>Pramesti, Antonia Novita; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Giyatmi, Giyatmi; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alginat, Diabetic, Fungtional Beverage, Okra</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes adalah penyakit  dimana  penderita memiliki kadar gula darah diatas batas normal. Salah satu upaya menurunkan kadar gula darah adalah mengkonsumsi obat-obatan, makanan atau minuman yang dapat menjaga gula darah tetap normal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi minuman fungsional antidiabetes dengan bahan dasar okra dan alginat. Penelitian ini menggunakan Mixture Design dimana akan ada beberapa formulasi yang dibuat dan satu formulasi terbaik menurut program Design Expert 13®. Data dianalisis dengan ANOVA. Mutu minuman fungsional ditentukan berdasarkan mutu fisik seperti total padatan terlarut, viskositas, stabilitas, mutu kimia seperti keasaman dan mutu organoleptik berdasarkan warna, aroma, rasa dan tekstur dengan metode hedonik dan mutu hedonik serta penerimaan umum. Formulasi terbaik pada minuman fungsional akan dilakukan uji penunjang berupa proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) serta uji antioksidan. Hasil formulasi terbaik berdasarkan optimasi program Design Expert 13® menghasilkan total padatan terlarut 1,8 °Brix, viskositas 845 cP, stabilitas 80%, keasaman 0,10479, hedonik warna agak suka, hedonik aroma agak suka, hedonik rasa netral, hedonik tekstur netral dan penerimaan umum agak suka secara keseluruhan. Minuman fungsional formulasi optimum memiliki kadar air 97,9%, kadar abu 0,21%, kadar protein 0,44%, kadar lemak 0,34%, kadar karbohidrat 1,11%. Serta diuji aktivitas antioksidannya menghasilkan 71,58% dengan IC50 0,687 ppm. DOi : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3515</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3515</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3515</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 31-47</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3515/9702</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2821</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:36:53Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI KENTANG YANG DIGORENG DENGAN BEBERAPA JENIS MINYAK NABATI</dc:title>
	<dc:creator>Listina, Listina; Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura</dc:creator>
	<dc:creator>Priyono, Suko; Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura</dc:creator>
	<dc:creator>Maherawati, Maherawati; Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penggorengan; minyak sawit; minyak jagung; minyak kelapa; kentang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proses penggorengan merupakan proses pengolahan yang banyak dilakukan pada rumah tangga ataupun pada industri pengolahan pangan. Bahan pangan yang digoreng akan mempunyai karakteristik berbeda dengan bahan segar, seperti menjadi lebih renyah dan lebih gurih. Perubahan hasil penggorengan dipengaruhi oleh bahan, jenis minyak, lama penggorengan, suhu penggorengan, dan frekuensi penggorengan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karateristik fisikokimia dan sensori hasil pengg­orengan kentang menggunakan beberapa jenis minyak nabati. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu jenis minyak dengan 3 taraf yaitu minyak sawit, minyak jagung dan minyak kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penggorengan kentang mempengaruhi daya serap minyak, susut masak, kadar air, dan kadar karbohidrat kentang goreng. Pengujian sensori menunjukkan bahwa jenis minyak nabati yang digunakan berpengaruh terhadap tekstur, tapi tidak berpengaruh terhadap rasa, aroma, dan warna kentang goreng. Minyak kelapa menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik pada penggorengan kentang dibandingkan penggunaan minyak sawit dan minyak jagung. Kata kunci : Penggorengan, minyak sawit, minyak jagung, minyak kelapa, kentang  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2821</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2821</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.2821</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 14-23</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3548</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:21Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sifat Fisikokimia Makaroni Tepung Labu Kuning dengan Perbedaan Konsentrasi CMC</dc:title>
	<dc:creator>Nafi', Ahmad; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur 68121, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Maretta, Elma Dwi; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur 68121, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Diniyah, Nurud; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jember, Jawa Timur 68121, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">makaroni; labu kuning; CMC; formulasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Makaroni merupakan salah satu jenis makanan ringan yang berbahan baku tepung terigu. Untuk mengurangi penggunaan tepng terigu, diperlukan diversifikasi bahan pangan lokal salah satunya labu kuning yang diolah menjadi tepung sebagai bahan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik makaroni tepung labu kuning dan menentukan formulasi terbaik dari makaroni yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu rasio tepung terigu dan tepung labu kuning (90:10, 80:20, 70:30) serta konsentrasi CMC (0,5%, 0,75%, 1,0%). Pengamatan dilakukan terhadap karakteristik makaroni tepung labu kuning yang meliputi warna, daya kembang, kadar air, kadar abu, dan kadar betakaroten. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian sifat fisik kecerahan (L*) berkisar antara 54,816-63,247, nilai daya kembang 37,92%-43,05%, nilai kadar air 11,87%-12,49%, nilai kadar abu 3,7%-4,5%, dan kadar betakaroten antara 13,268-17,441mg/100g. Formulasi terbaik diperoleh dari perlakuan rasio tepung terigu dan labu kuning 90:10 dan CMC 1.0% (A1B3) dengan nilai kecerahan (L*) 63,247, nilai daya kembang 43,05%, kadar air 11,87%, kadar abu 3,7%, dan kadar betakaroten 13,489 mg/100g.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3548</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3548</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 1-12</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2860</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:38:21Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG TALAS BENENG DAN MOCAF TERHADAP KARATERISTIK FISIKOKIMIA MI KERING</dc:title>
	<dc:creator>Wulandari, Puji; Universitas Sultan Ageng Tirtyasa</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Nia Ariani; Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tepung talas beneng; mocaf; mi kering; serat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tepung talas beneng dan mocaf merupakan pangan local yang dapat dimanfaatkan untuk mensubtitusi terigu dalam pembuatan mi kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung terigu menggunakan tepung talas beneng dan mocaf terhadap sifat fisikokimia produk mi kering. Penelitian dilaksanakan dengan menentukan formulasi tepung komposit, yakni formula FM1, FM2, FM3, FM4, FM5, dan F6, selanjutnya pengujian sifat fisikokimia dari mi kering yang dihasilkan. Kadar air mi kering memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 4,65-7,15%, kadar serat kasar meningkat dengan penambahan tepung mocaf maupun tepung talas beneng mencapai 3,16%, namun kadar protein lebih rendah dari pada mi kering yang hanya menggunakan terigu. Standar mutu organoleptic sudah memenuhi SNI mi kering. Kata kunci : Tepung talas beneng, mocaf, mi kering, serat DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2860</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Fakultas Pertanian dan LPPM Universitas Sultan Ageng Tirtasaya</dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2860</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.2860</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 50-56</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3371</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:43Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS MASA SIMPAN SAMBAL KALENG LOKA MUDA DENGAN METODE ASLT</dc:title>
	<dc:creator>Tyas, Hesti Lipuring; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jalan Kalimantan Tegalboto No. 37, Kecamatan Sumbersari, Jember 68121, Jawa Timur, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Nailufhar, Lili; Program Studi Ilmu Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institus Pertanian Bogor, Jalan Raya Dramaga, Babakan, Kecamatan Dramaga, Bogor 16680, Jawa Barat, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Muharja, Maktum; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jalan Kalimantan Tegalboto No. 37, Kecamatan Sumbersari, Jember 68121, Jawa Timur, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Darmayanti, Rizki Fitria; Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jalan Kalimantan Tegalboto No. 37, Kecamatan Sumbersari, Jember 68121, Jawa Timur, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASLT; Loka Muda; PET Can; Sambal; Umur Simpan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sambal Loka Muda merupakan sambal khas yang berasal dari daerah Nusa Penida-Bali yang dibuat dengan memakai bahan baku berkualitas. Saat ini, sambal khas Loka Muda masih menggunakan kemasan kaca yang dianggap kurang efisien. Maka pada penelitian ini, dilakukan studi tentang pergantian kemasan dengan berbahan Polyethylene Terephthalate (PET). Pengujian sambal kemasan yang baru dilakukan dengan menggunakan metode seperti blansing, pemberian bahan pengawet, dan konsep penyimpanan berbeda (suhu rendah dan suhu ruang. Dilakukan uji pH dan organoleptik dengan penilaian hedonik produk berdasarkan warna, kenampakan, aroma/bau, rasa, dan tekstur. Metode ASLT digunakan untuk menganalisis pendugaan umur simpan produk. Dari hasil penelitian, dikatahui bahwa kualitas pH sambal Loka Muda berkisar antara 5,67 – 6,40. Kondisi penyimpanan direkomendasikan dilakukan pada suhu rendah. Pengamatan ini memberikan dugaan umur simpan yang paling pendek, yakni 10 hari pada kondisi penyimpanan suhu rendah, menggunakan teknik blanching dan tanpa pengawet. Di sisi lain, pendugaan umur simpan tertinggi yakni 18,5 hari didapatkan pada kondisi penambahan bahan pengawet tanpa menggunakan teknik blanching yang disimpan dalam kondisi suhu rendah. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3371</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia</dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3371</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3371</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 104-118</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1506</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK MARSHMALLOW DARI PERLAKUAN PROPORSI CIPLUKAN (PHYSALIS PERUVIANA L) DAN JERUK MANIS (CITRUS  SINENSIS) SERTA PENAMBAHAN GELATIN</dc:title>
	<dc:creator>.,, Jariyah</dc:creator>
	<dc:creator>.,, Rosida</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Dewi Choerun</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ciplukan merupakan buah yang memiliki nilai gizi yang baik (vitamin A, C dan E, potasium, fosfor dan kalsium),serta diketahui memiliki manfaat kesehatan, namun sampai saat ini ciplukan belum banyak dimanfaatkan. Oleh karena ituakan dilakukan pemanfaatan buah ciplukan menjadi salah satu produk yang lebih&amp;nbsp; bermanfaat d yakni marshmallow.Marshmallow merupakan salah satu jenis permen lunak (soft candy) yang digemari masyarakat karena memiliki teksturseperti busa yang lembut, ringan, kenyal dalam berbagai bentuk aroma, rasa dan warna yang beragam. Pada penelitian inidilakukan pembuatan marshmallow dengan proporsi ciplukan dan jeruk manis. Jeruk memiliki kandungan vitamin C danantioksidan yang tinggi, serta banyak terkandung mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Untuk membentuk teksturmarshmallow yang kenyal dan lembut diperlukan penambahan gelatin untuk menghasilkan marshmallow dengan tekstur yangbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perlakuan terbaik antara proporsi ciplukan dan jeruk manis dengankonsentrasi penambahan gelatin&amp;nbsp; dalam pembuatan Marshmallow. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor pertama proporsi ciplukan dan jeruk manis (90:10, 80:20, 70:30) dan faktorkedua adalah konsentrasi penambahan gelatin (6%, 7%, dan 8%). Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan ANOVAdan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf 5%.&amp;nbsp; Hasil perlakuan terbaik didapatkan pada marshmallow dengan proporsiciplukan 80 dan jeruk manis 20 dengan konsentrasi gelatin 8% dengan Marshmallow dengan proporsi ciplukan 80 dan jerukmanis 20 dengan penambahan gelatin 8% merupakan perlakuan terbaik dengan kadar air 19,924%, kadar abu 1,866%; gulareduksi 11,730%, vitamin C 51,185mg, serat kasar 3,710%, aktivitas antioksidan 162,208 mg/ml, tekstur 7,900 N, elastisitas87,110% dengan nilai organoleptik rasa 3,15 (biasa-suka), aroma 2,90 (tidak suka-biasa) dan tekstur (kekenyalan) 3,15(biasa-suka).
Kata Kunci : marshmallow, ciplukan, jeruk manis, gelatin
&amp;nbsp;
DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1506</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1506</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1506</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019; 28-38</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4376</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Vegan Mayones Susu Kedelai Dengan Variasi Ekstrak Jenis Jeruk</dc:title>
	<dc:creator>Saputri, Isnaini Fitria; Universitas Slamet Riyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Puyanda, Irvia Resti; Universitas Slamet Riyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Suhartatik, Nanik; Universitas Slamet Riyadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Boyolali16</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mayones merupakan produk olahan pangan dengan sistem emulsi minyak dalam air (o/w, oil in water ). Mayones dapat dibuat dari susu kedelai sehingga dapat menggantikan kuning telur sebagai emulsifier alami dan mengurangi penggunaan lemak yang dapat menimbulkan risiko berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio susu kedelai dengan minyak kelapa sawit dan penggunaan ekstrak jenis jeruk yang berbeda terhadap karakteristik vegan mayones. Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu rasio susu kedelai dengan minyak kelapa sawit (30:70, 40:60, 50:50) dan variasi ekstrak jenis jeruk (lemon, jeruk nipis, jeruk purut). Analisis kimia yaitu pH, kadar udara, kadar protein, kadar lemak. Analisis fisik yaitu viskositas dan ukuran droplet emulsi sedangkan untuk uji sensoris yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil terbaik adalah pada perlakuan rasio susu kedelai dengan minyak kelapa sawit 50:50 dengan penambahan ekstrak jeruk lemon. Pada perlakuan tersebut diperoleh hasil pH 4,6; kadar udara 42,36%, kadar protein 3,30%, kadar lemak 51,45%; viskositas 60,00 dPa.s; aroma 1,80; warna 3,15; rasa 3,65; dan tekstur 3,90.Kadar lemak relatif tinggi dan belum memenuhi kriteria sebagai vegan mayones. Kata kunci: Mayones Vegan, susu kedelai, ekstrak jeruk</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">-</dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4376</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4376</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 29-40</dc:source>
	<dc:language>Id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3639</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:21Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian metode dan lama aging terhadap karakteristik kimia dan organoleptik aged garlic</dc:title>
	<dc:creator>Tantalu, Lorine; Universitas Tribhuwana Tunggadewi</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Sri; Universitas Tribhuwana Tunggadewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aged garlic; bawang hitam; rice cooker; cabinet dryer; lama aging</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aged garlic (bawang hitam) merupakan produk yang memberikan rasa yang unik dengan berbahan dasar bawang putih sebagai hasil perubahan fisiko-kimia karena proses aging atau pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode dan lama aging yang paling efisien untuk mendapatkan produk bawang hitam dengan sifat kimia dan organoleptik yang dapat diterima konsumen. Metode aging yang digunakan adalah dengan membandingkan dua alat pemanas rice cooker dan cabinet dryer. Lama aging dilakukan dengan variasi 6, 10 dan 14 hari pada suhu + 60°C. Parameter uji meliputi: kadar air, protein, lemak, gula reduksi dan organoleptik (tekstur, rasa, warna dan aroma). Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa perlakukan dengan metode aging dengan rice cooker dan cabinet dryer memberikan pengaruh sangat nyata terhadap uji parameter kadar air, protein, lemak, gula reduksi dan organoleptik. Demikian pula perlakuan lama aging dalam masing-masing metode aging memberikan pengaruh sangat nyata terhadap uji parameter kadar air, total protein, total gula reduksi dan organoleptik, sedangan pengaruh nyata pada uji kadar lemak. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah aged garlic dengan cabinet dryer selama aging 6 hari, dengan kadar air sebesar 15,66%, total protein sebesar 5,32%, kadar lemak sebesar 0,23%, total gula reduksi sebesar 1,33%, uji kesukaan aged garlic berkisar antara biasa hingga suka (tekstur sebesar 3,8, warna 3,73, rasa 3,77, dan aroma 3,93)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">LPPM Universitas Tribhuwana Tunggadewi</dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3639</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3639</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 13-24</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2454</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:37:06Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDUGAAN UMUR SIMPAN KERUPUK MENTAH TAPIOKA DALAM KEMASAN PLASTIK POLYPROPYLENE DAN LOW DENSITY POLYETHYLENE MENGGUNAKAN METODE KADAR AIR KRITIS</dc:title>
	<dc:creator>Pakpahan, Novriaman; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Teuku Umar, Aceh Barat</dc:creator>
	<dc:creator>Kusnandar, Feri; Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor</dc:creator>
	<dc:creator>Syamsir, Elvira; Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center, Institut Pertanian Bogor.</dc:creator>
	<dc:creator>Maryati, Sri; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Teuku Umar, Aceh Barat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode air kritis; isoterm sorpsi air; kemasan; umur simpan; kerupuk tapioka</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kerupuk mentah mengadsorpsi uap air selama penyimpanan yang menyebabkan kadar air kerupuk mentah meningkat. Kadar air yang tinggi menyebabkan kerupuk mentah menghasilkan kerupuk goreng yang tidak renyah. Laju perpindahan molekul air tersebut dapat dikurangi dengan menyimpan kerupuk mentah dalam kemasan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menduga periode waktu kerupuk mentah dalam kemasan polipropilen (PP) dan Polietilen densitas rendah mencapai kadar air kritis. Pendugaan umur simpan dilakukan pada RH 80% dan 85%. Adapun garam jenuh yang digunakan untuk membuat kurva isotermi sorpsi air yaitu  NaOH, KCH3CO2, MgCl2, K2CO3, Mg(NO3)2, NaBr, NaNO2 NaCl, KCl dan BaCl2. Permeabilitas uap air plastik PP dan LDPE masing-masing adalah 0,205 g/m2hari.mmHg dan 0,501 g/m2hari.mmHg. Umur simpan kerupuk mentah yang dikemas plastik PP pada RH 80% dan 85% masing-masing adalah 573 hari dan 348 hari. Umur simpan kerupuk mentah yang dikemas plastik LDPE pada RH 80% dan 85% masing-masing adalah 234 hari dan 142 hari.  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2454</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2454</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2454</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4674</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Jenis-Jenis Sumber Karbohidrat terhadap Mutu “Bekasam” Ikan Sepat Toakang (Helostoma temminckii)</dc:title>
