Kepentingan Nasional Jepang dalam Mengembangkan Teknologi Pembersih Sampah Antariksa

Jusmalia Oktaviani, Helga Yohana Simatupang

Abstract


Sampah antariksa telah menjadi tantangan kritis dalam eksplorasi orbit rendah Bumi, dengan lebih dari 14.000 potongan puing beragam ukuran yang meningkatkan risiko tabrakan dan menimbulkan potensi kerugian finansial serta gangguan layanan infrastruktur satelit. Laporan ini menganalisis distribusi sampah antariksa global—didominasi oleh Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok—serta perkembangan kebijakan dan teknologi pembersihan sampah antariksa di Jepang. Meskipun kontribusi puing Jepang relatif kecil, negara ini memanfaatkan peluang strategis melalui pembentukan Space Strategic Fund, redefinisi konstitusi “tujuan damai,” dan kemitraan dengan sektor swasta seperti Astroscale untuk mengembangkan solusi dual-use. Teknologi ini tidak hanya bertujuan membersihkan orbit tetapi juga memiliki potensi aplikasi keamanan antariksa, sejalan dengan meningkatnya ancaman dari program luar angkasa militer regional. Pendekatan Jepang menggabungkan investasi keuangan, kerangka regulasi, dan diplomasi soft power untuk membangun reputasi sebagai pemimpin tata kelola antariksa global. Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana negara kekuatan menengah dapat memanfaatkan inovasi teknologi untuk meningkatkan pengaruh strategis di domain antariksa, dengan implikasi penting bagi kebijakan luar negeri, keamanan nasional, dan kolaborasi internasional di era antariksa kontemporer.

.

Kata Kunci: sampah antariksa, teknologi pembersihan, diplomasi antariksa, Jepang, keamanan antariksa


Full Text: PDF


DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v13i02.5485

Refbacks

  • There are currently no refbacks.