	<dc:creator>Mahadi, Imam; Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Syafi’i, Wan; Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Dian Putri; Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">types of carbohydrate sources; bekasam; quality; sepat toakang fish</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK Bekasam merupakan proses pengawetan dengan teknik fermentasi menggunakan ikan, beras sebagai sumber karbohidrat, dan garam yang dimasukkan ke dalam toples tertutup rapat dan disimpan selama beberapa hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis-jenis sumber karbohidrat dari perbagai perlakuan beras terhadap mutu ikan sepat toakang (Helestoma temminckii) dari mutu kimia dan organoleptik. Jenis penelitian ini merupakan percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan konsentrasi sumber karbohidrat sebanyak 50% dari berat ikan, yaitu beras, nasi karak, nasi panggang, dan tepung beras. Jumlah perlakuan yang digunkan yaitu 4 perlakuan (beras sanggrai, nasi, kerak dan tepung beras) dengan jumlah pengulangan masing-masing 3 kali. Parameter yang diamati adalah kandungan protein, kandungan lemak, pH dan kadar air. Penambahan berbagai jenis sumber karbohidrat berpengaruh signifikan terhadap kualitas ikan sepat bekas toakang dari kualitas kimia dan organoleptik dengan hasil terbaik yaitu perlakuan nasi sangrai dengan kandungan protein 16,12%, kadar lemak 6,86%, kadar air 68,83%, dari segi warna dan aroma,  Yaitu warna yang baik dan merata secara optimal serta aroma khas bekasam dan aroma yang sangat tajam. Kandungan nilai mutu ikan sepat toakang bekas telah memenuhi kriteria TKPI dan dapat dikonsumsi. Kata kunci: jenis sumber karbohidrat, bekasam, kualitas, ikan sepat toakang ABSTRACT Bekasam is a preservation process with fermentation techniques using fish, rice as a source of carbohydrates, and salt which is put in a tightly closed jar and stored for several days. The purpose of this study was to determine how the influence of the type of carbohydrate source on the quality of the former toakang sepat fish (Helestoma temminckii) from chemical and organoleptic quality. This type of research is an experiment with a Complete Randomized Design (RAL) using a concentration of carbohydrate sources as much as 50% of fish weight, namely rice, rice karak, roasted rice, and rice flour. The total treatment obtained was 4 treatments with the number of repetitions 3 times each. The parameters observed were protein content, fat content, pH, and water content. The addition of various types of carbohydrate sources has a significant effect on the quality of the former toakang sepat fish from chemical and organoleptic quality with the best results, namely the treatment of roasted rice with a protein content of 16.12%, fat content of 6.86%, water content of 68.83%, in terms of color and aroma, namely a good color and optimally evenly distributed and a distinctive aroma of bekasam and very sharp aroma. The quality value content of used toakang sepat fish has met the TKPI criteria and can be consumed.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Pendidikan Biologi. PMIPA. FKIP. Universitas Riau</dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4674</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4674</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 57-74</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3269</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:42Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Kimia Tepung Agar-agar (Gracilaria verrucosa) melalui Praekstraksi Asam Basa</dc:title>
	<dc:creator>Azara, Rima; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarto, Sugiarto; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">NaOH, HCl, tepung agar-agar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Agar-agar adalah produk hasil olahan rumput laut berbentuk gel yang dapat dikonsumsi. Gracilaria verrucosa merupakan rumput laut penghasil agar-agar yang  mudah dijumpai di Indonesia. Namun agar-agar yang dihasilkan dari pengolahan rumput laut Gracilaria verrucosa bermutu bagus masih terbatas jumlahnya, ini disebabkan sulitnya  proses ekstraksi rumput laut Gracilaria verrucosa sehingga memerlukan pengolahan yang tepat supaya menghasilkan agar-agar bermutu bagus. Tujuan pada penelitian ini untuk mempelajari pengaruh mutu tepung agar-agar dari jenis rumput laut Gracilaria verrucosa dengan menambahkan konsentrasi  NaOH dan HCl  pada pra perlakuan ekstraksi. Konsentrasi NaOH yang digunakan yaitu 3,5%, 5,5%, dan 7,5%. Konsentrasi HCl yang digunakan yaitu 0.035% dan 0.040%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of variance (ANOVA) dan uji lanjut DMRT 5 %.  Praperlakuan NaOH 5,5% dan HCl 0,040% merupakan praperlakuan terpilih karena sifat kimia penentu mutu tepung agar-agar yaitu kadar air, kadar abu, kadar abu tak larut asam, dan derajat keasaman (pH), masuk kedalam spesifikasi SNI tepung agar-agar. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3269</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3269</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3269</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 57-64</dc:source>
	<dc:language>Indonesia</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2895</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:49:51Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">THE DIFFERENCE OF COCONUT VARIETIES AND TEMPERATURE IN CARRAGEENAN EXTRACTION FROM SEAWEED (EUCHEUMA COTTONII)</dc:title>
	<dc:creator>Anggriani, Rista; University of Muhammadiyah Malang</dc:creator>
	<dc:creator>Nisa, Rizki Khoirun; Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang</dc:creator>
	<dc:creator>Harini, Noor; Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">carrageenan; chicken meatball; coconut water; natural solvent; temperature</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The use of coconut water as a natural solvent is needed in the extraction of carrageenan, as an alternative to the use of KOH as a synthetic solvent. This study aims to examine the effect of using coconut water from two different varieties of coconuts as solvents and different extraction temperature in extracting carrageenan. The study was conducted in 2 steps. Step 1 was carrageenan carrageenan from Eucheuma cottonii with coconut water solvent, then analyzing the physicochemical characteristics of the carrageenan produced such as yield, gel strength, viscosity, moisture and ash content. Step 2 was the application to chicken meatball. The results showed that the the best carrageenan in this study was carrageenan that was extracted with solvent from hybrid coconut water and temperature of 80°C with a yield of 75.48%, gel strength of 579.874 g/cm2, viscosity of 5.1 cps, moisture content of 10.85% and ash content 11.32%. Application of the best carrageenan from the best treatment produced chicken meatballs with chewiness of 49.26 N, brightness of 73.35, a value of 0.95 and b value of 11.6. The use of coconut water can be used as an alternative natural solvent in extracting carrageenanKeywords : carrageenan, chicken meatball, coconut water, natural solvent, temperature DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2895</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2895</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.2895</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 103-115</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2471</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:50:40Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BUBUK SPRAY DRIED SARI BUAH Citrus maxima KULTIVAR NAMBANGAN</dc:title>
	<dc:creator>Pawestri, Setyaning; Departemen Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Kampus IPB Dramaga Bogor 16680</dc:creator>
	<dc:creator>Prangdimurti, Endang Prangdimurti; Departemen Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Kampus IPB Dramaga Bogor 16680</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Nur; Departemen Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Kampus IPB Dramaga Bogor 16680</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bahan penyalut; enkapsulasi; karakteristik fisikokimia; pamelo</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bubuk buah lebih praktis dan lebih stabil untuk ditawarkan ke konsumen. Namun, proses yang digunakan untuk mendapatkan bubuk harus memperhatikan kandungan bioaktif pada buah dan menghasilkan karakteristik fisikokimia yang baik. Bubuk sari buah pamelo (C.maxima) kultivar Nambangan diperoleh dari pengeringan semprot dengan penambahan bahan penyalut (maltodekstrin/MD DE12 dan gum arab/GA) dari empat perlakuan (10:0, 9:1, 8:2, dan 7:3 MD/GA) sebesar 15% w/v bahan penyalut/sari buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk 10:0 MD/GA menghasilkan rendemen tertinggi. Bubuk 7:3 MD/GA memiliki tingkat kelarutan tertinggi, aw dan sudut repose terkecil. Penampakan morfologi dari hasil uji SEM menunjukkan bahwa keempat perlakuan mampu mengenkapsulasi komponen bioaktif. Berdasarkan standar FDA untuk produk pangan, bubuk yang dihasilkan dari keempat perlakuan berukuran nanometer.  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2471</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2471</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2471</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4405</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kandungan Gizi, Aplikasi Pengolahan dan Manfaat Kesehatan Labu Kuning : Sebuah Telaah</dc:title>
	<dc:creator>Aulia, Salma Shafrina; Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Puri Ajeng; Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhani, Previa Aysyar; Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnianto, Muhammad Alfid; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Surabaya, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">labu kuning, pengolahan, potensi pengobatan, senyawa bioaktif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan tanaman yang dapat dijumpai di daerah tropis dan subtropis. Labu kuning memiliki kandungan gizi dan zat bioaktif yang memiliki efek terhadap kesehatan manusia baik dari buah, daun maupun bijinya. Labu kuning juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis olahan. Tujuan artikel review ini adalah untuk memaparkan kandungan gizi, jenis pengolahan, dan potensi kesehatan dari labu kuning. Labu kuning memiliki β-karoten, α-karoten, kalium dan fosfor yang tinggi. Labu kuning telah dimanfaatkan dalam berbagai produk pangan seperti aneka olahan kue dan bubur/pure. Labu kuning memiliki manfaat untuk kesehatan sebagai antioksidan, anti-bakteri, anti-kanker, anti-diabetes, hepatoprotektif, dan neuroprotektif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4405</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4405</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 41-52</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/4405/11768</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4766</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Konsentrasi Ragi, Waktu Pemasakan dan Penyimpanan Terhadap Perubahan Fisikokimia dan Sensori Tapai Talas Kimpul (Xanthosoma sagittifolium)</dc:title>
	<dc:creator>Sijabat, Evenita; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi sumatera</dc:creator>
	<dc:creator>Gaol, Naomi Lumban; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi sumatera</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningtyas, Amalia; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi sumatera</dc:creator>
	<dc:creator>Marvie, Ilham; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi sumatera</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Talas, Ragi, Tapai, Fermentasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Talas yang banyak dibudidayakan di Indonesia menawarkan potensi karbohidrat yang tinggi dapat menjadi alternatif diversifikasi pangan. Kandungan karbohidrat yang cukup tinggi membuat talas cocok untuk diolah menjadi tapai, makanan fermentasi tradisional yang menghasilkan rasa manis akibat pemecahan pati menjadi gula. Penelitian mengamati perubahan dengan pengaruh konsentrasi ragi, lama pemasakan serta penyimpanan pada suhu ruang dan beku.  Aspek analisis meliputi fisikokimia (pH, alkohol, kadar air, keasaman total, total gula, tekstur) dan aspek sensorik (rasa,aroma,warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ragi berpengaruh terhadap tekstur, kadar air, total asam tertitrasi, dan total gula. Waktu pemasakan berpengaruh terhadap total asam tertitrasi dan total gula namun tidak berpengaruh terhadap tekstur, kadar air, pH, dan alkohol. Uji Organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi ragi dan waktu pemasakan berpengaruh terhadap warna, tekstur, dan keseluruhan. Namun, tidak berpengaruh terhadap rasa dan aroma. Perubahan fisikokimia pada tapai talas yang disimpan pada suhu ruang dan suhu beku mempengaruhi tekstur serta karakteristik seperti kadar air, nilai pH, total gula, dan kadar alkohol, tetapi tidak memengaruhi nilai TAT. Berdasarkan penyimpanan tapai dalam suhu ruang dan suhu beku didapatkan penilaian berpengaruh terhadap sensori tapai, serta dinilai panelis lebih menyukai tapai yang disimpan pada suhu ruang hari pertama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4766</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4766</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 75-87</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4403</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Daya, Waktu dan Rasio Pelarut pada Proses Ekstraksi Kencur terhadap Kadar Fenol dengan Metode Microwave Assisted Extraction</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Sofia Rizki; UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnianto, Muhammad Alfid; UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Yulistiani, Ratna; UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kencur, MAE, total fenol, rasio bahan dengan pelarut, daya, waktu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rimpang kencur  banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan  bahan obat. Pemanfaatan ini berhubungan dengan metabolit sekunder dari kencur, salah satunya yaitu senyawa fenolik.  Senyawa fenolik kencur yang tinggi berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, antiinflamasi, serta antimikroba. Ekstraksi fenol dengan metode maserasi memerlukan waktu yang lama dan proses pengekstraksian kurang sempurna sehingga digunakan bantuan gelombang mikro untuk memperoleh hasil ekstraksi optimal. Faktor ekstraksi gelombang mikro (MAE) meliputi rasio pelarut, daya, dan waktu ekstraksi. Penelitian ini menggunakan  percobaan pendahulu penentuan rasio bahan dengan pelarut (1:10, 1:20, 1:30, 1:40 (b/v)) dan RAL dua faktorial yaitu daya microwave (360, 540, 720 watt) dan waktu ekstraksi (5, 9, 13 menit). Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi kencur menggunakan MAE memiliki tingkat optimal pada rasio bahan dengan pelarut 1:30 (b/v), daya 360  Watt dan waktu 13 menit menghasilkan total fenol sebesar 454,655 mg GAE/ml.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Indofood Riset Nugraha</dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4403</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4403</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 103-111</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/4403/11767</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3183</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:49:04Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI BAHAN PENGAWET DAN PEWARNA NON PANGAN PADA SAUS SAMBAL KEMASAN YANG BEREDAR DI SURABAYA</dc:title>
	<dc:creator>Jariyah, Jariyah; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik  Universitas Pembangunan Nasional  “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rosida, Rosida; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik  Universitas Pembangunan Nasional  “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Nadya Ayu Nur; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik  Universitas Pembangunan Nasional  “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">benzoat; rhodamin-B; saus kemasan plastik; pasar; surabaya</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keamanan pangan  merupakan syarat   penting yang harus ada pada pangan   yang   akan   dikonsumsi   oleh manusia. Natrium benzoat banyak digunakan sebagai pengawet makanan salah satunya saus sambal serta penggunaan pewarna rhodamin B pada saus sambal masih saja ditemukan. Tujuan penelitian ini :1) mengidentifikasi karakteristik pedagang, pengaruh harga terhadap jumlah pembelian per hari saus sambal kemasan plastik; 2) mengidentifikasi secara kualitatif dan kuantitatif kandungan natrium benzoat pada saus sambal kemasan plastik yang dijual di PD Pasar Surya Surabaya wilayah Utara;3) mengidentifikasi penggunaan rhodamin B pada saus sambal kemasan plastik yang tersebar di pasar surya Surabaya wilayah Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua saus sambal kemasan plastik yang dijual di PD Pasar Surya Surabaya wilayah Utara. Pengumpulan data dengan cara wawancara jenis saus sambal yang dijual, harga, jumlah penjualan serta analisa natrium benzoat secara kualitatif dan kuantitatif dan analisa Rhodamin B secara kualitatif (benang wool).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 saus sambal (100%) teridentifikasi menggunakan Natrium Benzoat sebagai bahan pengawet, dan kadar Natrium Benzoat tersebut masih memenuhi standar batas menurut BPOM RI No.11 Tahun 2019 dengan pemakaian maksimum yaitu ≤ 1000mg/kg bahan, selain itu 18 sampel saus sambal kemasan plastik tidak teridentifikasi mengandung pewarna sintetis Rhodamin-B. Kata kunci : benzoat, rhodamin-B, saus kemasan plastik, pasar, surabaya DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3183</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3183</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.3183</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 91-102</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4775</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA TELUR PUYUH BACEM KEMASAN STERIL RETORT POUCH</dc:title>
	<dc:creator>Safutra, Rijal; Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Puspasari, Diah Ayu; Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Hartiningsih, Subekti; Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">telur; kemasan retort pouch; penyimpanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Telur puyuh termasuk dalam kategori bahan yang mudah rusak (perishable food), terutama rentan terkontaminasi oleh bakteri patogen. Upaya untuk meningkatkan kualitas telur adalah dengan melakukan pengolahan dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan (25oC, 5oC, dan -14oC) terhadap karakteristik fisik (warna, tekstur, dan kadar air), dan kimia (lemak dan protein) produk telur puyuh bacem dalam kemasan steril Retort Pouch. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 2 ulangan eksperimen dan 2 kali ulangan analisis dengan satu faktor suhu penyimpanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap karakteristik warna (L* dan b*), kadar air, dan kadar protein. Analisis statistik menunjukan nilai kadar protein pada suhu 25oC yaitu 8,91%, suhu penyimpanan 5oC yaitu 9,99%, dan pada suhu penyimpanan -14oC yaitu 7,96%</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta</dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4775</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4775</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 1-9</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2944</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:11:10Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APLIKASI BERBAGAI JENIS EDIBLE COATING TERHADAP SIFAT KIMIA DAN UJI ORGANOLEPTIK BUAH BELIMBING (Averrhoa carambola L.)</dc:title>
	<dc:creator>Balqis, Zatanna; Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma</dc:creator>
	<dc:creator>Asnur, Paranita; Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma</dc:creator>
	<dc:creator>Kalsum, Ummu; Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma</dc:creator>
	<dc:creator>Arti, Inti Mulyo; Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beeswax;kitosan;karagenan;gliserol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Edible coating termasuk kemasan biodegradable yang merupakan teknologi baru yang diperkenalkan dalam pengolahan pangan yang berperan untuk memperoleh produk dengan masa simpan lebih lama. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yaitu faktor pertama adalah bahan edible coating (C), terdiri dari lilin lebah/ beeswax 6 % (C1); kitosan 2 % (C2); dan karagenan 2.5 % + gliserol 2% (C3). Faktor kedua adalah tingkat kematangan belimbing (M), terdiri dari Indeks 3 yaitu buah berwarna hijau kekuningan dan buah matang (M1); Indeks 4 yaitu buah berwarna kuning hijau dan buah hampir masak (M2). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diukur adalah padatan terlarut total, asam tertitrasi total, dan uji sensoris. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui pengaruh pemberian pelapis edible coating terhadap sifat kimia dan organoleptik dari buah belimbing. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai edible coating pada buah belimbing memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai padatan terlarut total, asam tertitrasi total dan organoleptik DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2944</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2944</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2944</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5060</identifier>
				<datestamp>2025-07-01T09:45:57Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antibakteri Terhadap Streptococcus Mutans Penyebab Karies Gigi Pada Produk Permen Karet Berbasis Ekstrak Kulit Nanas</dc:title>
	<dc:creator>Yusika, Purna; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Reza, Muhammad Alif; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Syifa, Rifdah Nur; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Zahra, Ruhmi Az; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:creator>Hamidatun, Hamidatun; Universitas Sahid</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antibakteri, bromelin ,kulit nanas, permen karet</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kulit nanas merupakan satu diantara banyak bahan limbah tanaman yang memiliki potensi untuk diolah kembali dikarenakan adanya kandungan senyawa bioaktif bersifat antibakteri seperti flavonoid dan enzim bromelin terhadap streptococcus mutans penyebab karies gigi. Pemanfaatan kulit nanas dapat dilakukan dengan pengambilan ekstrak dan pengolahan menjadi produk dengan nilai ekonomis seperti produk permen karet. Pada penelitian ini ekstrak kulit nanas diperoleh dengan cara ekstraksi selama 48 jam menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit nanas memiliki total kandungan fenolik sebesar 9,18 ± 0,10 mgGAE/g, total flavonoid 99,64 ± 0,27 mgQE/g, aktivitas antioksidan IC50 781,04 ± 1,58 µg/mL, aktivitas antibakteri dengan zona hambat 19 ± 8,49 mm dan aktivitas enzim bromelin 387,56 ± 0,96 µg/mL. Ekstrak kulit nanas yang diperoleh dibuat permen karet dengan 3 formulasi yaitu ekstrak kulit nanas dengan persentase 10%, 15% dan 20% dengan hasil permen karet formulasi ekstrak kulit nanas 20% merupakan formulasi terbaik dengan aktivitas antibakteri tertinggi dengan zona hambat sebesar 2,5 ± 0,14 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/5060</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v19i1.5060</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 19, No 1 : JUNI 2025</dc:source>
	<dc:language>in</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2717</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T02:58:00Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK FLAKES :  KAJIAN PROPORSI TEPUNG TALAS TERMODIFIKASI DAN TEPUNG KACANG TUNGGAK SERTA PENAMBAHAN NATRIUM BIKARBONAT</dc:title>
	<dc:creator>Yulistiani, Ratna; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik  Universitas Pembangunan Nasional  “Veteran” Jawa Timur 
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Rosida, Rosida; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik  Universitas Pembangunan Nasional  “Veteran” Jawa Timur 
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Kumala, Imtinan Widhah; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik  Universitas Pembangunan Nasional  “Veteran” Jawa Timur 
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Flakes;tepung talas;tepung kacang tunggak;natrium bikarbonat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Talas merupakan bahan potensial yang dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan karena kandungan pati tinggi, salah satunya adalah  Flakes. Flakes merupakan makanan sarapan siap santap yang memiliki karakteristik fisik tipis, dengan tekstur renyah berongga. Penggunaan tepung talas termodifikasi pada produk flakes memiliki masalah terhadap tekstur, untuk mengatasi permasalahan dilakukan penambahan natrium bikarbonat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara proporsi  tepung talas termodifikasi : tepung kacang tunggak dan  penambahan natrium bikarbonat terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik flakes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I proporsi tepung talas termodifikasi : tepung kacang tunggak (50:50), (60:40), dan (70:30). Faktor II penambahan natrium bikarbonat (0,25%, 0,50%, 0,75%). Data dianalisis menggunakan ANOVA. Untuk mengetahui adanya perbedaan diantara perlakuan digunakan Duncan Multiple Range Tes (DMRT) pada α 5%. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik pada kombinasi perlakuan proporsi tepung talas termodifikasi : tepung kacang tunggak (60:40) dan penambahan natrium bikarbonat 0,50% yang menghasilkan produk flakes dengan nilai kadar air 2,876%, kadar abu 2,549%, kadar protein 13,928%, kadar lemak 1,419%, kadar karbohidrat 79,687%, kadar pati 61,830%, kadar amilosa 15,659%, kadar serat kasar 1,573%, daya rehidrasi 101,611%, daya patah 3,464 N. Uji organoleptik (warna, rasa, aroma dan kerenyahan) menunjukkan nilai rasa 5,88 (suka); warna 5,98 (suka); aroma 5,7 (suka); dan kerenyahan 6,24 (sangat suka).Kata kunci : Flakes, tepung talas, tepung kacang tunggak, natrium bikarbonat DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2717</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2717</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2717</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4769</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Madu Kelulut Asal Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Utami, Dwi; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Oke Anandika; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan; Karakteristik Sensori</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Madu adalah cairan alami yang berasal dari nektar bunga dan sekresi tanaman oleh lebah, salah satunya berasal dari lebah kelulut (Trigona sp.). Madu yang dipasarkan saat ini memiliki karakteristik dan kualitas yang beragam karena berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan madu kelulut asal Desa Parit Baru, Desa Jawa Tengah dan Desa Galang. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yaitu perbedaan asal daerah madu kelulut dengan geografis yang berbeda (K). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komponen fitokimia yang terkandung didalam madu kelulut asal Desa Parit Baru, Desa Jawa Tengah dan Desa Galang terdiri dari fenol, flavonoid, alkaloid, tanin dan terpenoid. Nilai aktivitas antioksidan tertinggi berasal dari madu kelulut asal Desa Parit Baru sebesar 41%. Nilai total flavonoid tertinggi berasal dari madu kelulut asal Jawa Tengah sebesar 27,53 mg QE/g. Nilai total fenol tertinggi berasal dari madu kelulut asal Desa Galang sebesar 14,15 mg GAE/g. Tingkat kesukaan ketiga madu kelulut terhadap warna, aroma, dan rasa menunjukkan rentang skor 3,30 hingga 3,83, yaitu agak suka hingga suka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4769</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4769</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 88-101</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4814</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Fisiko-Kimia Bunga Turi (Sesbania grandiflora) dan Potensinya sebagai Ingridien Pangan: Kajian Pustaka</dc:title>
	<dc:creator>Witoyo, Jatmiko Eko; Institut Teknologi Sumatera</dc:creator>
	<dc:creator>Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Universitas Mulawarman</dc:creator>
	<dc:creator>Brahmanti, Ajeng Astrini; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Permatasari, Nelsy Dian; Politeknik Tonggak Equator</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aktivitas antioksidan; bioaktif; bunga turi; edible flower; komposisi nutrisi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bunga turi (Sesbania grandiflora) merupakan salah satu edible flower yang banyak ditemukan di berbagai wilayah di belahan dunia, termasuk Indonesia, dan memiliki efek farmakologis menguntungkan bagi manusia. Namun pemanfaatannya masih terbatas dan kurang optimal.  Tujuan  penelitian ini mengulas mengenai karakteristik fisiko-kimia bunga turi dan produk turunannya, meliputi fitokimia, komposisi nutrisi, dan aktivitas antioksidan serta potensinya sebagai ingridien pangan menggunakan pendekatan studi literatur dengan berbasis data dari  open access sources, seperti Google Scholar, dan basis data online lain yang relevan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa  secara fisik, bunga turi memiliki 2 warna yang berbeda, yaitu turi merah dan putih dengan tipe bunga majemuk.  Secara kualitatif, bunga turi segar dan produk turunannya mengandung berbagai macam senyawa fitokimia, termasuk alkaloid, terpenoid, steroid, triterpenoid, tanin, fenol, sterol, flavonoid, dan saponin. Selain itu, bunga turi segar dan produk turunannya juga memiliki kandungan senyawa bioaktif beragam seperti fenolik, flavonoid, antosianin (terutama pada bunga turi merah), dan karotenoid, serta kaya akan karbohidrat, serat, protein, vitamin, dan mineral, rendah lemak, dan memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi, yang berpotensi menjanjikan untuk dijadikan ingridien pangan .Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aplikasi bunga turi dan produk turunannya pada produk pangan untuk pengembangan dan diversifikasi produk makanan berbasis bunga turi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4814</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.4814</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 36-56</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3862</identifier>
				<datestamp>2024-01-04T00:56:34Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengendalian Mutu Mocaf (Modified Cassava Flour) dengan Metode Seven Tools</dc:title>
	<dc:creator>Anggreini, Riski Ayu; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Indriana, Devia Patsa; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengendalian mutu; mocaf; modified cassava flour; seven tools</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi mocaf untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Mocaf yang baik memiliki kriteria mutu sesuai SNI 7622-2011, memiliki nilai kadar air maksimal 13%, kehalusan atau ukuran butir 80 mesh, warna putih, serta aroma dan rasa netral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kecacatan dan faktor penyebab kecacatan pada mocaf guna meningkatkan kepuasan konsumen terhadap kualitas produk. Penelitian ini menggunakan sumber data kuantitatif yang berkaitan dengan data lapangan antara lain hasil pengujian kadar air, kehalusan dan pH. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode seven tools. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, cacat pada mocaf produksi PT XYZ adalah cacat pada kriteria kadar air, pH dan kehalusan tepung. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan mutu atau cacat pada mocaf adalah karena kelalaian pekerja, perbedaan jenis bahan baku, bahan baku memiliki masa tanam yang tidak tepat, cara pengupasan dengan mesin peeler yang kurang efektif, mesin shifter mengalami kebocoran, dan gudang lembab.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3862</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i2.3862</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 2 :  Desember 2023</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1552</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">COVER</dc:title>
	<dc:creator>COVER, COVER</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US"></dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1552</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1552</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3435</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:42Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase Dan Antioksidan Ekstrak Etanol Srikaya (Annona squamosa L.)</dc:title>
	<dc:creator>Taslim, Devita; Universitas Pelita Harapan</dc:creator>
	<dc:creator>Siregar, Tagor M; Universitas Pelita Harapan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">α-glukosidase, Annona squamosa, antioksidan, ekstraksi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Srikaya (Annona squamosa L.) telah diketahui mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor α-glukosidase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan inhibisi α-glukosidase dari  bagian srikaya hijau dan srikaya merah yang tidak biasa dikonsumsi. Pada penelitian ini serbuk biji, kulit buah, dan daun srikaya hijau dan srikaya merah dimaserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dianalisis total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan, dan aktivitas inhibisi  α-glukosidase.  Hasil penelitian menunjukkan, jenis dan bagian srikaya berpengaruh signifikan terhadap kandungan senyawa fenolik, flavonoid, aktivitas antioksidan dan aktivitas inhibisi α-glukosidase. Ekstrak daun srikaya hijau dan ekstrak daun srikaya merah memiliki kandungan  total fenolik dan flavonoid tertinggi. Ekstrak daun srikaya hijau memiliki kandungan total fenolik 317,60±7,51 mg GAE/g ekstrak  dan flavonoid 22,44±0,96 mg QE/g. Sedangkan  ekstrak daun srikaya merah memiliki  kandungan  total fenolik   307,14±4,35 mg GAE/g  dan flavonoid 21,85±0,21 mg QE/g. Ekstrak dari kulit buah srikaya hijau memiliki aktivitas antioksidan (IC50) tertinggi sebesar 59,98±0,49 µg/mL, sedangkan ekstrak kulit buah srikaya merah memiliki aktivitas inhibisi α-glukosidase (IC50) tertinggi  sebesar 30,57±1,38 µg/mL. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3435</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3435</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3435</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 7-17</dc:source>
	<dc:language></dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3727</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH BLANCHING DAN JENIS LARUTAN PERENDAM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.)</dc:title>
	<dc:creator>Fitriani, Wika; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan</dc:creator>
	<dc:creator>Khairi, Amalya Nurul; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Blanching; pre-treatment; sifat fisikokimia; ubi jalar ungu.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ubi jalar ungu merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan fenolik yang dapat menyebabkan reaksi pencoklatan. Untuk mencegah terjadinya pencoklatan pada ubi jalar ungu maka dilakukan pre-treatment. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pre-treatment terhadap karakteristik fisikokimia tepung ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas yaitu suhu blanching 70ºC dan 90ºC dan jenis larutan perendam yaitu Na-metabisulfit 0,2% dan asam sitrat 0,2%. Variabel terikat meliputi karakteristik fisik yaitu rendemen, warna dan pH. Sedangkan karakteristik kimia yaitu kadar air, abu, lemak, protein total, karbohidrat, serat kasar, dan antosianin. Analisisis statistika menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik fisik yaitu warna tepung ubi jalar ungu memiliki nilai L 53,42-60,74, nilai a 3,95-11,94, nilai b 1,93-10,80, nilai °Hue 9,47-69,91, nilai pH 5,81-6,45, dan nilai rendemen 23,96-34,85%. Karakteristik kimia tepung ubi jalar ungu yaitu kadar air 5,84-7,80%, kadar abu 1,06-2,06%, kadar lemak 1,93-2,72%, kadar protein total 7,72-11,22%, kadar karbohidrat by different 77,71-81,56%, kadar serat kasar 7,73-12,44%, dan total antosianin 4,53-22,13 mg/100g. Perlakuan awal (pre-treatment) berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik yaitu warna, pH dan rendemen serta karakteristik kimia yaitu kadar air, abu, lemak, protein total, karbohidrat, serat kasar, dan total antosianin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3727</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3727</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 69-88</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2949</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:17:02Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN FISIK YOGURT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK HERBAL</dc:title>
	<dc:creator>Handayani, Kusuma Sri; Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor</dc:creator>
	<dc:creator>Wihansah, Rifa Rafi’atu Sya’bani; Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningsih, Wahyuningsih; Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor</dc:creator>
	<dc:creator>Pazra, Debby Fadhilah; Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">iji klabet; kayu manis; lidah buaya; organoleptik; yogurt</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak herball yang berbeda diantaranya kayu manis, lidah buaya, dan biji klabet terhadap karakteristik organoleptik dan fisik yogurt probiotik. Formulasi yogurt terdiri atas susu sapi, starter yogurt (Streptococcus thermophillus ENCC 0040, Lactobacillus bulgaricus ENCC 0041, Lactobacillus casei FNCC 0090, dan Bifidobacterium longum ATCC 15707) dan ekstrak kayu manis, lidah buaya dan biji klabet. Karakterisrik organoleptik yang diuji diantaranya warna, rasa, ketajaman aroma herbal, ketajaman rasa herbal, dan kekentalan, sedangkan sifat fisik yang diuji yaitu viskositas dan aktivitas air. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney, sedangkan data sifat fisik menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis ekstrak herbal pada yogurt probiotik memberikan pengaruh yang nyata (P&amp;lt;0.05) terhadap warna, ketajaman aroma herbal, dan ketajaman rasa herbal, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap, rasa, kekentalan, viskositas, dan aktivitas air DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2949</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2949</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2949</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5019</identifier>
				<datestamp>2025-01-17T06:35:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENAMBAHAN PREBIOTIK INULIN TERHADAP PROFIL SENSORIS KALDU BUBUK RASA SAPI “HALAWA”</dc:title>
	<dc:creator>Winarti, Sri; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Adawiyah, Indriyati; PT. Tamaddun Inti Perkasa, Mojokerto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kaldu bubuk; inulin; HALAWA; sensoris</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kaldu bubuk merupakan bahan tambahan makanan yang didapatkan dari perebusan daging atau lebih dikenal sebagai bumbu penyedap. Bumbu penyedap yang telah dijual dipasaran mengandung bahan-bahan penyedap alami seperti bawang putih, garam, dan gula serta telah melalui proses pengeringan sehingga memiliki umur simpan yang lebih panjang. Salah satu produsen bumbu kaldu bubuk adalah PT. Tamaddun Inti Perkasa, yang memproduksi bumbu kaldu bubuk dengan merek HALAWA. Seiring kebutuhan konsumen, PT. Tamaddun Inti Perkasa ingin melakukan pengembangan kaldu bubuk nya dengan penambahan prebiotik inulin. Inulin memiliki kalori yang sangat rendah, dapat digunakan sebagai pengganti gula dan lemak, berfungsi sebagai serat makanan dan memberikan kontribusi untuk memperbaiki kondisi sistem pencernaan. Telah dilakukan penelitian penambahan prebiotik inulin kedalam bumbu kaldu bubuk rasa sapi merek HALAWA. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi inulin bubuk terhadap profil sensoris kaldu bubuk rasa sapi. Konsentrasi yang ditambahkan adalah 0% (sebagai kontrol), 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Perubahan profil sensoris dianalisa menggunakan metode RATA (rate-all-that-apply). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 atribut sensoris kaldu bubuk rasa sapi “HALAWA”, yang dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu rasa (asin, manis, gurih/umami, dan spicy), aroma (pepper, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, aroma daging sapi, sedap dan gurih), warna (putih dan kekuningan), tekstur (smooth dan gritty), aftertaste (asin, bawang dan gurih). Penambahan inulin 4% dan 5% yang memberikan pengaruh signifikan terhadap rasa manis kaldu bubuk rasa sapi, namun tidak berpengaruh terhadap atribut mutu yang lain yaitu asin, gurih maupun tekstur berpasir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/5019</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i2.5019</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 2 :  DESEMBER 2024; 10-20</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2948</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:16:22Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">VARIASI PENCAMPURAN TEPUNG OKRA DAN TEPUNG GARUT TERHADAP SIFAT FISIK, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN MAKRONUTRIEN KUE CUBIT</dc:title>
	<dc:creator>Saputri, Nur Afia Ika; Program Studi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Wijanarka, Agus; Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Widiany, Fery Lusviana; Program Studi Gizi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aktivitas antioksidan; Kandungan makronutrien; Kue cubit; Okra; Sifat fisik; Umbi garut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Resiko penyakit degeneratif dapat dikurangi dengan konsumsi makanan tinggi antioksidan. Bahan makanan kaya antioksidan diantaranya adalah okra dan garut. Alternatif pengolahan okra dan garut adalah diolah menjadi tepung, untuk dimanfaatkan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan kue cubit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut terhadap sifat fisik, aktivitas antioksidan, dan kandungan makronutrien kue cubit. Metode pada Penelitian eksperimen ini menerapkan tiga variasi perlakuan pencampuran tepung terigu, tepung okra, dan tepung garut, yaitu 70%: 15%: 15% (kue cubit B), 50%: 25%: 25% (kue cubit C), 30%: 35%: 35% (kue cubit D). Variabel bebasnya variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut, variabel terikatnya sifat fisik, aktivitas antioksidan, dan kandungan makronutrien. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Dari hasil penelitian didapatkan kue cubit B dengan proporsi pencampuran tepung terigu, tepung okra, tepung garut 70%: 15%: 15% memiliki sifat fisik yang terbaik dibandingkan kedua variasi perlakuan yang lainnya. Hasil analisis pengaruh variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut terhadap aktivitas antioksidan kue cubit menunjukkan p-value=0,000; kandungan protein p-value=0,773; kandungan lemak p-value=0,918; kandungan karbohidrat p-value=0,983. Variasi pencampuran tepung okra dan tepung garut berpengaruh signifikan terhadap sifat fisik dan aktivitas antioksidan, namun tidak mempengaruhi kandungan makronutrien kue cubit. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2948</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2948</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2948</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1503</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Tepung Pisang Kepok dan Buah Nangka Kering dalam Pembuatan Snack Bar</dc:title>
	<dc:creator>.,, Desiliani</dc:creator>
	<dc:creator>Harun, Noviar</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Shanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari kombinasi tepung pisang kepok danbuah nangka kering dalam snack bar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) denganlima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah TN1 (tepung pisang kepok 80% danbuah nangka kering 20%), TN2 (tepung pisang kepok 70% dan buah nangka kering 30%), TN3 (tepung&amp;nbsp;pisang kepok 60% dan buah nangka kering 40%), TN4 (tepung pisang kepok 50% dan buah nangkakering 50%), dan TN5 (tepung pisang kepok 40% dan buah nangka kering 60%). Hasil penelitianmenunjukkan perlakuan terbaik adalah snack bar tepung pisang kepok 40% dan buah nangka kering 60%yang memiliki kadar air 24,69%, abu 2,36%, lemak 12,54%, protein 5,07%, serat kasar 1,48%, karbohidrat55,34%, warna coklat kekuningan (3,37), beraroma buah nangka (2,17), berasa buah nangka (2,13),tekstur agak padat (2,53), dan kesukaan keseluruhan disukai panelis (3,85).
Kata kunci: tepung pisang kepok, buah nangka kering, snack bar.
DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1503
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1503</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1503</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019; 1-11</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5132</identifier>
				<datestamp>2025-07-07T06:20:42Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDUGAAN UMUR SIMPAN TIWUL DAN GATOT MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) MODEL ARRHENIUS</dc:title>
	<dc:creator>Sanjaya, Yushinta Aristina; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rosida, Rosida; Teknologi Pangan UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriana, Awanda Winar; Teknologi Pangan UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tiwul, Gatot, umur simpan, Arrhenius, suhu penyimpanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tiwul dan Gatot merupakan makanan tradisonal khas daerah Gunung Kidul,Yogyakarta yang berbahan dasar singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan produk berbahan dasar singkong yaitu tiwuldan gatot dengan metode Accelerated Shelf Life Testing berdasarkan persamaan Arrhenius. Umur simpan ditentukan dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing dengan persamaan Arrhenius. Percobaan dilakukan pada suhu 15°C, 25°C, dan 35°C selama 8 hari. Setiap dua hari sekali, dilakukan tes kadar air untuk mengetahui laju penurunan mutu produk. Umur simpan tiwul dengan metode ASLT model Arrhenius adalah 119 hari (3,91 bulan) pada suhu 25°C. Umur simpan gatot dengan metode ASLT model Arrhenius adalah 119 hari (3,91 bulan) pada suhu 25°C.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Teknologi Pangan UPN Veteran jawa Timur</dc:contributor>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/5132</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v19i1.5132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 19, No 1 : JUNI 2025</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2942</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:09:43Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG BERAS UNGU TERHADAP MUTU DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BROWNIES KUKUS</dc:title>
	<dc:creator>Salihat, Rera Aga; Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Dian Pramana; Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antioksidan;brownies kukus;tepung beras ungu;uji proksimat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung beras ungu terhadap mutu, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan dari produk brownies kukus. Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan perlakuan 6 taraf dan 3 kali ulangan. Hasil memperlihatkan bahwa substitusi tepung terigu dengan tepung beras ungu memberikan pengaruh terhadap kadar air, abu, lemak, protein, serat pangan dan aktivitas antioksidan brownies kukus. Berdasarkan uji organoleptik, brownies kukus dengan perlakuan F (perbandingan tepung terigu : tepung beras ungu = 0 : 100) paling disukai oleh panelis dan memenuhi syarat mutu SNI 01-3840-1995 dengan komposisi kadar air (25,15 %), kadar abu (2,36 %), kadar lemak (5,87 %), kadar protein (1,11 %), kadar serat pangan (12,27 %) dan aktivitas antioksidan (64,34 %). DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2942</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2942</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2942</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3033</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:37:38Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI, KEAMANAN DAN TANTANGAN PENERAPAN BAKTERIOSIN SEBAGAI AGEN BIOPRESERVATIF PANGAN: SEBUAH TELAAH</dc:title>
	<dc:creator>Kurnianto, Muhammad Alfid; Program Studi Teknologi Pangan, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Rahmawati; Program Studi Teknologi Pangan, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Munarko, Hadi; Program Studi Teknologi Pangan, UPN Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bacteriocin; antimicrobial peptide; antibacterial; biopreservative; lactic acid bacteria; nisin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kontaminasi mikroba pada produk pangan dapat diminimalisir melalui penggunaan senyawa antimikroba, baik alami dan sintetik. Namun, penggunaan senyawa antimikroba sintetik pada bahan pangan mulai digantikan oleh senyawa antimikroba alami. Salah satu jenis antimikroba alami yang aman digunakan yaitu bakteriosin. Bakteriosin merupakan senyawa antimikroba yang diproduksi oleh bakteri Gram positif dan Gram negatif. Studi mengenai bakteriosin telah banyak dilakukan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik dan jenis-jenis bakteriosin. Selain itu, evaluasi toksisitas dan keamanan bakteriosin serta aplikasi dan tantangan penggunaan bakteriosin pada bidang pangan juga menjadi objek penelitian. Namun, perkembangan penelitian bakteriosin yang mencakup berbagai aspek tersebut belum banyak dieksplorasi. Oleh karena itu, pada artikel ini dilakukan penelaahan mengenai bakteriosin yang tercakup dalam tiga aspek utama, yaitu (1) karakteristik dan klasifikasi bakteriosin, (2) potensi dan tantangan aplikasi bakteriosin pada produk pangan, serta (3) evaluasi toksisitas dan kriteria keamanan bakteriosin. Kata kunci : Peptida antimikroba, antibakteri, pengawet alami, bakteri asam laktat, nisinDOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3033</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3033</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.3033</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 24-49</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4493</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TORTILLA DARI TEPUNG JAGUNG TAMBIN,  TEPUNG SAGU DAN TEPUNG UDANG REBON</dc:title>
	<dc:creator>Rosida, Rosida; UPN V JATIM</dc:creator>
	<dc:creator>Jariyah, Jariyah; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Surabaya, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Oktalydia, Shelly Panca; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Surabaya, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Corn, Tambin, Sago, Tortilla Chips, Rebon Shrimp</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tambin corn is a corn variety that is widely cultivated in Madura island and has relatively high starch and beta-carotene content compared to other varieties. This could be an opportunity for tambin corn to be made into processed food products, for example tortilla chips. The aim of this research was to analyze the effect of the proportion of corn flour: sago flour and the addition of rebon shrimp flour on the physicochemical and organoleptic properties of tortella. The design of this research was a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern with two factors, namely the proportion of corn flour: sago flour (95:5, 90:10, 85:15) and the addition of rebon shrimp flour (2.5%, 5%, 7.5%). The best treatment is the proportion of tambin corn flour: sago flour (95:5) with the addition of 2.5% rebon shrimp flour which produces chps tortillas with a water content of 6.04%; ash content 2.56%; protein content 6.91%; fat content 3.62%; starch content 60.54%; hardness 356.17gf and average organoleptic results show a taste preference score of 4.2 (like); aroma 3.53 (somewhat like), color 4.10 (like); and texture of 3.47 (rather like it), beta-carotene content of 16.27mg/100g and calcium of 125.8 mg/100 g.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4493</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4493</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 67-76</dc:source>
	<dc:language>Indonesia</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2449</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:35:27Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ISOLASI, ANALISIS, DAN MIKROENKAPSULASI ANTOSIANIN DARI SEMANGGI UNGU (Oxalis triangularis)</dc:title>
	<dc:creator>Puspita, Dhanang; Food Technology, Universitas Kristen Satya Wacana</dc:creator>
	<dc:creator>Samalukang, Yunius; Faculty of Biology, Universitas Halmahera</dc:creator>
	<dc:creator>Tjahyono, Yosephine Diana; Food Technology, Universitas Kristen Satya Wacana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">antosianin; mikroenkapsulasi; Oxalis triangularis; pigmen; termostabilitas.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Oxalis triangularis atau semanggi ungu adalah tanaman hias yang memiliki warna ungu. Warna ungu yang terdapat pada daun adalah indikator keberadaan pigmen antosianin. Antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pigmen alami untuk makanan dan minuman. Makanan dan minumuan yang ditambahkan antosianin akan mendapat nilai tambah berupa warna yang menarik dan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mikroenskapsulasi pigmen antosiani dari O. triangularis. Metode yang digunakan adalah esktraksi pigmen dengan aquades, identifikasi pigmen dengan KLT dan Spektrofotometer UV-Vis, mikroenkapsulasi pigmen dengan maltodekstrin, dan pengujian termostabilitas dengan pemanasan selama 0 – 50 menit pada suhu 100°C. Hasil yang diperoleh terdapat 2 fraksi warna dari hasil KLT, dan 2 puncak serapan berdasar pemindaian dengan spektrofotometer UV-Vis. Total antosianin sebesar 1,073569 mg/g untuk ekstrak pigmen dan  0,147799 mg/g untuk mikroenkapsulasi pigmen.  Hasil uji termostabilitas, menunjukan pigmen antosianin termikroenkapsulasi stabil di suhu panas. Dengan kandungan antosianin yang cukup tinggi, bisa dimikroenkapsulasi, dan memiliki termostabilitas yang baik maka bisa dijadikan sumber pigmen alami untuk makanan dan minuman.' DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2449</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2449</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2449</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2946</identifier>
				<datestamp>2022-07-24T13:02:36Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK NORI ANALOG DARI SAYUR PAKIS DAN IKAN TERI  DAN PENAMBAHAN GLISEROL</dc:title>
	<dc:creator>Sikha, Ujik Uzlatus; Program Studi Teknologi Pangan FT UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rosida, Rosida; Program Studi Teknologi Pangan FT UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Luqman Agung; Program Studi Teknologi Pangan FT UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nori analog;Sayur Pakis;Ikan Teri;Gliserol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nori analog merupakan nori tiruan yang terbuat dari sayur-sayuran hijau yang memiliki sifat fisikokimia dan organoleptik hampir sama dengan nori yang terbuat dari rumput laut. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan nori analog dari sayur pakis. Penambahan ikan teri bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein dan kalsium nori analog. Sedangkan penambahan gliserol bertujuan untuk memperbaiki tekstur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik dari proporsi sayur pakis : ikan teri dan konsentrasi gliserol terhadap karakteristik nori analog. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 faktor yaitu proporsi sayur pakis : ikan teri (91,5:8,5 ; 95:5 ; 98,5:1,5) dan konsentrasi gliserol (5%; 7,5%; 10%) dengan 2 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah proporsi sayur pakis : ikan teri (95:5) dan konsentrasi gliserol 5% yang menghasilkan nori analog dengan kadar air 8,12%, kadar abu 7,20%, kadar protein 18,72%, kadar serat kasar 3,03%, kadar lemak 0,29%, aktivitas antioksidan 14,84%, kuat tarik 0,88 N dan ketebalan 0,285 mm; kadar kalsium sebesar 715,09 mg/kg dan aw 0,435. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2946</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2946</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2946</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2884</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:51:12Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI SUMBER PREBIOTIK TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA YOGHURT SINBIOTIK</dc:title>
	<dc:creator>Mukhoiyaroh, Siti; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Nurdyansyah, Fafa; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Ujianti, Rizky Muliani Dwi; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Affandi, Arief Rakhman; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">prebiotik; probiotik; sinbiotik; yoghurt</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hiperkolesterolemia merupakan penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab kematian utama di dunia. Penurunkan kadar kolesterol LDL dapat dilakukan dengan cara pengaturan pola diet misalnya konsumsi yoghurt sinbiotik. Yoghurt sangat berpotensi untuk dikembangkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara kombinasi antara probiotik dan prebiotik pada pembuatan yoghurt sehingga menjadi yoghurt sinbiotik. Yoghurt merupakan produk yang diperoleh dari fermentasi susu dengan menggunakan bakteri asam laktat (sebagai prebiotik) yang sesuai. Penambahan prebiotik bertujuan untuk meningkatkan kualitas, perkembangan bakteri asam laktat serta menstimulasi bakteri baik dalam usus. Kombinasi prebiotik dan probiotik disebut dengan sinbiotik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis sumber prebiotik (mocaf, inulin komersial, tepung suweg) dan konsentrasi prebiotik (2%, 3%, 4%) terhadap sifat kimia yoghurt sinbiotik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama jenis sumber prebiotik dan faktor kedua konsentrasi penambahan prebiotik. Analisis penelitian yang dilakukan yaitu analisis kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan total asam tertitrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yoghurt sinbiotik terbaik yaitu yoghurt sinbiotik dengan penambahan tepung suweg 4% meliputi kadar air 78,63%, kadar abu 1,02%, kadar protein 3,17%, kadar lemak 2,083%, kadar karbohidrat 15,023%, total asam tertitrasi 0,702%.Kata kunci : prebiotik, probiotik, sinbiotik, yoghurt. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2884</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2884</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.2884</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 124-140</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/2884/8074</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1510</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEWANGIAN BERAS DENGAN OLEORESIN PANDAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INDEKS GLIKEMIK</dc:title>
	<dc:creator>Asy’ari Habullah, Umar Hafidz</dc:creator>
	<dc:creator>Surayya, Latifatus</dc:creator>
	<dc:creator>Maharani, Zulfah</dc:creator>
	<dc:creator>Qulub, Ahmad Syifa’ul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Beras non aromatik kurang diminati konsumen. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilainyadengan mewangikannya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan oleoresinpandan pada pewangian beras non aromatik terhadap aroma beras secara organoleptik, total fenol,&amp;nbsp;respon gula darah dan indeks glikemik. Metode yang digunakan adalah perendaman beras non aromatik(IR64) menggunakan oleoresin pandan wangi dengan variasi konsentrasi 0,25% dan 0,5%. Hasilpenelitian membuktikan bahwa rekayasa pewangian berhasil dilakukan. Hasil uji aroma secaraorganoleptik menunjukkan bahwa aroma beras wangi memiliki tingkat aroma wangi 1,8 hingga 2,8 kalilebih wangi dibandingkan kontrol beras IR64 dan 0,8 hingga 1,8 kali lebih wangi dibandingkan beraspandan wangi. Kandungan senyawa fenol dalam beras wangi lebih besar dibandingkan kontrol. Semakinmeningkat konsentrasi oleoresin yang diberikan maka kehilangan fenol selama pemasakan menjadi nasisemakin rendah. Beras wangi terbukti memiliki respon gula darah yang lebih rendah daripada kontrol.Selain itu, beras wangi juga terbukti memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah daripada kontrol.
Kata kunci: aroma beras, pewangian, oleoresin pandan, respon gula darah
&amp;nbsp;
DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1510</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1510</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1510</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019; 48-56</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3165</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:50:34Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH LAMA WAKTU MASERASI TERHADAP KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KELOR</dc:title>
	<dc:creator>Apriyati, Erni; BRIN - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Murdiati, Agnes; Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada</dc:creator>
	<dc:creator>Triwitono, Priyanto; Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ekstraksi; rendemen; flavonoid; IC50; kelor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung beberapa senyawa bioaktif salah satunya adalah flavonoid yang memiliki potensi antioksidan. Daun kelor dapat diolah menjadi bubuk daun kelor agar umur simpan lebih lama dan lebih mudah penyimpanannya. Namun, penggunaan bubuk daun kelor pada produk pangan akan menghasilkan warna produk yang hijau gelap, rasa astringent, flavor langu dan cenderung tidak disukai. Oleh karena itu ekstrak daun kelor diharapkan mampu meningkatkan kandungan senyawa bioaktif dan lebih aplikatif dalam produk pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama waktu maserasi terhadap rendemen, kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Ekstraksi bubuk daun kelor dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70 % dengan perlakuan waktu maserasi (12, 24, 36, 48, 60 dan 72 jam) setelah itu disaring menggunakan kertas saring dan vacuum pum. Selanjutnya ekstrak encer diuapkan menggunakan rotary evaporator kemudian dikeringkan dengan freeze dryer. Ekstrak daun kelor yang dihasilkan dihitung rendemen, dianalisa kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan. Penentuan kadar flavonoid dilakukan dengan pembanding quersetin. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu maserasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Ekstrak daun kelor yang dihasilkan memiliki rendemen antara 6,17 – 6,57 %, kadar flavonoid 25,03 – 27,77 mg QE/g dan aktivitas antioksidan IC50 127,92 -  108,67  µg/mL.Kata kunci : ekstraksi, rendemen, flavonoid, IC50, kelor DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3165</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian</dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3165</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.3165</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 116-123</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4057</identifier>
				<datestamp>2024-07-17T00:58:13Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH EKSTRAK KULIT NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS TEMPE KEDELAI LOKAL</dc:title>
	<dc:creator>Isnaini, Ririn; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:creator>Maherawati, FNU; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayuni, Tri; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tempeh;soybeans;pineapple peel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tempe merupakan makanan hasil fermentasi kedelai oleh kapang Rhizopus sp. Variasi pengolahan tempe dengan penambahan ekstrak kulit nanas dalam proses perendaman kedelai bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bakteri asam laktat sehinga dapat mempercepat proses fermentasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik kimia tempe yang direndam ekstrak kulit nanas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi ekstrak kulit nanas (30%, 50%, 70%) dan variasi waktu perendaman (6 jam, 8 jam, 10 jam). Waktu fermentasi tercepat yaitu 32 jam diperoleh perlakuan dengan penambahan 30% EKN dan lama perendaman selama 10 jam. Interaksi konsentrasi ekstrak kulit nanas dan waktu perendaman berpengaruh terhadap kadar lemak dan abu. Perbedaan konsentrasi ekstrak kulit nanas mempengaruhi nilai kadar lemak, abu, protein, karbohidrat, dan serat kasar. Perbedaan waktu perendaman tidak mempengaruhi semua karakteristik kimia tempe yang dihasilkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4057</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4057</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 1-14</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2459</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:40:31Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DENGAN BAHAN PENGISI MALTODEKSTRIN KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium)</dc:title>
	<dc:creator>Rosida, Dedin Finatsiyatull; Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jawa Timur
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Djajati, Sri; Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jawa Timur
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Noviya Dwi Ayu; Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jawa Timur
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aktivitas antioksidanl; buah mengkudu; maltodekstrin; umbi kimpul</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pangan fungsional mengandung bahan yang dapat meningkatkan status Kesehatan. Minuman fungsional dapat berupa minuman  berbentuk serbuk, mudah larut dalam air, dan praktis. Pemanfaatan buah mengkudu karena kandungan senyawa fitokimia seperti terpen, zat-zat antrakuinon, asam askorbat, asam kaprilat, zat-zat scopoletin, dan alkaloid. Penggunaan teknik enkapsulasi  digunakan untuk mengamankan koponen bioaktif tersebut dengan menggunakan kombinasi maltodekstrin umbi kimpul dan rumput laut E.cottonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak mengkudu dan penambahan maltodekstrin kimpul dan rumput laut terhadap aktivitas antioksidan dan kualitas minuman serbuk mengkudu yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola factorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi ekstrak buah mengkudu dan air (1:1, 1:2 dan 1:3). Faktor kedua adalah komposisi bahan pengisi maltodekstrin kimpul dan rumput laut E.cottonii (1:1, 2:0 dan 2:1). Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan selang kepercayaan 95% dan uji Duncan (DMRT) 5%. Hasil penelitian didapatkan pada perlakuan komposisi ekstrak mengkudu dan air (1:1) dengan penambahan maltodekstrin umbi kimpul dan rumput laut E.cottonii (1:1) mempunyai hasil yang optimal pada aktivitas antioksidan 84.06 %, vitamin C 73.92 mg/100 gr, total fenol 11.89 mgTAE/gr, kadar abu 3.36%, kadar air 4.59%, Nilai L* 72.70,  a* 12.10, b* 16.33, dengan derajat kecerahan 65.96%, kelarutan 90,57% dan uji organoleptik meliputi rasa 2.60 (netral), aroma 2.57 (netral) dan kekentalan 3.60 (suka). DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2459</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2459</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2459</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4066</identifier>
				<datestamp>2024-01-31T08:21:41Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK TEPUNG KOMPOSIT RUMPUT LAUT MERAH, TULANG IKAN TUNA SIRIP KUNING, DAN TEMPE KORO PEDANG</dc:title>
	<dc:creator>Giovani, Sarah; Universitas Al-Azhar Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Aidina, Rumaisha; Universitas Al-Azhar Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Komalasari, Ema; Universitas Al-Azhar Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Puteri, Nafisah Eka; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar, Meureubo, Aceh Barat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">red seaweed, yellowfin tuna fishbone, jack bean tempeh, composite flour, organoleptic characteristic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rumput laut merah, tulang ikan tuna sirip kuning, dan tempe koro pedang merupakan bahan pangan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pengolahan tepung komposit tinggi protein. Dengan demikian, tepung rumput laut merah, tepung tulang ikan tuna sirip kuning, dan tepung tempe koro pedang perlu diformulasi untuk mendapatkan proporsi terbaik ditinjau dari karakteristik organoleptik tepung komposit yang dihasilkan. Hasil pengamatan terhadap bentuk tepung komposit dan tepung penyusunnya sesuai dengan SNI 3751-2009 mengenai syarat mutu tepung terigu yaitu berbentuk serbuk. Hasil pengamatan terhadap aroma dan warna tidak sesuai dengan SNI 3751-2009 yang mensyaratkan warna tepung harus putih khas terigu dan bebas dari aroma asing. Tepung komposit dengan rasio tepung tulang ikan tuna sirip kuning dan tepung tempe koro pedang sebesar 45%:45% paling disukai oleh panelis berdasarkan atribut warna, aroma, dan tekstur. Tepung komposit dengan rasio tepung tulang ikan tuna sirip kuning dan tepung tempe koro pedang 45%:45% memiliki tingkat perbedaan yang sedikit terhadap tepung terigu komersial pada atribut warna dan tekstur. Kata kunci: karakteristik organoleptik, rumput laut merah, tempe koro pedang, tepung komposit, tulang ikan tuna </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM)</dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4066</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i2.4066</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 2 :  Desember 2023</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2446</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:32:02Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KUALITAS ES KRIM YOGHURT SINBIOTIK DENGAN KOMBINASI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus (L.) Urb) DAN NANAS MADU (Ananas cosmosus (L.) Merr)</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Monica Ayu Ratni; Program Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Purwijantiningsih, Ekawati; Program Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Sinung Pranata, Fransiskus; Program Studi Biologi, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bengkuang;nanas madu;es krim;yoghurt sinbiotik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Es krim yoghurt sinbiotik adalah es krim yang dibuat menggunakan yoghurt sinbiotik. Yoghurt sinbiotikmerupakan yoghurt yang dibuat dengan mengombinasikan probiotik dan prebiotik. Umbi bengkuang(Pachyrhizus erosus) mengandung inulin Pyang digunakan sebagai substrat untuk pertumbuhan probiotik yangdikenal dengan sebutan prebiotik. Nanas madu (Ananas cosmosus) mengandung glukosa yang dapatdimanfaatkan untuk pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL). Bakteri asam laktat yang ditambahkan sebagaistarter yakni Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium longum. L. acidophilus dan B. longum merupakanBAL probiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi kombinasi filtrat bengkuang dan nanasmadu (B:N) terhadap es krim yoghurt sinbiotik serta mengetahui kombinasi yang tepat untuk mendapatkan eskrim yoghurt dengan kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4perlakuan kombinasi (B:N) sebanyak (2:13)%, (4:11)%, (6:9)%, dan (0:0)% dengan 3 kali ulangan. Parameteruji pada penelitian ini meliputi kualitas mikrobiologis, kimia, fisik dan organoleptik. Hasil penelitian yang telahdilakukan menunjukkan bahwa kombinasi 4% filtrat bengkuang dan 11% nanas madu menghasilkan kualitas eskrim yoghurt sinbiotik terbaik berdasarkan parameter fisik, kimia dan mikrobiologis serta memenuhi syarat mutuyoghurt SNI 2981-2009 dan syarat mutu es krim SNI 01-37313.  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2446</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2446</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2446</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3166</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:44:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PROPORSI ENZIM MIX (INULINASE:GLUKO-AMILASE) DAN LAMA SAKARIFIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK HIGH FRUCTOSE SYRUP DARI UMBI BENGKUANG</dc:title>
	<dc:creator>Akbar, Reza Irsyad; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gula;enzim mix;Fruktosa;Inulinase;Bengkuang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permintaan terhadap gula tebu terus meningkat sehingga diperlukan alternatif pengembangan produksi gula.  Salah satu prospek baik yang dapat mensubstitusi gula pasir adalah gula dari pati, yaitu sirup glukosa dan fruktosa. Sirup fruktosa atau High Fructose Syrup (HFS) merupakan pemanis yang tersusun dari fruktosa, glukosa, dan oligosakarida. HFS diproduksi dari hidrolisis pati, akan tetapi proses tersebut tidak efisien. Akhir-akhir ini peneliti menemukan cara memproduksi HFS dengan cara lain menggunakan inulin yang lebih efisien, inulin merupakan poli-frukosa yang larut dalam air.  Keterbatasan sumber bahan baku yang mengandung inulin kadar tinggi menjadi tantangan produksi HFS di Indonesia, diperlukan bahan baku yang mengandung inulin dan pati. Salah satu bahan baku potensial adalah bengkuang. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik proporsi enzim inulinase:glukoamilase  (0,1%:1,5%,0,55%:1,5%,1%:1,5%) dan lama sakarifikasi (24,36,48 jam) terhadap  kadar fruktosa dan karakteristik HFS yang dihasilkan.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisa ragam, jika terdapat perbedaan nyata maka dan dilakukan uji lanjut dengan DMRT. Hasil analisa menunjukan bahwa perlakuan terbaik pada konsentrasi enzim mix (1%:1,5%) dan lama sakarifikasi 36 jam dengan hasil rendemen 53,028%, total padatan terlarut 16%, kadar gula reduksi 17,151%, DE 22,012, viskositas 38 mPa.s, kadar fruktosa 3,21% dan glukosa 8,575%.Kata kunci : Gula, Enzim Mix, Fruktosa, Inulinase, Bengkuang DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3166</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3166</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.3166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 57-71</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3016</identifier>
				<datestamp>2023-02-15T08:36:14Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SOSIS ANALOG KACANG MERAH DAN REBUNG</dc:title>
	<dc:creator>Isnawaty, Meike; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Herawati, Netti; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Johan, Vonny Setiaries; Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sosis analog; kacang merah; rebung</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sosis analog atau sosis nabati merupakan sosis yang terbuat dari protein nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sosis analog kacang merah dan rebung terbaik yang memenuhi standar mutu sosis daging menurut SNI 3820:2015. Penelitian ini merupakan penelitian eskperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan, diikuti dengan uji DNMRT pada taraf 5%. Perlakuan pada penelitian ini adalah rasio kacang merah dan rebung dengan empat tingkat: 100:0, 85:15, 70:30, dan 55:45. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, dan uji sensori. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa rasio kacang merah dan rebung berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan terpilih pada penelitian ini adalah rasio kacang merah dan rebung 55:45 dengan kadar air 60,48%, kadar abu 1,74%, kadar lemak 4,79%, kadar protein 13,76%, dan kadar serat kasar 10,77%.Kata kunci : sosis analog, kacang merah, rebung DOI :  https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3016</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3016</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i1.3016</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 1 : JUNI 2022; 1-13</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3337</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:43Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH LAMA PENYIMPANAN YOGHURT MANGGA (Mangifera indica L.) TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT</dc:title>
	<dc:creator>Puspa, Shynta Ayinda</dc:creator>
	<dc:creator>Suharsono, Suharsono; Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi</dc:creator>
	<dc:creator>Meylani, Vita; Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Yoghurt mangga; lama penyimpanan; Bakteri Asam Laktat (BAL); Total Plate Count (TPC).</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Yoghurt merupakan produk susu fermentasi yang dihasilkan dari susu melalui proses fermentasi Bakteri Asam Laktat (BAL). Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan bakteri yang paling umum digunakan sebagai kultur starter pada proses fermentasi susu menjadi yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total BAL pada yoghurt mangga pada suhu refrigerator dengan lama penyimpanan yang berbeda. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari P1 (kontrol), P2 (3 hari), P3 (6 hari), P 4 (9 hari), P5 (12 hari), dan P6  (15 hari). Perhitungan total BAL menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Teknilk analisis data yang digunakan adalah Uji Kruskal-Wallis dengan  0,05 dan Uji Lanjutan Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh lama penyimpanan yoghurt mangga pada suhu refrigerator terhadap total bakteri asam laktat. Hasil menunjukan bahwa semakin lama penyimpanan pada suhu refrigerator cenderung membuat total BAL semakin sedikit. Penyimpanan yoghurt mangga pada suhu refrigerator selama 0-6 hari masih memenuhi batas SNI karena memenuhi minimal 107 sehingga masih dapat dikonsumsi, sementara penyimpanan yoghurt mangga pada suhu refrigerator selama 9-15 hari tidak memenuhi batas SNI sehingga tidak dapat dikonsumsi. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3337</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3337</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3337</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 76-91</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2715</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T02:56:10Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MUTU KERUPUK LIMBAH INSANG IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) DITINJAU DARI ANALISIS PROKSIMAT</dc:title>
	<dc:creator>Jumiati, Jumiati; Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas PGRI Ronggolawe
Jalan Manunggal No. 61 Tuban Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmaningsih, Sri; Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas PGRI Ronggolawe
Jalan Manunggal No. 61 Tuban Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Sudianto, Achmad; Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas PGRI Ronggolawe
Jalan Manunggal No. 61 Tuban Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Insang;ikan kurisi;mutu kerupuk;proksimat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Insang ikan belum banyak dimanfaatkan, biasanya terbuang. Insang dapat diolah sebagai bahan campuranpembuatan kerupuk. Penggunaan ikan kurisi disebabkan cukup banyak terdapat di pesisir utara Jawa, danharganya murah. Tujuan penelitian untuk mengetahui mutu kerupuk dari penambahan insang ikan kurisi danmembandingkan dengan mutu kerupuk dari daging ikan. Pengujian mutu berupa analisa proksimat meliputikadar protein, lemak, karbohidrat, air, dan abu. Metode experimental, analisa data menggunakan uji t, 2 macamperlakuan dan 15 ulangan. Penambahan insang dan daging ikan dalam pembuatan kerupuk diberikankonsentrasi yang sama 30%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sangat nyata (P&amp;lt;0,01) antarakerupuk dengan penambahan insang dan daging ikan kurisi untuk kadar protein (13,55% dan 16,01% ); lemak(0,53% dan 0,87%); karbohidrat (75,87% dan 73,58%) dan abu (2,44% dan 2,14%), sedangkan kadar air tidakterdapat perbedaan yang nyata (P&amp;gt;0,05) sebesar 7,61% dan 7,42%. Kerupuk insang ikan dapat menjadi produkmakanan yang bergizi, dan memberi alternatif peluang usaha.Kata kunci : Insang, ikan kurisi, mutu kerupuk, proksimat DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2715</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2715</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2715</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4262</identifier>
				<datestamp>2024-01-03T03:43:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK TEH CELUP HERBAL KAJIAN PROPORSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) DAN BATANG SERAI (Cymbopogon  citratus) TERHADAP AKTIVITAS  ANTIOKSIDAN, KADAR AIR, pH, WARNA DAN ORGANOLEPTIK</dc:title>
	<dc:creator>Yudiastama, Elionora Sinari; Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Sri; Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Wirawan, Wirawan; Program Studi Teknologi Industri Pertanian
Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antioksidan; Serai; Bunga Telang; Teh Herbal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Teh herbal merupakan salah satu minuman dari bahan daun atau bunga. Salah satu inovasi bahan dalam pembuatan teh herbal adalah bunga telang dan batang serai. Bunga telang mengandung flavonoid, antosianin, dan flavonol glikosida yang merupakan senyawa pencegah radikal bebas. Batang serai merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa aromatic dan memiliki potensi sebagai antioksidan seperti sitronelal dan geraniol.  Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh proporsi bunga telang dan batang serai terhadap kualitas kimia yaitu aktivitas antioksidan, kadar air, pH, warna L*a*b*, kualitas organoleptik teh celup; 2) mengetahui proporsi bunga telang dan batang serai terbaik terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, pH, warna L*a*b*, organoleptik. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu K1=bunga telang 100%, K2=bunga telang 90%: batang serai 10%, K3=bunga telang 80%:batang serai 20%, K4=bunga telang 70%:batang serai 30%, K5=bunga telang 60%:batang serai 40%. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan  proporsi bunga telang dan batang serai yang berbeda berpengaruh terhadap kadar antioksidan, kadar air, nilai kecerahan L (lightness), dan uji organoleptik. Parameter pH, nilai kemerahan *a (redness), warna kekuningan *b (yelllowness) tidak berpengaruh pada perlakuan penelitian. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah proporsi bunga telang 60%:batang serai 40% menghasilkan the celup dengan karakteristik: aktivitas antioksidan 69,92%, kadar air 7,32%, pH 7,13, nilai kecerahan L* (lightness) 1,81, nilai kemerahan a*(redness) 1,09, nilai kekuningan b* (yellowness) 2,98, dan uji organoleptik kesukaan warna 4,9, kesukaan rasa 4,4, kesukaan aroma 4,1 dengan kategori suka</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4262</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i2.4262</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 2 :  Desember 2023</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3888</identifier>
				<datestamp>2024-01-31T09:31:59Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARATERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK FLAKES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG DAGING IKAN PATIN (Pangasius sp.)</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Tifany Amira; Bachelor of Fisheries Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiastuti, Dwi Yuli Yuli; Department of Marine, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Airlangga Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Tjahjaningsih, Wahju; Department of Marine, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Airlangga Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Subekti, Sri; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Nirmala, Dwitha; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Eka; Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">catfish (Pangasius sp.); fish flour; flakes; protein</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ikan patin (Pangasius sp.) memiliki gizi tinggi, sehingga perlu dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan. Pemanfaatan ikan patin antara lain sebagai tepung ikan yang dapat disubstitusi pada produk pangan guna meningkatkan nilai gizi. Produk pangan dalam penelitian ini adalah flakes yang berbahan tepung jagung. Kandungan protein flakes di pasaran belum memenuhi SNI (01-4270-1996), sehingga perlu disubstitusi dengan bahan berprotein tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daging ikan patin terhadap karakteristik kimia dan organoleptik flakes. Perlakuan penelitian ini adalah tepung jangung 100% (P0) sebagai kontrol, substitusi tepung daging ikan patin 10% (P1), 20% (P2), dan 30% (P3). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis data menggunakan Uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan serta Uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata (p&amp;lt;0,05) antar perlakuan. Flakes dengan substitusi tepung daging ikan patin 10% memenuhi SNI (01-4270-1996) dengan rata-rata kandungan protein 13,39% dan kalsium 1,90%. Flakes dengan substitusi tepung daging ikan patin 10% merupakan perlakuan terbaik dengan rata-rata kenampakan (8,84), tekstur (7,48), aroma (8,72), dan rasa (8,64). </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3888</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i2.3888</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 2 :  Desember 2023</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2719</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:02:51Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROFIL PASTING DAN MUTU FISIK TEPUNG KACANG BAMBARA BOGOR BERDASARKAN WARNA KULIT ARI</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Stanlie; Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Ilmu Pangan Halal 
Universitas Djuanda, Bogor Indonesia 16720</dc:creator>
	<dc:creator>Fitrilia, Tiana; Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Ilmu Pangan Halal 
Universitas Djuanda, Bogor Indonesia 16720</dc:creator>
	<dc:creator>Aminullah, Aminullah; Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Ilmu Pangan Halal 
Universitas Djuanda, Bogor Indonesia 16720</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vigna subterranea (L.) Verdcourt;tepung kacang bogor;variasi warna epidermis;gelatinisasi,;mutu fisik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kacang Bambara varietas Bogor merupakan tanaman lokal berasal dari Afrika yang memiliki variasi warna kulit dan dapat diolah menjadi tepung. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh warna kulit ari terhadap profil pasting dan mutu fisik tepung kacang Bambara Bogor serta potensi pemanfaatannya. Penelitian meliputi pembuatan tepung kacang Bambara Bogor dengan kulit ari berwarna putih, ungu muda, ungu tua, dan hitam. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 1 faktor dengan dua ulangan. Analisis yang dilakukan meliputi profil pasting yang terdiri dari suhu pasting, viskositas puncak, waktu puncak, viskositas breakdown, dan setback viscosity. Analisis fisik meliputi rendemen, tingkat kecerahan, daya serap air dari tepung kacang Bambara Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna kulit ari yang semakin gelap mengakibatkan penurunan pada parameter suhu pasting, viskositas puncak, breakdown, dan setback viscosity, sedangkan waktu puncak cenderung meningkat. Selain itu, warna kulit ari yang semakin gelap menyebabkan tingkat kecerahan semakin meningkat, sedangkan rendemen dan daya serap air semakin menurun. Berdasarkan profil pasting dan daya serap air, tepung kacang Bambara Bogor cocok untuk cookies, produk rehidrasi, dan produk yang membutuhkan kestabilan pasta pada suhu rendah, seperti saos dan pudding. Kata kunci : Vigna subterranea (L.) Verdcourt, tepung kacang bogor, variasi warna epidermis, gelatinisasi, mutu fisik DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2719</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2719</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2719</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2725</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:04:38Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG TELUR TERHADAP DAYA TERIMA DAN TITIK LELEH ES KRIM YOGHURT</dc:title>
	<dc:creator>Kumalasari, Rwiyanti; Program Studi D3 Gizi, Akademi Gizi Karya Husada Kediri Jalan Soekarno-Hatta No.7 Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia</dc:creator>
	<dc:creator>Ulilalbab, Arya; Program Studi D3 Gizi, Akademi Gizi Karya Husada Kediri Jalan Soekarno-Hatta No.7 Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Yoghurt; es krim;tepung cangkang telur; daya terima; titik leleh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nutrisi yang terkandung dalam yoghurt antara lain energi, protein, karbohidrat, kalsium, dan potasium yang lebih tinggi daripada susu segar. Selain memiliki gizi yang cukup tinggi, bermanfaat juga bagi penderita lactose intolerance. Penambahan tepung cangkang telur ke dalam es krim berguna untuk membantu meningkatkan asupan kalsium. Inovasi yang beragam pada produk es krim dapat mengoptimalkan khasiat yoghurt dan tepung cangkang telur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan tepung cangkang telur terhadap tingkat kesukaan panelis dan titik leleh es krim. Penelitian eksperimen dengan desain penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap) ini dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu yoghurt 32% pada setiap perlakuan dan tepung cangkang telur (0%, 2%, 4%). Pengaruh penambahan tepung cangkang telur dianalisis menggunakan uji statistik dengan α 0,05 untuk daya terima menggunakan uji friedman rank, serta α 0,01 untuk uji titik leleh menggunkan uji One Way ANOVA. Persentase daya terima panelis terhadap parameter warna, panelis lebih menyukai P1 (yoghurt 32% : tepung cangkang telur 2%), aroma yang paling disukai P2 (yoghurt 32% : tepung cangkang telur 4%), rasa yang paling disukai P1 (yoghurt 32% : tepung cangkang telur 2%), dan tekstur yang paling disukai P0 yoghurt 32% : tepung cangkang telur 0%), sedangkan untuk pengujian titik leleh, waktu leleh tertinggi terdapat pada P2 (36 menit 43 detik). Disarankan untuk memperhatikan proporsi penambahan yoghurt dan tepung cangkang telur agar didapatkan daya terima yang baik dan titik leleh sesuai dengan standart yang ditetapkan. Kata kunci: :  Yoghurt, es krim, tepung cangkang telur, daya terima, titik leleh DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2725</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2725</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2725</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4495</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:19Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSENTRASI GARAM DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP  KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BUBUK TERASI NABATI DARI  TEMPE</dc:title>
	<dc:creator>Fathurrozi, Sherenita Azizah; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Winarti, Sri; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Jariyah, Jariyah; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Terasi pada umumnya dibuat dari udang rebon, ikan, atau campuran keduanya dengan garam atau bahan  tambahan lain. Pada penelitian ini dilakukan diversifikasi pembuatan terasi dari bahan nabati yaitu tempe.Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dan lama fermentasi yang digunakan terhadap  karakteristik kimia dan organoleptik bubuk terasi nabati dari tempe. Rancangan penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yakni konsentrasi garam (2, 4, dan 6%) dan lama  fermentasi (5, 10, 15 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf  signifikansi 5% dan apabila terdapat perbadaan yang nyata akan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple  Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel terbaik terdapat pada sampek dengan perlakuan  penambahan konsentrasi garam 2% dan lama fermentasi 15 hari yang menghasilkan terasi nabati bubuk dengan  kadar air sebesar 7,44%; abu 7,49%; garam 4,45%; protein terlarut 16,8%; asam glutamat 0,32%; nilai pH 5,51;  total bakteri asam laktat 6,52 Log CFU/g; total bakteri E.coli 2,34 Log CFU/g; serta uji organoleptik warna 3,96 dan  aroma 4,68.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4495</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4495</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 15-28</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3716</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Jenis Starter (Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter aceti) Beserta Kombinasi Konsentrasinya Terhadap Kualitas cuka Air Kelapa (Cocos nucifera L.)</dc:title>
	<dc:creator>Miensugandhi, Aloysius Prima Cahya; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus</dc:creator>
	<dc:creator>Sutardi, Sutardi; Gadjah Mada University</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cuka; S. cerevisiae; Acetobacter aceti; air kelapa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fermentasi vinegar dilakukan dengan bantuan mikrobia yaitu yeast pada fermentasi alkohol dalam kondisi anaerob (Saccharomyces cerevisae), dan bakteri pada fermentasi asam asetat dalam kondisi aerob (Acetobacter. aceti). Mutu Vinegar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain bahan baku, kondisi fermentasi, dan jenis serta konsentrasi starter yang digunakan. Pengamatan pada penelitian ini meliputi uji konsentrasi glukosa air kelapa, jumlah mikrobia setiap starter, uji pH selama fermentasi alkohol, kadar alkohol, uji pH selama fermentasi asam, total asam, kadar asam asetat, kadar alkohol sisa, total padatan terlarut dan uji organoleptik. Vinegar air kelapa yang diproduksi dengan penggunaan S.cerevisiae 15% dan A. aceti 10% (SC15AA10) dapat dihasilkan kadar asam asetat relatif tertinggi 4,59 % (v/v), kadar alkohol pascafermentasi vinegar 0,03 - 1,5 % dan total padatan terlarut 100 - 200 ppm (0,01 - 0,02%). Nilai tersebut memiliki persyaratan mutu yang ditetapkan oleh SNI-01-3711-1995 tentang standar mutu vinegar. Uji organoleptik secara keseluruhan (overall) vinegar air kelapa menunjukkan bahwa sampel komersial, K+, S.cerevisiae 10% dan A. aceti 5% (SC10AA5) serta S.cerevisiae 15% dan A. aceti 5% (SC15AA5) paling banyak disukai oleh panelis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3716</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3716</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 55-68</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3647</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:42Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Kimia Kecap Keong Mas (Pomacea canaliculata)</dc:title>
	<dc:creator>Rosida, Dedin Finatsiyatull; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Anggreini, Riski Ayu; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Khasanah, Fatmala Nida’ul; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Trisna Putra, Andre Yusuf; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UPN “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biduri;bromelin;kecap;keong mas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keong Mas merupakan golongan mollusca yang selama ini dikenal sebagai hama yang cukup mengganggu bagi pertumbuhan tanaman padi. Ditinjau dari kandungan protein dengan nilai asam glutamate keong mas yang tinggi dapat dipertimbangkan sebagai produk penambah cita rasa makanan, salah satunya kecap. Proses pembuatan kecap secara tradisional membutuhkan waktu yang cukup lama. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknik hidrolisis protein dengan bantuan enzim protease kasar yaitu enzim bromelin sebagai endopeptidase dan enzim biduri sebagai eksopeptidase. Kombinasi endopeptidase dan eksopeptidase diketahui memiliki sinergisme yang baik untuk menghasilkan peptida rantai pendek dan asam amino yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis (enzim bromelin, enzim biduri, kombinasi keduanya) dan konsentrasi enzim protease kasar  (8%, 10%, 12%) terhadap sifat kimia kecap keong mas. Hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik yaitu kecap perlakuan kombinasi enzim bromelin dan biduri pada konsentrasi 12%, dengan karakteristik kimia derajat hidrolisis 51,10%, kadar air 64,87%, kadar protein terlarut 10,26 mg/ml, Gula reduksi 7,63 % dan pH 5,37. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3647</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3647</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3647</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 65-75</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2450</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:36:07Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI GIZI DAN KEAMANAN PANGAN CORN SMUT GALLS</dc:title>
	<dc:creator>Anggreini, Riski Ayu; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmadhini, Noni; Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ustilago maydis; corn smut galls; aspergillus sp.; aflatoksin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jagung merupakan salah satu bahan pangan pokok yang tingkat permintaan dan produksinya tergolong cukup tinggi setelah beras. Tingginya produksi jagung di Indonesia,  didukung dengan kondisi Indonesia yang lembab dan beriklim tropis, meningkatkan resiko tumbuh dan berkembangnya jamur diantaranya Ustilago maydis, yang nantinya berperan dalam pembentukan CSG (Corn Smut Galls). CSG memiliki gizi yang cukup baik, hanya saja berpotensi mengandung aflatoksin, yang biasanya diproduksi oleh Aspergillus sp. Pada penelitian ini digunakan CSG yang berasal dari Nganjuk, Kediri dan Jombang, yang  diberikan perlakuan pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gizi dan keamanan pangan dari CSG. Hasil analisa proksimat menunjukkan bahwa sampel Jombang memiliki kandungan karbohidrat by difference tertinggi yaitu 65,21 % db, sementara itu untuk kandungan protein dan lemak tertinggi masing-masing ada pada sampel Nganjuk dan Kediri. pengamatan mikroskopis diketahui bahwa genus Aspergillus sp. tumbuh pada CSG kering, dengan jumah koloni 8,0 x 104 cfu/g. Hasil ini kemudian dikonfirmasi pada media AFPA (Aspergillus flavus dan parasiticus agar), dan didapatkan hasil positif yang ditunjukkan dengan pembentukan pigmen berwarna orange kekuningan. Sehingga dengan demikian, CSG berpotensi mengandung aflatoksin.  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2450</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2450</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2450</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3472</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:42Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Susu Bubuk Edamame</dc:title>
	<dc:creator>Setyani, Zhafirah Catur; Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Widyaningsih, Tri Dewanti; Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Dego Yusa; Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edamame, Lama Penyimpanan, Susu Bubuk, Suhu Penyimpanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Susu bubuk edamame akan memiliki peluang yang sangat baik di pasaran karena memiliki kandungan nutrisi yang baik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan suhu dan lama penyimpanan terhadap karakteristik mutu susu bubuk edamame menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yakni faktor suhu penyimpanan (35°C, 45°C, dan 55°C) dan lama penyimpanan (hari ke-0, 7, 14, 21, 28, dan 35). Data dianalisis dengan ANOVA dengan selang kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Fisher, uji Tukey, dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu bubuk edamame memiliki kadar air awal 4,67%, kelarutan 88,14%, aw 0,51, tingkat penggumpalan 12,29%, nilai TBA 0,353 mg/kg, dan rerata uji warna L: 76,3, a: -2,8, dan b: +26,7. Setelah dilakukan penyimpanan selama 35 hari terlihat bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kadar air, aw, penggumpalan, nilai TBA dan warna (L*, a*, b*) dari susu edamame. Sementara itu, parameter kelarutanhanya dipengaruhi oleh lama penyimpanan. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3472</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3472</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3472</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 18-30</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2447</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:33:04Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI BUBUK BIJI SRIKAYA DAN BUBUK DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN WADER (Rasbora lateristriata) SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH</dc:title>
	<dc:creator>Winarti, Sri; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Djajati, Sri; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Tyas, Linda Arum Ning; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biji srikaya;daun jambu biji;ikan wader;penyimpanan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ikan wader merupakan salah satu jenis ikan air tawar lokal Indonesia yang dikonsumsi oleh masyarkat sebagai sumber protein hewani. Ikan wader termasuk bahan pangan yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan penyimpanan yang tepat. Bubuk biji srikaya mengandung alkaloid dan tanin, dan daun jambu biji mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Campuran kedua pengawet alami tersebut diharapkan menghasilkan aktivitas antimikroba yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan terbaik antara konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji serta lama penyimpanan terhadap kualitas ikan wader pada suhu rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji (0%, 10%,20% dan 30%) dan lama penyimpanan (0, 3, 6 dan 9 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA , jika ada perberbedaan nyata dilanjut dengan Uji Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji 30%  serta lama penyimpanan 9 hari menghasilkan ikan wader dengan karakteristik: kadar air 77,01%, total mikroba 5,36 cfu/g, TVBN 26,06 mg/100g, WHC 57,60%, tekstur 27,80 mm/g/detik dan uji organoleptik skoring meliputi warna 7,10 (tidak kusam) dan aroma 7,07 (aroma ikan).  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2447</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2447</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2447</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/1557</identifier>
				<datestamp>2025-10-14T01:38:24Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BACK PAGE</dc:title>
	<dc:creator>PAGE, BACK</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">BACK PAGE</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-22</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/1557</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v13i1.1557</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 13, No 1: JUNI 2019</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4260</identifier>
				<datestamp>2024-01-03T03:34:35Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSENTRASI MALTODEKSTRIN DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN SERBUK KOPI REMPAH DENGAN METODE FOAM MAT DRYING</dc:title>
	<dc:creator>Nazaryan, Widhy Rahmat; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Winarti, Sri; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Luqman Agung; Universitas Pembangunan Nasional &quot;Veteran&quot; Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">minuman serbuk; kopi rempah; maltodekstrin; lama pengeringan; foam mat drying</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia adalah negara produsen kopi terbesar keempat di dunia. Tingginya tingkat konsumsi dan produksi kopi di Indonesia memerlukan adanya diversifikasi produk olahan kopi agar harganya tidak turun di pasaran, salah satunya kopi rempah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi maltodekstrin dan lama pengeringan terhadap karakteristik minuman serbuk kopi rempah, serta menentukan formulasi terbaik antara kedua perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor yaitu penambahan maltodekstrin (5%, 10%, 15%) dan lama pengeringan (5 jam, 6 jam, 7 jam). Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dilanjutkan dengan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian pada sampel perlakuan terbaik diperoleh dari formulasi konsentrasi maltodekstrin 15% dan lama pengeringan 5 jam menghasilkan nilai rendemen 17,91%, kadar air 4.86%, kelarutan 77,17%, kecepatan larut 0,40g/s, total fenol 21,58 mg GAE/gr, aktivitas antioksidan 93,89%, dan uji organoleptik warna 3,36 (agak tidak suka), aroma 4,40 (agak suka), dan rasa 4,04 (agak suka) serta memiliki kadar kafein 0,7%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4260</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i2.4260</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 2 :  Desember 2023</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2718</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:01:39Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK GULA CAIR DARI UMBI GEMBILI (Dioscorea esculenta) TERHADAP PRODUK ROTI FUNGSIONAL</dc:title>
	<dc:creator>Hidayah, Isti Nurul; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, 
Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur, Dr. Cipto Semarang Jawa Tengah</dc:creator>
	<dc:creator>Mirratunnisya, Mirratunnisya; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, 
Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur, Dr. Cipto Semarang Jawa Tengah</dc:creator>
	<dc:creator>Widiastuti, Tania; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, 
Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur, Dr. Cipto Semarang Jawa Tengah</dc:creator>
	<dc:creator>Ferdiansyah, M. Khoiron; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, 
Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur, Dr. Cipto Semarang Jawa Tengah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">enzim;gula cair;roti fungsional;substrat;sakarifikasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gula cair berbasis umbi memiliki sifat fungsional yang berbeda dari gula pasir berdasarkan rasa, warna, tekstur, stabilitas dan kesegaran jika dibandingkan dengan sukrosa lainnya. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat dan enzim dalam pembuatan gula cair gembili serta mengetahui pengaruh gula cair yang diaplikasikan pada produk roti fungsional. Metode yang digunakan yaitu studi literatur hasil penelitian gula cair dan dan roti fungsional. Berdasarkan beberapa penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar gula reduksi dalam gula cair dipengaruhi oleh peningkatan jumlah enzim. Viskositas berkaitan dengan penggunaan enzim dan substrat sedangkan suhu gelatinisasi dan waktu sakarifikasi akan mempengaruhi sifat manis dari gula cair. Jenis gula dapat mempengaruhi nilai gizi dan sifat sensoris dari roti sehingga diperoleh karakteristik produk bakeri yang baik. Kata kunci : enzim, gula cair, roti fungsional, substrat, sakarifikasi DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2718</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2718</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2718</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3945</identifier>
				<datestamp>2023-07-10T09:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Kualitas Petikan terhadap Mutu Teh Hitam CTC di Kebun Wonosari, Malang, Jawa Timur</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Tania; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Rahmawati; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">analisis pucuk; mutu teh; teh hitam.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Teh hitam merupakan produk olahan yang berasal dari tanaman Camellia sinensis yang diolah melalui proses oksidasi enzimatis. Pabrik Teh Wonosari memproduksi teh hitam yang diproses secara CTC. Pucuk teh untuk produksi berasal dari Afdeling Wonosari dan Gubug Lor yang dipetik dengan sistem borongan sehingga pemetik lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas yang didasarkan pada kehalusan petikan teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pemetikan pucuk teh terhadap mutu teh hitam yang dihasilkan. Kegiatan penelitian dilaksanakan dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder yang akan diolah dengan menggunakan rataan dan persentase lalu dibandingkan dengan standar perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata analisis pucuk mencapai nilai MS (Memenuhi Syarat) sebesar 60,5% sehingga menghasilkan nilai rendemen 20% dengan persentase hasil teh yang memenuhi kualitas ekspor yaitu 76%. Hasil rata-rata analisis pucuk terendah yaitu dengan nilai MS (Memenuhi Syarat) sebesar 58,0% sehingga menghasilkan nilai rendemen 21,07% dengan persentase teh yang memenuhi kualitas ekspor lebih sedikit yaitu 74%. Kesimpulannya, kehalusan pucuk teh hasil pemetikan berpengaruh terhadap rendemen dan kuantitas tiap jenis mutu teh yang dihasilkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-07-06</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3945</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i1.3945</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 1 :  JUNI 2023; 139-149</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2456</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:38:50Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI PENDAHULUAN KADAR LEMAK, KADAR PROTEIN DAN KADAR KAROTENOID PADA SUBSTRAT AMPAS KELAPA YANG DIFERMENTASI DENGAN NEUROSPORA SPP</dc:title>
	<dc:creator>Mahyuni, Siti; Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Science, Universitas Pakuan</dc:creator>
	<dc:creator>Sulistiyono, Fitria Dewi; Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Science, Universitas Pakuan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ampas kelapa; Neurospora sp.; karotenoid; fermentasi padat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proses fermentasi dengan kapang Neurospora mampu meningkatkan kualitas gizi bahan pangan. Ampas kelapa adalah limbah bahan pangan yang dapat difermentasi sehingga kualitas nilai gizinya meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji kadar lemak dan kadar protein dan kadar karoten  ampas kelapa yang difermentasi dengan jamur Neurospora sp. Ampas kelapa difermentasi selama 2, 3, 4 dan 5 hari dengan inokulum Neurospora sp. Ampas hasil fermentasi masing-masing kemudian diuji kadar protein dan kadar lemak mengacu pada metode SNI 01-2891-1992 dan SNI 01-2891-1992. Hasil pengukuran menunjukkan terjadinya peningkatan kadar protein dan penurunan kadar lemak pada ampas kelapa selama masa fermentasi. Kenaikan kadar protein paling tinggi sebesar 69.27% dicapai pada hari ke-2 fermentasi dan penurunan kadar lemak paling tinggi sebesar 26.21% dicapai pada hari ke-5 fermentasi. Proses fermentasi juga menaikan kadar karotenoid ampas dari tidak terdeteksi menjadi 1.95 µmol/L. Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa kualitas gizi ampas kelapa dapat ditingkatkan melalui proses fermentasi menggunakan jamur Neurospora sp  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2456</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2456</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2456</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2457</identifier>
				<datestamp>2021-05-31T03:39:45Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN LITERATUR: POTENSI PEMANFAATAN PROTEIN TEMPE NON-KEDELAI</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Isnaini Permata; Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Industri dan Agroindustri,
Universitas Internasional Semen Indonesia, Gresik, 61122</dc:creator>
	<dc:creator>Mardhiyyah, Yunita Siti; Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Industri dan Agroindustri,
Universitas Internasional Semen Indonesia, Gresik, 61122</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fermentasi; tempe; Protein; Rhizopus sp.; Tempe non-kedelai</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tempe merupakan salah satu produk olahan fermentasi yang umumnya berbahan dasar kacang kedelai. Di Indonesia, terdapat bahan baku selain kedelai yang digunakan untuk membuat tempe. Bermacam jenis tanaman yang memiliki kandungan protein tidak kalah dengan kedelai juga tumbuh di Indonesia. Bahan tersebut diharapkan mampu untuk dijadikan alternatif bahan baku tempe, mengingat produktivitas kedelai yang semakin menurun tiap tahunnya. Proses pembuatan tempe non-kedelai dilakukan dengan memodifikasi proses pembuatan tempe pada umumnya. Terdapat 12 macam jenis bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan tempe non-kedelai yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Fabeaceae, Amaranthaceae dan Gramineas. Pada metode pembuatan tempe non-kedelai terdapat perbedaan perlakuan dari proses pembuatan tempe kedelai. Perbedaan tersebut pada lama waktu perendaman, perebusan/pengukusan serta fermentasi. Potensi kandungan protein pada tempe non-kedelai dipengaruhi oleh prosentase jumlah inokulum yang ditambahkan, penggunaan inokulum tempe serta lamanya waktu fermentasi. Protein yang terkandung pada tempe non-kedelai memiliki banyak manfaat seperti penghasil rasa umami, mencegah diare serta sebagai sumber isolat protein  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2457</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-01-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2457</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v14i2.2457</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 14, No 2 : Desember 2020</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2947</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:14:46Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI BAKTERI PATOGEN PADA BERBAGAI KONDISI KEMASAN PEMPEK</dc:title>
	<dc:creator>Pratama, Melati; Program Studi Seni Kuliner Politeknik Pariwisata Palembang</dc:creator>
	<dc:creator>Haditjaroko, Liesbetini; Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">E.coli;pempek;Salmonella;S.aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pempek adalah  makanan khas Sumatera selatan yang berbahan baku daging ikan giling dan tepung tapioka. Pempek mengandung kadar air dan protein yang tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan. Kerusakan pempak ditandai dengan adanya perubahan aroma, tekstur, rasa dan warna pempek. Kerusakan pempek dapat disebabkan oleh adanya pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme berbahaya atau patogen yang tidak diperbolehkan terdapat di dalam pempek adalah E.coli, Salmonella dan Staphylococcus aureus, sehingga perlu dilakukan identifikasi dan pengujian. Pempek disimpan pada dua kondisi kemasan yaitu vakum dan tidak vakum, dan disimpan pada suhu dingin dan suhu ruang. Pengujian bakteri patogen pada pempek dilakukan menggunakan SNI 01-2331.1-2006, SNI 01-2332.2-2006, dan SNI 2332.9-2011. Berdasarkan hasil uji, diperoleh bahwa bakteri yang menkontaminasi dan mudah tumbuh pada pempek adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri Staphylococcus aureus dapat tumbuh pada pempek dalam berbagai kondisi kemasan baik vakum dan tidak vakum DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2947</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2947</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2947</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2742</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:06:05Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Rhizopus oligosporus DAN Rhizopus oryzae   PADA TEMPE ASAL BEKASI</dc:title>
	<dc:creator>Nurholipah, Nisa; Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam As-Syafiíyah
 Jl Raya Jatiwaringin No 12 Pondok Gede 17411</dc:creator>
	<dc:creator>Ayun, Qurrota; Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam As-Syafiíyah
 Jl Raya Jatiwaringin No 12 Pondok Gede 17411</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tempe; isolasi; identifikasi; R oligosporus; R. Oryzae</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tempe yang berkualitas memiliki kandungan gizi tinggi seperti protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh. Dalam proses fermentasi tempe terdapat kapang Rhizopus sp. yang paling dominan. Adanya Rhizopus sp.  sebagai agen untuk menghasilkan berbagai macam enzim yang dapat mengurai senyawa kompleks protein menjadi lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kapang Rizhopus sp. dari beberapa tempe di Bekasi. Metode yang digunakan dengan cara tanam langsung pada media PDA. Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati warna konidia dan miselium, sedangkan pengamatan mikroskopik dilakukan dengan teknik slide culture yaitu mengamati bentuk Spora, kolumela, Sporangiospora dan hifa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat  isolat kapang R. oligosporus dan R. oryzae. Inokulum tempe didominasi oleh kapang R. oligosporus. Kata kunci: tempe, isolasi, identifikasi, R oligosporus, R. Oryzae DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2742</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2742</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2742</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5267</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T09:41:10Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimasi Formula Jamu Sinom Sediaan Celup Metode Mixture Design D-Optimal</dc:title>
	<dc:creator>Wulandari, Diana Candra; Universitas Brawijaya</dc:creator>
	<dc:creator>Widyaningsih, Tri Dewanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aktivitas Antioksidan; Formulasi; Minuman Fungsional; Seduhan Herbal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sinom merupakan jamu dengan bahan baku utama rimpang kunyit (Curcuma  longa) dan daun asam jawa (Tamarindus  indica L.) yang memiliki efek fungsional bagi kesehatan akibat senyawa bioaktif di dalamnya. Produk sinom siap minum memiliki keterbatasan masa simpan akibat pengaruh mikroba maupun kimia, sehingga dikembangkan bentuk sediaan celup untuk meningkatkan stabilitas dan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi optimal sinom sediaan celup dengan metode Mixture Design D-Optimal, menggunakan tiga bahan utama: bubuk kunyit (30–50%), daun asam jawa (17–23%), dan buah asam jawa (33–47%). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air bubuk, pH seduhan, serta aktivitas antioksidan (inhibisi DPPH). Hasil optimasi menunjukkan formula terbaik terdiri dari bubuk kunyit 48,393%, daun asam jawa 18,607%, dan buah asam jawa 33%, dengan hasil prediksi aktual kadar air 9,5772%, pH 3,33, dan inhibisi DPPH sebesar 37,233%. Seduhan formula optimal sinom sediaan celup menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 238,067 ppm, total polifenol 14,392 mg GAE/g, dan hasil kesukaan keseluruhan uji hedonik sebesar 3,292 (agak suka) dengan warna L: 31,9; a: 0,9; dan b: 15,3 dengan warna kuning cerah. Formulasi tersebut memiliki karakteristik fisik dan fungsional yang baik serta berpotensi sebagai alternatif produk jamu yang lebih tahan lama dan disukai konsumen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/5267</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v19i1.5267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 19, No 1 : JUNI 2025</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/5267/13725</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5285</identifier>
				<datestamp>2025-06-30T13:45:48Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Senyawa Volatil Aroma pada Daun Lokio (Allium chinense G Don) Selama Penyimpanan Suhu Ruang</dc:title>
	<dc:creator>Kumalasari, Dianita; Universitas Pembangunan Naional Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Brahmanti, Ajeng Astrini; Universitas Pembangunan Naional Veteran Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daun lokio, senyawa volatil, penyimpanan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daun lokio (Allium chinense G. Don) merupakan salah satu bahan rempah yang dikenal memiliki aroma khas dan banyak digunakan sebagai bumbu penyedap dalam kuliner Indonesia. Aroma khas tersebut berasal dari senyawa volatil dan asam amino bebas yang terdapat dalam jaringan daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan profil senyawa volatil daun lokio selama penyimpanan pada suhu ruang (25–30 °C) guna mengevaluasi stabilitas aromanya. Analisis senyawa volatil dilakukan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa senyawa volatil utama yang terdeteksi selama penyimpanan meliputi acetaldehyde, propanal, methanethiol, 2-methylpropanal, 3-methylbutanal, dimetil disulfida, dan dimetil trisulfida. Perubahan konsentrasi senyawa-senyawa tersebut menunjukkan kecenderungan penurunan kualitas aroma seiring bertambahnya waktu simpan. Temuan ini menegaskan bahwa penyimpanan pada suhu ruang tidak direkomendasikan untuk mempertahankan mutu sensoris daun lokio sebagai bahan rempah, mengingat tingginya volatilitas senyawa aromatiknya. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pascapanen untuk menjaga kualitas rempah berbasis daun aromatik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/5285</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v19i1.5285</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 19, No 1 : JUNI 2025; 1-9</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4355</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Biodegradable Packaging dengan Penambahan Bunga Telang dan Cangkang Telur</dc:title>
	<dc:creator>Santoso, Agnes Amadea Kurnia; Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Yoshari, Rachel Meiliawati; Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Jati, Ignasius Radix A.P.; Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"></dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Smart biodegradable packaging merupakan kemasan yang mampu menginformasikan perubahan dari produk. Smart biodegradable packaging dibuat dengan penambahan ekstrak bunga telang dan tepung cangkang telur. Ekstrak bunga telang berperan sebagai indikator perubahan pH. Tepung cangkang telur dapat memperkokoh smart biodegradable packaging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga telang dan tepung cangkang telur terhadap karakteristik fisikokimia smart packaging serta kemampuannya sebagai pengemas daging ayam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Tepung cangkang telur yang ditambahkan sebanyak 0% (tanpa cangkang telur), 0,15% dan 0,3% (b/v), serta perbandingan antara bunga telang kering dan air sebanyak 0:1 (tanpa bunga telang kering), 1:250 dan 1:125. Data dianalisa dengan ANOVA (α=5%) dan dilakukan uji DMRT (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara ekstrak bunga telang dan tepung cangkang telur terhadap kuat tarik (1,81-5,14 N/mm2), % pemanjangan (7,09-54,70%), dan WVTR (240,14-403,88 g/m2/24 jam). Penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap total antosianin (0,0800-0,9184 mg cy-3-glu eq/100 g bahan), total fenol (156,2255-911,9967 mg GAE/100 g bahan), dan aktivitas antioksidan (31,6531-48,8347%). Penambahan ekstrak bunga telang pada smart biodegradable packaging menunjukkan perubahan kualitas daging ayam melalui perubahan warna selama penyimpanan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4355</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4355</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 77-102</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/4451</identifier>
				<datestamp>2024-07-15T09:43:20Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Kimia dan Sensori Mie Basah Bebas Gluten Berbahan Oat,  Tepung Beras dan Tepung Tapioka</dc:title>
	<dc:creator>Prabowo, Sapartina Daliyanti; Politeknik Santo Paulus Surakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Seno, Binardo Adi; Politeknik Santo Paulus Surakarta</dc:creator>
	<dc:creator>Rokhmah, Laela Nur; Politeknik Santo Paulus Surakarta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gluten, Mi, Oat, Tepung Beras, Tepung Tapioka</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mi adalah salah satu makanan yang terbuat dari tepung gandum dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan. Agar didapatkan tekstur kenyal dan elastis, dalam pembuatannya, ditambahkan dengan tepung tapioka. Oat merupakan gandum utuh, yang termasuk karbohidrat komplek, sehingga dibutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi mi bebas gluten menggunakan tepung beras, oat dan tepung tapioka, menguji karakteristik kimia dan sensoris. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor perlakuan yaitu perbedaan persentase oat dan tepung beras. Kadar air tertinggi dari ketiga formulasi ditunjukan pada perlakuan 60:40 sebesar 69,06%. Hasil pengujian kadar abu  tertinggi dari formulasi perlakuan 60:40 dan 50:50 menunjukan kadar abu dengan hasil yang sama 0,12% . Kadar karbohidrat tertinggi yakni pada perlakuan 50:50 sebesar 23,49%. Kadar lemak tertinggi pada perlakuan 50:50 sebesar 1,88%. Hasil pengujian kadar protein formulasi mi bebas gluten secara beruntut dari yang terbesar pada perlakuan 50:50 yakni 7,75% diikuti dengan perlakuan 60:40 sebesar 6,76% selanjutnya perlakuan 40:60 sebesar 6,45%. Formulasi yang dinilai terbaik adalah mi pada perlakuan 60:40. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kesukaan panelis tertinggi, pada 4  paramater dari 5 parameter yang diujikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-07-09</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/4451</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v18i1.4451</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 18, No 1 :  JUNI 2024; 112-123</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2726</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:05:18Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN SERBUK KOMBUCHA DARI DAUN ASHITABA (Angelica keiskei), KERSEN (Muntingia calabura), DAN KELOR (Moringa oleifera)</dc:title>
	<dc:creator>Rosida, Dedin Finatsiyatull; Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Sofiyah, Diska Lailatus; Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Andre Yusuf Trisna; Program Studi Teknologi Pangan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kultur kombucha; daun ashitaba; daun kersen; daun kelor; antioksidan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Minuman serbuk merupakan jenis produk pangan yang mudah untuk disajikan atau dikonsumsi dalam waktu yang relatif singkat. Kombucha adalah produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter kultur kombucha (Acetobacter xylinum dan Saccharomyces cereviseae serta beberapa jenis khamir lainnya) dan difermentasi selama 7-14 hari. Selama proses fermentasi, kombucha menghasilkan asam-asam organik seperti asam glukoronat, asetat, laktat, amino dan enzim lainnya. Kombucha memiliki manfaat sebagai antioksidan, antibakteri, dapat mendetoksifikasi dan memperbaiki liver karena mengandung asam glukoronat. Penggunaan daun ashitaba (Angelica keiskei), daun kersen (Muntingia calabura), dan daun kelor (Moringa oleifera), dapat menjadi diversifikasi produk kombucha karena mengandung antioksidan dan komponen bioaktif lainnya. Minuman kombucha akan lebih praktis jika dibuat menjadi bentuk serbuk dengan menggunakan maltodekstrin dan gum arab sebagai bahan pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan baku daun kaya antioksidan serta proporsi maltodekstrin dan gum arab sehingga dihasilkan produk minuman serbuk dengan kualitas yang baik dan  dapat diterima oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah jenis bahan baku daun ashitaba, kersen dan kelor. Faktor II adalah proporsi bahan pengisi maltodekstrin dan gum arab (90:10), (75:25), (60:40). Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan Uji Duncan (DMRT) 5%. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik dari aktivitas antioksidannya adalah perlakuan menggunakan daun kersen dengan proporsi maltodekstrin dan gum arab (60:40). Perlakuan terbaik ini mempunyai kadar air 3,72%, kadar abu 0,33%, vitamin C 123,16 mg/100g, pH 4,02, total fenol 6,21 mgTAE/g, aktivitas antioksidan 44,13%, total asam 0,41%, total gula 12,57%, Total mikroba  4,35x105 cfu/ml, kelarutan 93,81% . Hasil uji organoleptik hedonik didapatkan nilai rasa 4,12 (suka), aroma 4,16 (suka), tekstur 3,4 (agak suka). Kata kunci : Kultur kombucha, daun ashitaba, daun kersen, daun kelor, antioksidan DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2726</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-07-18</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2726</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i1.2726</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 1 : Juni 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2941</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:09:02Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KOMPOSISI PATI JEWAWUT (Setaria italica L.) DAN LILIN LEBAH SERTA KONSENTRASI SORBITOL TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM</dc:title>
	<dc:creator>Tola, Pardi Sampe; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Winarti, Sri; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:creator>Isnaini, Anisa Dwi; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edible film;Pati jewawut;Lilin lebah;Sorbitol</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karakteristik edible film dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti komposisi bahan film, jenis dan konsentrasi aditif, serta kondisi pembuatan. Film dapat dibuat dari semua jenis pati yang mengandung amilosa karena sifat liniernya yang dominan. Pati dari jewawut (Setaria italica L.) berpotensi untuk digunakan sebagai matriks film karena mengandung amilosa yang tinggi. Edible film berbahan pati menunjukkan permeabilitas tinggi yang mengakibatkan laju transmisi uap air tinggi, penambahan lilin-lebah mampu menurunkan laju transmisi uap air karena sifatnya yang hidrofobik. Selain itu, untuk meningkatkan elastisitas film, sorbitol yang berfungsi sebagai aditif plasticizer ditambahkan ke dalam campuran pati jewawut dan lilin-lebah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi optimal pati jewawut dan lilin-lebah serta konsentrasi sorbitol untuk pembuatan edible film yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembuatan edible film dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama adalah variasi komposisi pati jewawut dan lilin-lebah, 4:1%; 4.2:0.8% dan 4.4:0.6%. Tahap kedua adalah variasi konsentrasi sorbitol, 5%; 5,5% dan 6%. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA), dan uji DMRT dilakukan jika pengaruhnya signifikan. Tahap pertama menghasilkan rendemen 12,025%, kadar air 11,68%, kadar pati 85,98%, kadar amilosa 25,795% dan kadar amilopektin 60,185%. Tahap kedua menunjukkan bahwa komposisi optimum pati jewawut dan lilin-lebah adalah 4:1%, dengan konsentrasi sorbitol 5% yang menghasilkan rendemen 11,77%, kadar air 15.896%, persen elongasi 10,791%, kuat tarik 0,915 N/mm2 dan 3.222 g/m2/hari laju transmisi uap air film. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2941</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2941</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2941</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/2945</identifier>
				<datestamp>2022-01-13T03:13:19Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FORMULASI PEMBUATAN TABLET EFFERVESCENT MENGGUNAKAN EKSTRAK KUNYIT DENGAN PENAMBAHAN VITAMIN C</dc:title>
	<dc:creator>Lestari, Diah Dwi; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Affandi, Arief Rakhman; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Retnowati, Endang Is; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:creator>Muflihati, Iffah; Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekstrak kunyit;Tablet effervescent;Vitamin C</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemi covid-19 masih menjadi permasalahan serius. Diperlukan kesadaran untuk menjaga imunitas tubuh. Kunyit menjadi jenis rimpang yang memiliki kandungan antioksidan tinggi yang berpotensi meningkatkan imunitas tubuh. Kunyit umum dikonsumsi dalam bentuk jamu dapat di rubah menjadi sediaan berupa tablet effervescent dengan keunggulan lebih praktis. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penambahan konsentrasi ekstrak kunyit dan vitamin C terhadap nilai antioksidan, karakteristik fisik, dan organoleptik. Rancangan percobaan menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi ekstrak kunyit (30% dan 40%) dan konsentrasi vitamin C (5, 10, dan 15%). Tahapan penelitian meliputi proses pembuatan ekstrak kemudian dilakukan pembuatan tablet effervescent. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan dinyatakan dalam IC50 tertinggi pada sampel C15K40 dengan nilai 0,88. Keseragaman bobot tablet telah memenuhi standar farmakope Indonesia. Waktu larut tablet effervescent semua perlakuan berbeda nyata dengan nilai tercepat 190 detik, hasil pengujian warna menunjukkan warna dipengaruhi oleh penambahan ekstrak kunyit. Pengujian organoleptik menunjukkan tidak berbeda nyata, namun secara keseluruhan sampel C10K30 lebih disukai oleh panelis. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2945</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2945</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v15i2.2945</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3547</identifier>
				<datestamp>2023-03-13T02:19:42Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI TAPE SINGKONG YANG BEREDAR DI KECAMATAN JOMBANG</dc:title>
	<dc:creator>Afifah, Laili Nur; Universitas KH. A. Wahab Hasbullah</dc:creator>
	<dc:creator>Khiftiyah, Ana Mariatul; Universitas KH. A. Wahab Hasbullah</dc:creator>
	<dc:creator>Aini, Nurul; Universitas KH. A. Wahab Hasbullah</dc:creator>
	<dc:creator>Ningrum, Rahna Cahya; Universitas KH. A. Wahab Hasbullah</dc:creator>
	<dc:creator>Ni'matuzahroh, Ni'matuzahroh; Universitas Airlangga</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bakteri asam laktat; isolasi; karakterisasi; tape singkong</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tape singkong merupakan makanan ringan yang dihasilkan dari fermentasi singkong dengan menggunakan ragi. Pangan fermentasi merupakan sumber isolat bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah isolat dan karakteristik bakteri asam laktat pada tape singkong. Isolasi bakteri asam laktat dari tape singkong dilakukan pada tiga sampel tape singkong dengan merk berbeda yang beredar di Desa Kepatihan Kecamatan Jombang. Isolasi bakteri asam laktat dilakukan menggunakan media de Man Rogosa Sharpe Agar (MRSA). Bakteri asam laktat yang diperoleh dari hasil isolasi selanjutnya dikarakterisasi. Karakterisasi dilakukan dengan mengamati karakter makroskopis, mikroskopis, dan biokimia. Hasil dari isolasi tersebut didapatkan dua isolat dari tape singkong yang beredar di Desa Kepatihan Kecamatan Jombang yang diberi kode TL13 dan TL23. Sel bakteri asam laktat dari kedua isolat tersebut berbentuk kokus. Kedua isolat tersebut  termasuk Gram positif, katalase negatif, oksidase negatif, tidak berspora, serta bersifat non motil. Isolat yang diperoleh dapat dieksplorasi lebih lanjut potensinya sebagai probiotik  maupun penghasil bakteriosin. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3547</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2023-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3547</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v16i2.3547</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022; 48-56</dc:source>
	<dc:language></dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/3982</identifier>
				<datestamp>2024-01-03T03:34:34Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEK PENAMBAHAN KONSENTRASI TEPUNG UDANG KERING TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK RENGGINANG PATI SAGU</dc:title>
	<dc:creator>Islamy, Muhammad Agung; Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Yusmarini, Yusmarini; Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Shanti; Universitas Riau</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rengginang; pati sagu; tepung udang kering</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rengginang merupakan makanan tradisional berbentuk bundar yang dapat dibuat dari bahan baku yang tinggi akan kandungan karbohidrat. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan adalah pati sagu. Rengginang yang dibuat dari pati sagu memiliki nilai protein yang rendah sehingga diperlukan tepung udang kering sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kandungan gizi rengginang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi tepung tepung udang kering terpilih dalam pembuatan rengginang pati sagu sesuai dengan syarat mutu SNI kerupuk ikan, udang dan moluska 8272: 2016. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan U1 (konsentrasi tepung tepung udang kering 2,5%) dipilih karena memberikan pengaruh nyata terhadap analisis proksimat yang terdiri dari kadar air 4,47%, kadar abu 1,87%, kadar protein 2,95%, kadar lemak 24,69%, kadar karbohidrat 66,02%, dan daya pengembangan 97,51%  serta penilaian sensori secara deskriptif maupun hedonik meliputi warna rengginang pati sagu yang berwarna kuning, agak beraroma udang, sangat renyah, agak berasa udang serta secara keseluruhan disukai panelis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2024-01-03</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/3982</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v17i2.3982</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 17, No 2 :  Desember 2023</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3982/10635</dc:relation>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3982/10636</dc:relation>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3982/10637</dc:relation>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3982/10638</dc:relation>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3982/10639</dc:relation>
	<dc:relation>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/downloadSuppFile/3982/10640</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ejournal.upnjatim.ac.id:article/5059</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T10:00:05Z</datestamp>
				<setSpec>teknologi-pangan:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK DAN ANTIOKSIDAN FENOLIK MADU KELULUT ASAL DESA JAWA TENGAH, DESA GALANG, DAN DESA PARIT BARU, KALIMANTAN BARAT</dc:title>
	<dc:creator>Junloi, Feliks Chu; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:creator>Maherawati, Maherawati; Tanjungpura University</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kelulut honey, antioxidant, phenolic, physicochemical characteristics</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan madu lebah kelulut dari tiga lokasi berbeda di Kalimantan Barat: Desa Jawa Tengah, Desa Galang, dan Desa Parit Baru. Penelitian ini menganalisis parameter fitokimia kulaitatatif, warna, viskositas, total padatan terlarut, dan aktivitas antioksidan fenolik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu asal daerah amdu (Desa GalangDesa, Parit Baru, dan Desa Jawa Tengah) dan 9 ulangan dari masing-masing sarang lebah. Data analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%, serta Uji Indeks Efektivitas untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu di ketiga daerah secara kualiatatif mengandung fitokimia alkaloid, fenol, flavonoid dan terpenoid. Madu desa Galang dan Parit Baru lebih memiliki warna yang lebih terang jika dibandingkan dengan sampel madu kelulut yang berasal dari desa Jawa Tengahmadu dari Desa Galang memiliki viskositas 0,395 – 0,407 poise, aktivitas antioksidan DPPH sebesar 69,76% yang menunjukkan potensi biologis yang unggul dan total padatan terlarut tertinggi (65,44 °Brix). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan geografis mempengaruhi kualitas madu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">UPN VETERAN JAWA TIMUR</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Tanjungpura University</dc:contributor>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/5059</dc:identifier>
	<dc:identifier xsi:type="dcterms:DOI">10.33005/jtp.v19i1.5059</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Teknologi Pangan; Vol 19, No 1 : JUNI 2025</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-05-26T18:00:28Z"
			completeListSize="119"
			cursor="0">1dd5df0fe56b350e06fc49996b573ba5</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
